Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Gejala Hipotermia Ringan dan Berat yang Mesti Diwaspadai

Gejala Hipotermia Ringan dan Berat yang Mesti Diwaspadai

Gejala hipotermia bisa berbeda-beda, tergantung dari gejala yang dialami penderita. Waspada, ini gejala hipotermia ringan dan hipotermia berat yang wajib diketahui!

Hipotermia adalah suatu kondisi yang menunjukkan suhu tubuh sangat rendah. Kondisi ini dapat mengancam nyawa apabila tidak segera ditangani dengan tepat.

Suhu tubuh normal manusia adalah 37 derajat Celsius. Seseorang dikatakan mengalami hipotermia apabila suhu tubuhnya berada di bawah 35 derajat Celsius.

Hipotermia dapat menyerang siapa saja, terutama anak-anak dan orang yang sudah lanjut usia. Kendati demikian, kondisi ini juga banyak ditemukan pada orang yang gemar melakukan aktivitas di luar ruangan; seperti mendaki gunung maupun olahraga air.

Gejala hipotermia terbagi menjadi ringan dan berat, tergantung kondisi yang dialami penderita. Keduanya sama-sama mesti diwaspadai, karena bisa berdampak fatal apabila terlambat ditangani.

Artikel Lainnya: Kenali 5 Bahaya Hipotermia bagi Kesehatan

1 dari 3 halaman

Gejala Hipotermia Ringan

Berikut adalah beberapa gejala hipotermia ringan yang mesti Anda waspadai:

  • Tubuh Terasa Dingin

Pada tahap awal, gejala hipotermia yang akan terjadi dapat berupa kondisi kulit yang mendadak dingin. Kondisi ini terjadi karena tubuh sedang berusaha menjaga suhu inti dengan memperkecil diameter pembuluh darah guna menjebak panas di dalam.

  • Menggigil

Menggigil merupakan bentuk kompensasi tubuh terhadap perubahan suhu. Gejala hipotermia ini dapat meningkatkan metabolik basal menjadi 2-5 kali lebih tinggi dibandingkan normalnya. 

Metabolik basal adalah energi yang diperlukan tubuh saat beristirahat untuk melancarkan pernapasan, peredaran darah, serta sistem pertahanan.

  • Perubahan Tekanan Darah

Selain merasa dingin, dalam tahap awal hipotermia biasanya tubuh akan memberikan respons dengan meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Kondisi ini juga biasanya disertai dengan laju napas cepat dan pendek. 

Akibat dari mengecilnya pembuluh darah dan meningkatnya tekanan darah, tak heran jika telapak tangan maupun kaki akan terasa dingin.

Artikel Lainnya: Mengenal Cara Kerja Selimut Anti Hipotermia

2 dari 3 halaman

Gejala Hipotermia Sedang hingga Berat

Jika gejala hipotermia awal tidak segera ditangani dengan cara tepat, keluhan yang lebih parah bisa saja muncul. Berikut ini adalah gejala hipotermia sedang hingga berat yang mesti diwaspadai, karena bisa mengancam keselamatan:

  • Gangguan Irama Jantung

Hipotermia yang tidak segera ditangani dengan tepat dapat menyebabkan perubahan irama jantung. Dalam kondisi ini, detak jantung akan berubah menjadi lambat dan tidak teratur sehingga membahayakan keselamatan. 

Beberapa tanda yang bisa dikeluhkan seorang dengan gangguan irama jantung, yaitu badan lemas dan sesak napas.

  • Penurunan Kesadaran

Apabila kondisi hipotermia tidak ditangani dengan cepat dan tepat, penderita dapat mengalami penurunan kesadaran. 

Awalnya, seseorang akan mulai kehilangan konsentrasi, meracau, dan kemudian berujung pada hilangnya kesadaran diri.

  • Henti Jantung dan Napas

Pada tahap yang lebih lanjut, gejala hipotermia yang bisa dirasakan penderita adalah gangguan hemodinamik. Jika kondisi ini tidak ditangani, henti jantung tak bisa dihindari lagi. 

Risiko henti jantung dapat semakin tinggi apabila suhu inti tubuh berada di bawah 32 derajat Celsius. Henti jantung dapat berujung pada kematian apabila terlambat ditangani.

Hipotermia mesti diatasi sejak dini, agar risiko komplikasi dapat dihindari. Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter apabila mengalami gejala hipotermia tahap awal. 

Untuk mencegah diri dari hipotermia berulang, gunakanlah pakaian hangat saat berada di suhu dingin atau hendak beraktivitas di musim hujan. Selain itu, hangatkan pula tubuh Anda dengan berbagai cara, misalnya membuat perapian atau menyalakan penghangat ruangan.

Punya pertanyaan mengenai gejala hipotermia ringan atau gejala hipotermia berat? Konsultasikan lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar