Sukses

Ahok Pernah Kena DBD Akibat Jentik Nyamuk Berbiak di Dispenser

Jangan luput terhadap tempat-tempat yang dikira bersih, misalnya dispenser. Ahok pun pernah kena DBD akibat jentik nyamuk dari situ!

Klikdokter.com, Jakarta Bicara soal tempat berkembangnya jentik nyamuk demam berdarah, siapa sangka bahwa dispenser juga bisa menjadi salah satu area yang harus diwaspadai. Ya, dispenser ternyata bisa menjadi sarang berkerumunnya jentik-jentik Aedes aegypti. Setidaknya itulah yang pernah dialami oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada tahun 2015 silam, saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kondisi tersebut patut menjadi pelajaran bagi masyarakat.

Ahok yang baru saja keluar dari Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (24/1) lalu, mengatakan kepada Liputan6.com bahwa ia terjangkit virus dengue akibat kondisi dispenser sekuritinya yang kotor, tidak pernah dicuci berbulan-bulan, dan penuh dengan jentik nyamuk. Menurutnya, nyamuk Aedes aegypti lebih senang berkembang di air bersih dan bukan di air kotor, seperti genangan air di jalan raya ataupun selokan.

Oleh sebab itu, masyarakat mesti belajar dari pengalamannya. Jangan sampai terlena dengan pemikiran “Ah, tidak mungkin ada nyamuk di situ” dan akhirnya malah menjadi bumerang. Sebab, pada awalnya, Ahok dan keluarga juga tidak menyangka bahwa jentik nyamuk berasal dari tempat penampungan air bersih yang tertutup, seperti dispenser.

Pentingnya menerapkan gerakan 4M

Anjuran menguras dalam gerakan 4M untuk mencegah penyebaran demam berdarah sangat berperan dalam kasus ini. Sebab, langkah untuk menutup saja terbukti tidak berfungsi maksimal bila tempat penampungan air bersih tidak sering dikuras dan dibersihkan. Nyamuk adalah hewan yang sangat kecil. Meski Anda yakin bahwa tempat penampungan air bersih sudah tertutup rapat, tetapi dengan bentuknya yang kecil itu, mereka mampu masuk melalui celah-celah dan akhirnya menyebarkan jentik di sana.

Menaburkan bubuk abate pun seharusnya bisa dijadikan cara ampuh untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. Dispenser biasanya memiliki wadah untuk menampung air di bawahnya. Anda dapat menaburkannya di situ untuk membasmi jentik-jentik. Intinya, belajarlah dari pengalaman BTP mulai sekarang. Anda mesti sangat memperhatikan kondisi tempat-tempat tak terduga di dalam maupun sekitar rumah.

Selain tempat penampungan air bersih, beberapa tempat yang kerap kali luput diperhatikan adalah lokasi penggantungan pakaian. Kebiasaan menggantung banyak baju di balik pintu ataupun menyimpan pakaian di gantungan terbuka adalah tindakan yang berisiko untuk mendukung perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Maka, lipatlah pakaian yang memang sekiranya bisa dilipat ketimbang menggantungnya di tempat terbuka. Sebab, nyamuk sangat menyukai kain-kain yang tergantung sebagai “rumah nyaman” mereka. Andai kata Anda ingin tetap menggantung pakaian, sebaiknya gantunglah di lemari pakaian yang tertutup.

Sampai dua bulan ke depan, diperkirakan angka kasus demam berdarah terus meningkat. Usahakanlah untuk lebih waspada terhadap penyebaran demam mematikan ini. Melindungi diri dari gigitan nyamuk tersebut juga bisa dilakukan dengan mengaplikasikan losion anti nyamuk dan mengenakan pakaian lengan panjang atau celana panjang. Bila perlu, letakkan tanaman pengusir nyamuk, seperti sereh, lavender, zodia, dan geranium di halaman rumah Anda.

Ahok yang kini lebih ingin dipanggil BTP, pernah menyarankan, sebaiknya Anda menjalin kerja sama dengan para juru pemantau jentik (jumantik) nyamuk di wilayah masing-masing agar mereka bisa memeriksa jentik-jentik nyamuk yang berpotensi membahayakan kesehatan Anda sekeluarga. Selain menerapkan gerakan 4M, penting juga untuk mengenali gejala dan faktor risiko demam berdarah demi memastikan Aedes aegypti tidak menyerang Anda.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar