Sukses

5 Kebiasaan Ini Bisa Memperburuk Alergi yang Dialami Anak

Jika anak Anda menderita alergi terhadap hal tertentu, berhati-hatilah. Beberapa kebiasaan ini bisa memperburuk kondisi tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Kasus alergi yang dialami anak cukup tinggi jumlahnya, baik di Indonesia maupun seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyebutkan bahwa setidaknya 1-2 dari 10 orang anak di dunia mengalami alergi. Di Indonesia sendiri, diperkirakan sekitar 30 persen anak balita mengalami alergi.

Seputar alergi yang dialami anak

Alergi yang terjadi pada anak sangat beragam gejalanya dan bisa menyerang berbagai organ. Gejala gangguan pernapasan akibat alergi bisa berupa bersin-bersin, hidung tersumbat, batuk-batuk, atau sesak napas.

Selain itu, biasanya disertai dengan gejala mata berwarna merah, berair, dan gatal. Di saluran pencernaan, alergi dapat menyebabkan diare, perut melilit,  dan berat badan tak kunjung naik. Terakhir, pada kulit dapat muncul ruam-ruam merah, gatal, dan kulit kering.

Selain beragam gejalanya, beragam pula hal yang bisa menyebabkan alergi tersebut. Alergi bisa dicetuskan oleh debu, makanan, minuman, susu sapi, dan sebagainya. Di antara semua zat yang bisa mencetuskan alergi tersebut, salah satu yang paling sering  memicu kambuhnya alergi adalah debu, lebih tepatnya tungau pada debu rumah.

Tungau debu rumah bukanlah sekedar butiran debu kotor, melainkan jenis parasit berukuran sangat kecil yang memakan debu-debu di rumah. Parasit yang terdapat bersama kumpulan debu tersebutlah yang sering memicu alergi dan asma.

1 dari 2 halaman

Hindari kebiasaan ini

Untuk mencegah dan mengatasi alergi anak, hal yang paling penting dilakukan adalah mencegah anak terpapar debu. Namun tanpa sadar, ada beberapa kebiasaan di rumah yang menyebabkan anak justru menjadi lebih sering terpapar debu. Akibatnya, alerginya menjadi semakin berat. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan tersebut:

  1. Menepuk kasur setiap pagi

Dengan harapan membuat tempat tidur menjadi lebih bersih dan rapi, banyak orang tua yang merapikan tempat tidur anak dan menepuk-nepuk kasurnya. Jika Anda juga melakukannya, mulai sekarang hindarilah hal tersebut.

Menepuk kasur akan menyebabkan debu-debu yang menempel di tempat tidur dan seprei beterbangan. Debu tersebut lebih mudah dihirup anak dan dapat menimbulkan gejala alergi yang lebih berat. Alih-alih menepuk kasur, lebih baik cuci seprei seminggu sekali untuk membersihkan debu yang menempel.

  1. Menaruh banyak boneka di kamar tidur anak

Melihat kamar tidur si Kecil dihiasi banyak boneka memang hal yang menyenangkan, dan si Kecil juga pasti menyukainya. Namun bagi anak yang memiliki alergi, banyak boneka justru akan menyakitinya.

Boneka, terutama yang berbulu, bisa menjadi sarang yang menyenangkan bagi tungau debu rumah. Mainan yang disimpan di kamar anak sebaiknya adalah mainan yang mudah untuk dibersihkan atau dicuci, misalnya mainan balok kayu.

  1. Memelihara binatang

Sekalipun memelihara binatang memberikan manfaat bagi si Kecil, hal ini bisa jadi tidak menguntungkan buat anak yang mengalami alergi. Khususnya binatang berbulu seperti anjing, kucing, dan kelinci, bisa mencetuskan alergi anak.

Jika si Kecil betul-betul ingin memelihara binatang, pastikan bahwa binatang peliharaan selalu berada di luar rumah. Selain itu, anak harus selalu bertukar pakaian dan mencuci tangan setelah menyentuh hewan peliharaannya.

  1. Merokok di dalam rumah

Paparan asap rokok dapat membuat kondisi alergi anak semakin parah. Hal ini bukan hanya berlaku saat orang dewasa merokok di depan anak saja. Sebab, sisa asap rokok yang menempel di sofa, karpet, atau gorden juga berisiko menyebabkan alergi yang dialami anak menjadi lebih parah.

  1. Menyapu dengan sapu ijuk

Sapu ijuk merupakan peralatan yang lazim digunakan untuk menyapu rumah. Namun sebetulnya,  menyapu dengan sapu ijuk menyebabkan debu beterbangan secara tak kasat mata. Daripada menggunakan sapu ijuk, lebih baik gunakan mesin penyedot debu (vacuum cleaner) untuk membersihkan lantai rumah Anda.

Alergi yang dialami anak tak boleh dianggap sepele. Kebiasaan yang kurang tepat justru bisa memicu kekambuhan kondisi alergi semakin sering. Jika Anda memiliki anak yang menderita alergi, mulai sekarang hindari lima kebiasaan di atas agar alergi yang terjadi pada anak tak menjadi semakin berat karenanya.

[NP/ RVS]

3 Komentar