Sukses

Benarkah Rahim Bisa Stres?

Rahim sebagai alat reproduksi wanita memiliki banyak fungsi. Namun bisakah rahim mengalami stres? Simak penjelasannya di sini.

Rahim adalah organ yang menjadi bagian dari sistem reproduksi wanita. Organ ini terletak di bagian tengah dari rongga panggul, tepat di belakang kandung kemih dan di depan rektum.

Rahim melakukan banyak fungsi penting dan vital untuk wanita. Misalnya dalam kesuburan, perkembangan janin, persalinan, dan lainnya. Lalu, apakah tugas-tugas tersebut bisa membuat rahim menjadi stres?

Fungsi Vital Rahim

Rahim, atau istilah medisnya disebut dengan uterus, memiliki fungsi krusial dalam proses reproduksi manusia.

Misalnya sebagai tempat penyimpanan hasil pembuahan sel telur wanita oleh sperma pria (zigot), yang nantinya akan berkembang menjadi janin. Rahim akan terus menjaga janin dari gangguan luar tubuh, hingga siap untuk dikeluarkan saat memasuki tahap persalinan.

Artikel lainnya: Benarkah Stres Picu Infertilitas?

Selain untuk pembuahan dan kehamilan, rahim juga berperan dalam proses persalinan. Pada rahim terdapat otot rahim yang berfungsi untuk mendorong bayi keluar melalui vagina.

Bagi wanita yang tidak hamil, rahim berperan dalam proses haid setiap bulannya. Selain itu, organ ini juga turut membantu menyokong berbagai organ di sekitarnya, seperti kandung kemih dan usus besar.

1 dari 3 halaman

Apakah Rahim Bisa Mengalami Stres?

Mengetahui begitu banyak fungsi vital yang dimiliki dalam sistem reproduksi wanita, apakah rahim dapat mengalami stres? Pada prinsipnya, rahim diciptakan sedemikian rupa untuk melakukan beberapa fungsi yang telah disebutkan sebelumnya.

Fungsi tersebut dapat terjadi selama wanita masih mengalami siklus menstruasi atau belum memasuki masa menopause.

Artikel lainnya: 5 Penyebab Terlambat Haid Selain Kehamilan

Rahim memiliki fungsi yang melibatkan berbagai hormon yang ada dalam tubuh. Adanya gangguan dari salah satu sistem tersebut tentu dapat mengganggu fungsi rahim. Belum lagi pengaruh faktor eksternal yang juga dapat menimbulkan masalah di rahim.

Dengan demikian, dapat dikatakan rahim berpotensi mengalami berbagai masalah kesehatan, tapi tidak sampai stres.

2 dari 3 halaman

Berbagai Masalah Kesehatan pada Rahim

Rahim yang sehat juga akan membuat sistem reproduksi menjadi sehat.

Ada berbagai gangguan medis yang bisa terjadi jika Anda tidak menjaga kesehatan reproduksi dengan baik, antara lain:

1. Dismenore

Dismenore merupakan keluhan nyeri yang timbul setiap haid. Jenisnya ada dua, yaitu:

  • Primer

Dismenore primer timbul sejak hari pertama haid dan akan pulih sendiri seiring dengan semakin stabilnya hormon tubuh.

  • Sekunder

Dismenore sekunder terjadi setelah hari pertama haid, berlangsung lebih dari 3-4 hari, dan disertai mual, muntah, bahkan diare. Dismenore sekunder termasuk abnormal dan dapat disebabkan oleh beberapa kelainan seperti kista, polip, infeksi rahim, atau tumor sekitar kandungan.

Artikel lainnya: Siklus Haid Tidak Teratur, Perlukah Khawatir?

2. Menoragia

Menoragia adalah keluarnya darah haid yang berlebihan dan dapat berlangsung lebih dari 7 hari. Kondisi ini dapat terjadi akibat beberapa hal, meliputi:

  • Gangguan keseimbangan hormon estrogen dan progesteron
  • Mioma uteri
  • Kehamilan ektopik
  • Adenomiosis
  • Radang panggul
  • Kanker rahim

3. Pelvic Inflammatory Disease (PID)

Pelvic inflammatory disease merupakan proses infeksi yang terjadi di dalam rongga panggul. Kuman yang masuk ke dalam leher rahim dan menyebar ke area sekitarnya dapat menginfeksi beberapa organ, termasuk rahim. Gejalanya dapat berupa:

  • Nyeri hebat di perut bawah
  • Perubahan cairan vagina abnormal
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Demam
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Muntah.

4. Mioma uteri

Mioma uteri adalah tumor jinak yang tumbuh pada rahim. Sering kali mioma uteri tidak menimbulkan gejala, sehingga kebanyakan wanita tidak menyadarinya. Namun jika bergejala, wanita dapat mengalami hal-hal ini:

  • Waktu haid yang memanjang
  • Volume darah haid berlebihan
  • Perut kembung
  • Sulit buang air besar
  • Nyeri saat berhubungan seksual.

Artikel lainnya: Benarkah Polip Rahim Bisa Memicu Kanker Rahim?

5. Endometriosis

Endometriosis adalah pertumbuhan lapisan endometrium di bagian luar rahim. Pada endometriosis, dapat timbul beberapa gejala seperti:

  • Nyeri panggul
  • Nyeri saat menstruasi
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Gangguan kesuburan (infertilitas)

6. Kanker rahim

Kanker rahim merupakan pertumbuhan sel yang tidak terkendali, yang menyerang organ rahim, dinding rahim, dan sekitarnya. Beberapa gejala kanker rahim yaitu:

  • Perdarahan vagina
  • Nyeri perut bawah
  • Siklus haid tidak teratur
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Rasa tidak nyaman di area panggul

Jadi, bisa dibilang rahim tidak bisa mengalami stres, tapi dapat mengalami berbagai masalah kesehatan. Secara umum, masalah-masalah kesehatan pada rahim dapat memengaruhi sistem reproduksi wanita secara menyeluruh, hingga menyebabkan infertilitas.

Mengingat setiap masalah pada sistem reproduksi wanita memiliki beberapa gejala yang mirip, alangkah baiknya bila Anda segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut. Dengan demikian, dapat dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan apa penyebab pasti keluhan Anda.

[NWS/ RS]

1 Komentar