Sukses

Waxing atau Bleaching, Mana yang Lebih Aman?

Bingung pilih waxing atau bleaching? Yang satu dicabut dan yang satu diwarnai. Simak ulasannya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian wanita, cara yang sering dilakukan untuk menyingkirkan bulu-bulu tubuh adalah mencukurnya dengan pisau cukur. Namun, terlalu sering mencukur dengan pisau cukur bisa menimbulkan iritasi yang akan melukai permukaan kulit dan meninggalkan bekas. Oleh sebab itu, Anda butuh cara lain untuk menyingkirkan bulu-bulu tersebut, yakni dengan waxing atau bleaching.

Sekilas tentang waxing & bleaching

Waxing adalah cara menghilangkan bulu dengan cara mencabutnya dari akar. Sebelum dicabut, permukaan kulit yang berbulu diolesi oleh lilin ataupun semacam gula, kemudian ditempelkan selembar kain agar ketika dicabut, bulu-bulu bisa menempel di kain itu. Kekurangan dari treatment penghilang bulu ini adalah rasa sakit ketika dicabut. Bahkan, tak jarang ada pula orang yang kapok dan tak ingin melakukannya lagi.

Namun, dr. Nadia Octavia dari KlikDokter mengatakan bahwa rasa sakit yang cukup hebat ketika di-waxing bisa disebabkan oleh lilin yang dioleskan. Maka, ketika hendak waxing, dr. Nadia lebih menyarankan Anda untuk mendatangi salon profesional yang menawarkan sugaring waxing saja.

“Karena meski tekniknya mirip, sugaring lebih lembut, tidak terlalu sakit, dan lebih ramah di kulit ketimbang waxing biasa yang menggunakan bahan lilin,” jelasnya.

Sebaliknya, bleaching bukanlah cara untuk menghilangkan bulu seperti waxing. Tapi dengan melakukan bleaching, bulu lebat yang berada di tangan dan kaki yang umumnya berwarna hitam itu akan terlihat samar karena bulu tersebut sudah dioleskan zat kimia. Sehingga, warna bulu yang lebat itu akan menyerupai warna kulit dan seakan-akan tidak memiliki bulu (dibikin pucat).

Bleaching tidak menimbulkan rasa nyeri sama sekali karena tidak ada tindakan pencabutan. Namun, bagi Anda yang kulitnya cenderung lebih gelap, melakukan bleaching justru semakin memperjelas bulu-bulu halus yang ada.

Lebih aman mana di antara keduanya?

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, pada dasarnya kedua treatment ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, jika ditanya mana yang lebih aman, dr. Sepriani mengatakan bahwa waxing-lah yang lebih aman untuk dilakukan.

Hal ini karena waxing merupakan metode yang paling mendekati dengan fisiologi tubuh. Cara ini tidak mengubah apa pun dari bulu dan risikonya pun lebih sedikit ketimbang melakukan bleaching.

“Memang, bleaching juga berpotensi menimbulkan nyeri dan peradangan di kulit. Tapi, risiko yang seperti itu kan bisa diminimalkan dengan cara memilih metode sugaring yang lebih ‘halus’ dan memilih tempat waxing yang tepercaya,” jelas dr. Sepriani.

Ibu hamil pun tidak disarankan sama sekali untuk melakukan bleaching karena zat pewarna kimia bisa terserap oleh tubuh dan memengaruhi janin. Sedangkan untuk waxing, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter mengatakan bahwa sah-sah saja metode cabut bulu tersebut dilakukan oleh ibu hamil.

Namun, bila Anda memiliki psoriasis, sebaiknya jangan menghilangkan bulu dengan metode apa pun sebelum berkonsultasi kepada dokter kulit Anda. Keduanya amat berisiko bila dilakukan pada kondisi kulit yang sebelumnya sudah meradang parah.

Jadi, sudah jelas bahwa waxing lebih aman ketimbang bleaching. Setelah melakukan waxing di salon kecantikan tepercaya, tetaplah perhatikan perubahan kondisi kulit Anda. Bila ternyata treatment yang terbilang aman ini juga menimbulkan gatal, ruam, nyeri, bengkak, bahkan demam, dr. Nadia menyarankan Anda untuk segera memeriksakan kondisi tersebut ke dokter sebelum peradangan semakin parah.  

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar