Sukses

Benarkah Rahim Bisa Stres?

Apakah fungsi rahim yang vital dalam sistem reproduksi dapat membuatnya stres? Ketahui lebih jelasnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Rahim adalah salah satu organ yang berada dalam kesatuan sistem reproduksi wanita. Organ ini terletak di bagian tengah dari rongga panggul, tepat di belakang kandung kemih, di depan rektum. Rahim terdiri dari beberapa bagian, yaitu fundus (bagian atas), korpus (bagian utama rahim), isthmus (bagian di antara korpus dan leher rahim), dan serviks (bagian paling bawah dari rahim). Rahim punya banyak fungsi vital dalam sistem reproduksi wanita. Apakah ini bisa akibatkan rahim stres?

Rahim—atau istilah medisnya adalah uterus—memiliki fungsi krusial dalam proses reproduksi manusia. Misalnya sebagai tempat penyimpanan hasil pembuahan sel telur wanita oleh sperma pria (zigot), yang nantinya akan berkembang menjadi janin selama kehamilan. Rahim akan terus menjaga janin dari gangguan luar tubuh hingga siap untuk dikeluarkan saat memasuki tahap persalinan.

Dalam siklus menstruasi, lapisan dinding terdalam rahim (endometrium) memiliki perannya tersendiri. Selama siklus menstruasi, endometrium menebal sesuai regulasi hormon reproduksi wanita. Jika sel telur wanita berhasil dibuahi oleh sperma pria, maka akan terjadi implantasi zigot pada endometrium. Sebaliknya, jika tidak terjadi pembuahan, maka endometrium akan luruh yang keluar sebagai darah menstruasi. Di samping itu, otot rahim juga berperan dalam proses persalinan, yaitu mendorong bayi keluar melalui vagina.

Apakah rahim bisa mengalami stres?

Mengetahui begitu banyak fungsi vital yang dimiliki dalam sistem reproduksi wanita, apakah rahim dapat mengalami stres? Pada prinsipnya, rahim diciptakan sedemikian rupa untuk melakukan beberapa fungsi yang telah disebutkan sebelumnya. Fungsi tersebut dapat terjadi selama wanita masih mengalami siklus menstruasi atau belum memasuki masa menopause.

Untuk menjalankan fungsi rahim, ada keterlibatan suatu mekanisme hormonal yang begitu rumit dan dipengaruhi oleh sistem lain yang berada di area tubuh lainnya. Adanya gangguan dari salah satu sistem tersebut tentu dapat mengganggu fungsi rahim. Belum lagi pengaruh faktor eksternal yang juga dapat menimbulkan masalah di rahim. Dengan demikian, dapat dikatakan rahim berpotensi mengalami berbagai masalah kesehatan, tapi tidak sampai stres.

Masalah kesehatan yang umumnya berhubungan dengan organ rahim antara lain:

1. Dismenore

Dismenore merupakan keluhan nyeri yang timbul setiap haid. Jenisnya ada dua, yaitu primer dan sekunder. Dismenore primer timbul sejak hari pertama haid dan akan pulih sendiri seiring semakin stabilnya hormon tubuh dengan berjalannya waktu. Dismenore sekunder terjadi setelah hari pertama haid, berlangsung lebih dari 3-4 hari, dan disertai mual, muntah, bahkan diare. Dismenore sekunder termasuk abnormal dan dapat disebabkan oleh beberapa kelainan seperti kista, polip, infeksi rahim, atau tumor sekitar kandungan.

2. Menoragia

Menoragia merupakan kondisi darah haid yang berlebihan dan dapat berlangsung lebih dari 7 hari. Kondisi ini dapat terjadi akibat beberapa hal, meliputi gangguan keseimbangan hormon estrogen dan progesteron, estrogen, mioma uteri, kehamilan ektopik, adenomiosis, radang panggul, hingga kanker rahim.

3. Pelvic inflammatory disease (PID)

Pelvic inflammatory disease merupakan proses infeksi yang terjadi di dalam rongga panggul. Kuman yang masuk ke dalam leher rahim dan menyebar ke area sekitarnya dapat menginfeksi beberapa organ, termasuk rahim. Gejalanya dapat berupa nyeri hebat di perut bawah, perubahan cairan vagina abnormal, nyeri saat berhubungan seksual, demam, nyeri saat buang air kecil, dan muntah.

4. Mioma uteri

Mioma uteri adalah tumor jinak yang tumbuh pada rahim. Tumor ini dapat berkembang di sel otot polos atau pun otot polos pembuluh darah rahim. Sering kali mioma uteri tidak menimbulkan gejala, sehingga kebanyakan wanita tidak menyadarinya. Namun, ada beberapa gejala yang dapat timbul, yaitu waktu haid yang memanjang, volume darah haid berlebihan, perut kembung, sulit buang air besar, dan nyeri saat berhubungan seksual.

5. Endometriosis

Endometriosis adalah pertumbuhan lapisan endometrium di bagian luar rahim. Lapisan endometrium merupakan lapisan dinding terdalam dari rahim. Pada endometriosis, dapat timbul beberapa gejala seperti nyeri panggul, nyeri saat menstruasi, nyeri saat berhubungan seksual, dan gangguan kesuburan (infertilitas).

6. Kanker rahim

Kanker rahim merupakan pertumbuhan sel yang tidak terkendali, yang menyerang organ rahim, dinding rahim, dan sekitarnya. Beberapa gejala kanker rahim yaitu perdarahan vagina, nyeri perut bawah, siklus haid tidak teratur, penurunan berat badan secara drastis, dan rasa tidak nyaman di area panggul.

Jadi, bisa dibilang rahim tidak bisa mengalami stres, tapi dapat mengalami berbagai masalah kesehatan. Secara umum, masalah-masalah kesehatan pada rahim dapat memengaruhi sistem reproduksi wanita secara menyeluruh, hingga menyebabkan infertilitas. Deteksi dan penanganan medis secara dini berpotensi memberikan hasil yang lebih baik. Mengingat setiap masalah di sistem reproduksi wanita memiliki beberapa gejala yang mirip, alangkah baiknya bila Anda segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami salah satu atau beberapa gejalanya tersebut.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar