Sukses

Lepra dan Kusta, Adakah Perbedaannya?

Terkadang orang masih bingung apakah lepra dan kusta merupakan dua hal yang sama atau berbeda. Yuk, cari tahu lebih jelasnya di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Indonesia masih menjadi rumah untuk banyak penyakit infeksi. Beberapa penyakit infeksi yang sudah sangat jarang ditemukan di negara lain bahkan masih sering dijumpai di Indonesia, salah satunya adalah penyakit lepra. Oleh masyarakat, penyakit ini kerap disebut sebagai kusta. Apakah keduanya penyakit yang sama?

Sejatinya, lepra dan kusta adalah istilah yang sama. Keduanya merujuk pada penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit yang juga sering disebut dengan Morbus Hansen ini utamanya menyerang saraf tepi, kulit, mata, dan jaringan tubuh lainnya.

Bakteri M. leprae tersebut akan merusak saraf dan menyebabkan penderitanya mengalami baal atau mati rasa.

Kusta erat dengan mitos

Penyakit kusta dikelilingi oleh berbagai mitos. Sebagai contoh, penyakit ini sering dikaitkan sebagai penyakit akibat kutukan. Mitos ini begitu lekat di masyarakat, bahkan hingga saat ini. Mereka yang mengalami kusta sering diasingkan dari keluarganya karena dianggap telah mengalami kutuk.

Selain itu, penyakit ini juga dianggap sangat menular dan dengan mudah menjadi wabah. Pandangan seperti ini yang membuat penderita kusta semakin dikucilkan. Padahal faktanya, kusta sama sekali tak ada hubungannya dengan kutuk. Penyebab dan perjalanan penyakitnya pun sudah jelas.

Perihal penularan, kusta memang dapat menular melalui cairan hidung saat penderitanya batuk. Namun, penyakit ini akan terjadi bila daya tahan tubuh seseorang sangat lemah, sehingga kuman penyakit mudah berkembang. Jadi mitos-mitos tersebut sama sekali tidak benar.

Terlepas dari soal mitos, ketahui berbagai gejala penyakit kusta agar Anda dapat lebih berjaga-jaga.

1 dari 2 halaman

Pahami gejala kusta

Kusta memiliki gejala-gejala yang tidak khas. Acap kali, gejalanya menyerupai penyakit kulit lainnya. Inilah sebabnya kusta sering disebut sebagai “the great imitator”.

Tanda dan gejala kusta pada orang pun biasanya berbeda-beda, tergantung tipe penyakit kusta yang dialami. Namun, ada beberapa gejala yang biasanya muncul secara konsisten pada penyakit kusta, yaitu:

  • Terdapat bentol kemerahan di kulit yang dapat semakin meluas hampir ke seluruh bagian tubuh.
  • Rasa baal atau mati rasa. Biasanya penderitanya akan merasa baal atau kebas di daerah lesi kulit akibat kerusakan saraf di daerah tersebut.
  • Terdapat pembesaran pembuluh darah di beberapa tempat, seperti siku atau lutut
  • Hilangnya beberapa anggota tubuh, seperti jari kaki dan tangan. Sebenarnya hal ini disebabkan oleh cedera atau trauma terus-menerus pada bagian yang baal, sehingga terjadi infeksi kulit danbagian tersebut harus diamputasi.

Pengobatan penyakit kusta

Saat ini,  penyakit kusta sudah ada obatnya. Obat tersebut harus dikonsumsi selama 6-24 bulan secara rutin disertai dengan pemeriksaan secara berkala. Namun, untuk kecacatan atau fungsi organ yang sudah rusak akibat penyakit ini, tidak dapat dikembalikan seperti keadaan semula lagi.

Yang dapat dilakukan adalah proses rehabilitasi untuk memaksimalkan fungsi bagian tubuh yang masih bisa digerakkan dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.  Meski dampaknya bisa amat berbahaya, kusta atau lepra dapat dicegah.

Karena penyakit ini mudah menular pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, maka penting bagi Anda untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar. Meskipun terdengar sederhana, tetapi menjaga pola makan dan rutin beraktivitas fisik adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penularan penyakit kusta.

Jangan lupa juga untuk selalu cuci tangan menggunakan sabun antiseptik dan air mengalir agar kemungkinan tertular semakin kecil.

Sementara itu, bila Anda mengetahui ada keluarga atau orang terdekat yang mengalami bercak kemerahan disertai rasa baal dan tanda kusta atau lepra lainnya, segera laporkan ke petugas kesehatan terdekat. Deteksi sedini mungkin dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar