Sukses

Wanita Bertubuh Tinggi Cenderung Panjang Umur?

Banyak faktor yang menentukan panjang umur seseorang. Sebuah penelitian mengungkapkan, wanita bertubuh tinggi cenderung panjang umur.

Klikdokter.com, Jakarta Usia adalah misteri semesta yang tak ada seorang pun yang tahu. Namun, baru-baru ini, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa wanita yang bertubuh tinggi lebih mungkin untuk panjang umur. Tidak percaya?

Penelitian yang diterbitkan Journal of Epidemiology and Community Health ini mengungkap bahwa wanita yang berpostur lebih tinggi lebih mungkin untuk bertahan hidup sampai usia 90. Menurut mereka, wanita yang memiliki tinggi badan lebih dari 5 kaki 9 inci (sekitar 175 cm) cenderung hidup sampai usia 90-an, dibandingkan wanita yang lebih pendek dari 5 kaki 3 inci (sekitar 160 cm).

Tinggi badan wanita pengaruhi panjang umur

Penelitian ini berdasarkan studi yang dilakukan di Belanda kepada lebih dari 7.800 orang sejak tahun 1980-an. Mereka menemukan bahwa tinggi dan berat badan dapat memengaruhi umur seorang wanita, dibanding pada pria.

Sekitar 7.800 pria dan wanita Belanda berusia 68-70 tahun pada tahun 1986 memberikan informasi tentang berat badan mereka pada saat itu. Para responden juga memberikan informasi tentang berat dan tinggi badan mereka ketika berusia 20 tahun. Peneliti lalu mendata rincian aktivitas fisik para responden di waktu luang, termasuk berjalan atau bersepeda untuk menuju tempat kerja, olahraga, berkebun, dan jalan-jalan bersama binatang peliharaan.

Para partisipan dipantau sampai mereka meninggal atau berusia 90 tahun, tergantung mana yang lebih dulu dicapai. Hasilnya, sekitar 433 pria atau 17 persen mencapai usia 90 tahun. Sementara itu, ada 944 wanita atau 34 persen yang berhasil mencapai usia 90 tahun.

Yang menarik, wanita yang masih hidup pada usia 90 tahun rata-rata bertubuh lebih tinggi. Mereka memiliki berat lebih rendah di awal penelitian. Selain itu mereka mengalami pertambahan berat badan lebih sedikit sejak berusia 20 tahun, dibandingkan mereka yang lebih pendek dan lebih berat. Adapun pada pria, temuan ini tidak berlaku.

Studi juga menemukan, aktivitas fisik berdampak pada umur panjang, tetapi ini lebih berlaku bagi pria. Menurut penelitian itu, semakin banyak waktu yang dihabiskan pria untuk aktif secara fisik setiap hari, semakin besar peluang mereka untuk mencapai usia tua. Pria yang melakukan aktivitas fisik lebih dari 90 menit sehari, 39 persen lebih mungkin mencapai usia 90 daripada mereka yang tidak. Dan, setiap 30 menit tambahan akan meningkatkan 5 persen peluang mereka.

Sementara pada wanita, 30-60 menit aktivitas fisik setiap hari 21 persen lebih mungkin untuk mencapai usia 90. Namun, di luar rentang waktu tersebut, wanita tidak banyak mendapat manfaat lebih lanjut.Karena itu, menurut penelitian ini, waktu terbaik untuk wanita melakukan aktivitas fisik adalah 30-60 menit sehari.

1 dari 2 halaman

Faktor yang pengaruhi tingkat harapan hidup

Namun, tak cuma bentuk tubuh dan aktivitas fisik yang menentukan panjang tidaknya umur seseorang. Riset lain yang dilakukan di Newcastle University di Inggris menyebutkan bahwa ada banyak faktor yang memengaruhi tingkat harapan hidup seseorang. Salah satunya adalah faktor DNA atau kromosom antar-sel.

Menurut dr. Nadia Octavia, manusia pada umumnya memiliki dua kromosom. Wanita memiliki dua kromosom X, sedangkan pria satu kromosom X dan satu kromosom Y. “Memiliki dua kromosom X, membuat wanita lebih ‘beruntung’ karena memiliki penggandaan gen,” ucap dr. Nadia.

Itu karena, jika satu gen mengalami kerusakan, masih ada satu gen penggantinya. Tidak seperti pria, ketika sel-sel tubuhnya mengalami kerusakan, maka ketiadaan “gen pengganti” akan membuat pria rentan terkena berbagai penyakit.

dr. Nadia menambahkan, selain faktor gen, gaya hidup juga akan memengaruhi umur seseorang. “Faktor gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, atau pola makan tertentu dapat berdampak pada tingkat harapan hidup seseorang.”

Jadi, meski wanita bertubuh tinggi cenderung lebih panjang umur, ada beberapa faktor lain yang turut memengaruhi. Antara lain, aktivitas fisik, faktor DNA, gaya hidup, dan lingkungan turut memengaruhi harapan hidup seseorang. Karena itu, Anda yang bertubuh tidak terlalu tinggi, jangan berkecil hati ya!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar