Sukses

Omega-3 dalam ASI Turunkan Risiko Diabetes Tipe 1 pada Anak

Ada satu lagi alasan kenapa ASI merupakan asupan terbaik bayi, yaitu omega-3 dalam ASI bisa turunkan risiko diabetes tipe 1 pada anak.

Klikdokter.com, Jakarta Khasiat air susu ibu (ASI) memang tak ada duanya. Semua kandungan dalam ASI dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan bayi. Ibu menyusui pun akan terjaga kesehatannya, seperti menurunkan risiko kanker payudara. Nah, untuk bayi, kandungan omega-3 dalam ASI juga dikatakan bisa turunkan risiko diabetes tipe 1 pada anak.

Beda diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2

Diabetes tipe 1 adalah bentuk paling parah dari penyakit diabetes. Jika diabetes tipe 2 dialami pada usia lebih dari 35 tahun, diabetes tipe 1 dialami usia di bawah 20 tahun. Diabetes tipe 1 juga dikenal dengan istilah lain, yakni insulin-dependent diabetes dan juvenile diabetes.

Insulin-dependent diabetes adalah sebuah ungkapan untuk menggambarkan kondisi pasien diabetes mellitus tipe 1 yang sangat bergantung pada insulin (akibat kerusakan pankreas sehingga menjadikan produksi insulin berkurang).

Juvenile diabetes merupakan istilah yang berarti bahwa diabetes tipe 1 adalah penyakit yang sering terjadi pada anak usia 4–7 tahun, dan remaja usia 10–14 tahun, meski tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada usia berapa saja.

Genetik atau faktor keturunan merupakan faktor pemicu diabetes tipe 1 yang telah diketahui. Jika ada anggota keluarga mengidap penyakit diabetes tipe 1, maka risiko Anda atau anggota keluarga lain untuk terkena penyakit ini meningkat.

Bagaimana omega-3 dalam ASI bisa turunkan risiko diabetes tipe 1 pada anak?

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Diabetologia” mempelajari hubungan antara tingkat serum omega-3 dan autoimunitas. Tim peneliti dari National Institute of Health and Welfare, Helsinki, Finlandia, mencoba menyelidiki apakah asupan lemak asam tak jenuh ganda omega-3 dari ibu dapat membantu mencegah diabetes tipe 1 pada bayi.

Lemak omega-3 adalah subtipe lemak tak jenuh ganda, yaitu jenis lemak baik dan paling banyak ditemukan dalam ikan dan minyak ikan. Lemak ini juga dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, dan minyak nabati lainnya.

Dalam penelitian ini, tim peneliti menggunakan data dari Finnish Type 1 Diabetes Prediction and Prevention Study. Mereka memeriksa apakah kadar omega-3 tinggi dikaitkan dengan perkembangan autoimunitas pada anak-anak yang sudah memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 1.

Para peneliti kemudian memeriksa 7.782 bayi berusia antara 3-24 bulan yang berisiko secara genetik terkena diabetes tipe 1. Mereka memantau autoantibodi (protein yang diproduksi sistem kekebalan tubuh yang telah terbukti berhubungan dengan diabetes tipe 1) di sel pulau pankreas mereka, lalu diambil sampel darahnya secara rutin hingga usia 15 tahun.

Pulau pankreas adalah kelompok sel yang mengandung sel beta penghasil insulin. Selain itu, tim peneliti juga menggunakan kuesioner seputar makanan dan jurnal untuk melacak penggunaan susu formula dan ASI yang merupakan dua sumber utama asam lemak bayi.

Dari data yang ada, terutama bayi yang baru lahir, 240 di antaranya bersama dengan 480 kelompok kontrol mengembangkan kemungkinan autoimun. Para peneliti menganalisis sampel asam lemak serum yang telah dikumpulkan pada usia 3 dan 6 bulan. Kemudian, mereka juga mencari insulin dan autoantibodi asam glutamat dekarboksilase kedua usia tersebut, yang mana keduanya merupakan penanda diabetes tipe 1.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam lemak omega-3 serum tinggi menurunkan risiko autoimunitas insulin yang lebih rendah pada bayi. Secara khusus, asam docosahexaenoic dan asam docosapentaenoic yang tinggi tampaknya juga menurunkan risiko. Namun, rasio asam alfa linolenat yang tinggi terhadap asam docosahexaenoic, serta rasio besar omega-6 dengan omega-3 dikaitkan dengan risiko autoimunitas yang lebih tinggi.

1 dari 2 halaman

Konsumsi ASI perkecil risiko autoimunitas pada bayi

Selain itu, para peneliti juga menemukan korelasi antara asam lemak dan jenis pemberian susu. Bayi yang mendapat ASI mengalami peningkatan kadar asam lemak serum, seperti asam pentadekanoat, asam palmitat, asam docosapentaenoic, dan asam docosahexaenoic.

Bayi yang mendapat ASI memiliki risiko autoimunitas yang lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula berbasis sapi. Sebaliknya, asupan susu formula yang lebih tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko autoimunitas.

Dilansir dari Medical News Today, tim peneliti menyimpulkan bahwa beberapa komponen ASI, termasuk asam lemak, adalah pelindung, terutama dari ancaman autoimunitas awal. Selain itu, rantai panjang omega-3 tak hanya bagus pada bulan-bulan awal perkembangan, tetapi juga saat sistem kekebalan sedang matang dan diprogram.

Lewat sebuah penelitian, telah dibuktikan bahwa omega-3 dalam ASI dapat membantu turunkan risiko diabetes tipe 1 pada anak. Meski penelitian ini masih bersifat observasi dan membutuhkan penelitian lebih lanjut, tapi manfaat menyusui lebih dari itu. ASI adalah nutrisi terbaik bayi, mengandung antibodi untuk cegah virus dan bakteri, meningkatkan kecerdasan anak, dan masih banyak lagi. Untuk sang ibu, menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara dan kanker ovarium, menurunkan berat badan, hingga menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar