Sukses

Amankah Konsumsi Obat Pembesar Payudara?

Maraknya obat pembesar payudara yang dijual bebas membuat para konsumen harus pintar memilah. Amankah mengonsumsi obat tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Jika menengok Instagram atau situs jual beli online lainnya, banyak sekali obat pembesar payudara yang dijual dan ditawarkan. Dengan berbagai testimoni yang mengatakan obat tersebut manjur dan harga yang relatif terjangkau, semakin banyak konsumen yang ingin membeli dan mencobanya.

Padahal, obat-obatan yang dijual ini belum tentu aman untuk dikonsumsi. Pasalnya, banyak produk obat yang belum mencantumkan jelas apa saja bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Selain itu, banyak pula yang tidak terdaftar di BPOM RI sehingga bersifat ilegal.

Ketika akan mengonsumsi suatu obat, sebaiknya Anda selalu mengecek apakah produk terdaftar di BPOM. Selain itu, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter mengenai manfaat dan kandungan yang terdapat di dalam produk tersebut. Agar lebih aman, jangan lupa pula cek tanggal kedaluwarsa produk tersebut.

Hingga saat ini belum ada penelitian medis yang membenarkan bahwa ada bahan-bahan alami atau obat tertentu yang dapat memperbesar payudara. Atas alasan tersebut, sudah jelas bahwa manfaat obat-obatan yang diklaim dapat memperbesar payudara tidak terbukti secara ilmiah.

Bahaya konsumsi obat pembesar payudara ilegal

Beberapa bahaya mengonsumsi obat-obatan pembesar payudara yang belum diketahui kandungannya, yaitu:

  • Merusak ginjal

Beberapa kandungan obat atau herbal yang tidak lolos BPOM dapat berpotensi merusak ginjal. Jika dikonsumsi terus-menerus bisa mengakibatkan kerusakan hingga gagal ginjal dan harus cuci darah.

  • Iritasi kulit

Pemakaian krim-krim berbahan kimia yang tidak terbukti aman dapat berpotensi mengiritasi kulit.

  • Siklus haid terganggu dan kanker payudara

Beberapa produsen obat pembesar payudara menambahkan hormon ke dalam obatnya sehingga memberikan efek payudara lebih besar. Hal ini dapat memengaruhi siklus haid menjadi tidak teratur bahkan memicu kanker payudara.

  • Stroke

Hormon yang terkandung dalam obat pembesar payudara dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke.

Payudara terdiri dari jaringan lemak dan kelenjar yang akan memproduksi air susu saat menyusui nanti. Rasio antara jaringan lemak dan kelenjar ini bervariasi di antara masing-masing individu. Itu sebabnya, ukuran payudara pada masing-masing orang berbeda, ada yang besar dan ada pula yang kecil.

Untuk memperbesar payudara, Anda dapat melakukan tips-tips mudah di bawah ini:

  • Lakukan olahraga yang memperkuat otot bagian dada, dengan begitu payudara akan lebih terangkat dan terlihat berisi. Misalnya olahraga renang, push up, basket, dan angkat beban.
  • Menambah berat badan juga akan memperbanyak tumpukan lemak di tubuh yang juga dapat didistribusikan ke bagian payudara sehingga lebih besar. Namun, peningkatan ukuran payudara pun akan bervariasi tiap individu.
  • Jangan menurunkan berat badan secara drastis. Walaupun lemak-lemak di bagian tubuh yang tidak diinginkan menghilang saat diet, lemak payudara sayangnya juga bisa ikut menghilang. Alhasil payudara bisa mengecil karena proses pembakaran lemak.
  • Saat berolahraga gunakan bra khusus. Hal ini bertujuan menjaga payudara tetap kencang sehingga tampak semakin besar.

Jika tips di atas tak berhasil memperbesar payudara Anda, prosedur operasi dapat menjadi pilihan. Operasi penambahan silikon pada payudara merupakan prosedur yang paling efektif untuk memperbesar payudara. Selain paling efektif, hasilnya juga dapat disesuaikan dengan keinginan Anda. Jika Anda berkeinginan untuk memperbesar payudara Anda, berkonsultasilah dengan dokter bedah plastik. Jadi, jangan mudah terbuai iklan obat pembesar payudara, ya.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar