Sukses

7 Makanan Sehat yang Disukai Anak

Orang tua sering pusing memilih makanan sehat untuk anak. Padahal, makanan kid-friendly yang umumnya disukai anak ini tergolong sehat, lo!

Klikdokter.com, Jakarta Namanya juga orang tua, pasti selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tak hanya pendidikan, dan hal-hal yang menyangkut pertumbuhan dan masa depan anak, tapi juga menyangkut isi piringnya. Sering kali orang tua dipaksa memutar otak agar anak mau menyantap makanan sehat, bahkan tak sedikit yang memaksa anak makan makanan yang menurut orang tua sehat. Padahal, beberapa jenis makanan yang umumnya disukai anak ini juga tergolong sehat. Ini buktinya!

  1. Selai kacang

Banyak orang yang urung memberikan selai kacang untuk anak atau menyembunyikannya di tempat yang tak mudah ditemukan oleh anak karena beberapa alasan. Bisa karena alergi atau khawatir dengan kandungan lemaknya.

Memang kandungan lemak selai kacang relatif tinggi, tapi biasanya lemaknya merupakan lemak tak jenuh tunggal (mononunsaturated fat) atau lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fat). Jenis lemak tersebut lebih baik dari lemak jenuh (saturated fat) yang terkadung dalam makanan lainnya yang tinggi lemak.

Pilihlah selai kacang rendah lemak, atau pilih produk yang diperkaya vitamin A, besi, vitamin E, vitamin B6, asam folat, magnesium, atau zink sebagai tambahan sumber protein.

  1. Susu

Umumnya balita dan anak-anak usia prasekolah tak bisa jauh dari susu. Namun, saat ia beranjak dewasa, konsumsinya bisa jauh berkurang. Ini bukan karena mereka benci atau tak suka susu, tapi karena ia tahu ada banyak jenis minuman lainnya seperti soda, minuman buah, atau terlalu banyak jus buah yang tersedia di rumah.

Susu adalah sumber baik kalsium, vitamin D, dan protein yang harusnya tetap ada dalam menu makanan si Kecil - kecuali jika mereka alergi terhadap susu. Faktanya, bergantung pada usianya, kebanyakan anak seharusnya minum susu sebanyak 2-4 gelas (susu rendah lemak jika mereka berusia minimal 2 tahun) setiap harinya. Khususnya jika mereka tidak mengonsumsi makanan atau minuman tinggi kalsium lainnya. 

  1. Sereal

Semangkuk sereal manis memang bukan menu sarapan sehat, tapi banyak sereal sehat di luar sana yang bisa Anda pilih untuk anak. Paling mudahnya, pilihlah sereal yang tidak manis, sehingga anak tidak akan mencomotnya sebagai camilan. Pilihan sehat lainnya adalah sereal biji-bijian utuh dengan fortifikasi kalsium dan serta tambahan serat.

Pilihannya juga bisa bergantung pada pola makan anak. Terdapat pula sereal yang menyediakan tambahan zat besi serta vitamin dan mineral. Ingin yang lebih sehat? Tambahkan potongan buah yang anak suka seperti pisang dan stoberi.

  1. Sayuran

Beruntunglah Anda jika memang anak sudah gemar makan sayuran sejak kecil. Jika tidak, Anda tak perlu sampai “menipu” anak untuk makan sereal, apalagi sampai memaksa anak makan sayuran seperti brokoli atau bayam.

Sebetulnya anak banyak sayuran yang anak-anak suka, seperti wortel, jagung, polong-polongan, atau kentang. Wortel yang dimasak mengandung tinggi serat, vitamin A, C, dan potasium.

Agar anak tak tumbuh besar membenci sayuran, kenalkan variasi sayuran sedini mungkin. Anda dan anggota keluarga lain juga sebaiknya memberikan contoh dengan juga rajin makan sayuran. Selalu sajikan porsi kecil sayuran saat jam makan meski anak tak memakannya. Jika Anda terus sabar menawarinya, perlahan anak akan memakannya.

  1. Yoghurt

Konsumsi yoghurt sangat menyehatkan bagi anak, khususnya jika ia tidak minum banyak susu. “Kandungan probiotik yang tinggi dalam yoghurt dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan dan meningkatkan nafsu makan. Selain itu, yoghurt juga kaya akan kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang dan giginya,” kata dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter menjelaskan.

Untuk anak, carilah yoghurt yang pada kemasannya tertulis “live active cultures” alias mengandung bakteri yang aktif, rendah lemak, dan tanpa tambahan gula.

Khawatir dengan rasanya yang asam? Dokter Sepriani menyarankan untuk menambahkan potongan buah yang rasanya manis. 

  1. Telur

Telur memang punya predikat kurang baik karena kandungan kolesterolnya yang tinggi. Namun, sebagian besar ahli gizi sepakat bahwa telur bisa menjadi bagian sehat dari pola makan.

“Telur merupakan bahan makanan yang mengandung banyak nutrisi, seperti kolin, omega-3, vitamin, dan asam folat,” jelas dr. Sepriani.

Bagaimana dengan kolesterol? Kolesterol memang ada, tapi telur tidak mengandung lemak jenuh—faktor penting dalam peningkatan kadar kolesterol seseorang. Satu butir telur setiap hari dianggap aman untuk sebagian besar anak-anak. Kecuali anak alergi telur, jangan diberikan sama sekali.

  1. Ikan tuna

Banyak anak yang menyukai ikan tuna. Namun, sayangnya banyak orang tua yang takut menyajikan ikan ini karena khawatir akan kontaminasi merkuri. Perlu diingat, seperti makanan lainnya, ikan tuna tidak apa-apa dikonsumsi dalam porsi sedang.

Ikan tuna adalah sumber baik protein, omega-3, vitamin, dan mineral. Untuk porsi makan, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter menganjurkan anak mengonsumsi ikan setidaknya dua kali seminggu, dengan porsi 60 gram per sajian (setara dengan satu ekor ikan). Anda bisa menyajikannya dalam bentuk sandwich. Gunakan mayones rendah lemak dan roti gandum utuh agar lebih sehat.

Cara terbaik untuk meningkatkan nutrisi pada anak adalah dengan selalu menyediakan makanan bergizi seimbang di rumah, termasuk untuk bekalnya. Jadilah contoh untuk anak dengan turut menerapkan pola makan sehat serta kebiasaan sehat lainnya. Hargai makanan sehat yang dipilih dan disukai anak. Ini bisa memotivasi mereka untuk terus memilih makanan sehat hingga ia dewasa nanti.

[RVS]

1 Komentar