Sukses

Efektifkah Fogging untuk Basmi Nyamuk Demam Berdarah?

Demam berdarah semakin mewabah. Apakah fogging dapat dijadikan solusi untuk mencegah penyakit akibat nyamuk Aedes aegypti itu?

Klikdokter.com, Jakarta Musim hujan datang diiringi kesejukan. Sayang, penyakit juga ikut-ikutan mengiringi rintik hujan yang turun dari awan. Salah satu penyakit yang rentan terjadi di musim seperti ini adalah demam berdarah, yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Sebagai upaya pencegahan, pihak RT atau RW tempat Anda tinggal mungkin akan melakukan fogging di area yang menjadi tanggung jawabnya. Memang, fogging sering dijadikan sebagai salah satu tindakan memberantas jentik nyamuk demam berdarah.

Fogging itu sendiri merupakan teknik pengendalian vektor penyakit, khususnya nyamuk, dengan membunuh nyamuk dewasa dan jentiknya menggunakan racun serangga. Proses ini menggunakan bantuan mesin, yang akan mengeluarkan banyak asap berisi insektisida.

Fogging yang dilakukan di Indonesia menggunakan alat sederhana namun memerlukan keahlian khusus. Begitu juga dengan obat yang digunakan di dalamnya. Kegiatan pengasapan ini menggunakan bahan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa penyebab demam berdarah,” ujar dr. Kartika Mayasari.

Kendati sering dilakukan, efektivitas fogging terhadap pemberantasan nyamuk demam berdarah masih menjadi perdebatan. Sebagian menyebut efektif, sementara sisanya meragukan.

Menengahi hal tersebut, Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, dalam portal berita milik Kemenkes RI menyatakan bahwa fogging sebenarnya bukan strategi utama dalam menghalau demam berdarah. Beliau mengatakan, pencegahan terbaik adalah menjaga kebersihan dan menghilangkan jentik nyamuk.

Namun demikian, fogging tetap bisa digunakan sebagai upaya awal dalam membasmi nyamuk demam berdarah. Dalam hal ini, petugas dan masyarakat sama-sama dintutut untuk berperan melakukan persiapan supaya fogging berjalan dengan optimal. Beberapa persiapan yang dimaksud, meliputi:

  • Petugas perlu memeriksa peralatan sebelum digunakan dan mengetahui cara agar peralatan tersebut bisa bekerja dengan optimal.
  • Petugas wajib memperhatikan takaran obat yang digunakan dalam alat fogging, agar nyamuk benar-benar mati. Jika tidak tepat takarannya, bisa-bisa yang terkena dampaknya bukan nyamuk, tapi warga.
  • Petugas fogging perlu bertugas pada rentang waktu 9.00 sampai 15.00. Jika dilakukan terlalu pagi atau sore, fogging pun tidak akan efektif. Hal ini karena nyamuk sedang berada di tempat tersembunyi dan sulit dijangkau oleh asap fogging.
  • Petugas dan warga perlu menyebarkan informasi ke wilayah setempat beberapa hari sebelumnya. Hal ini penting agar warga yang belum tahu bisa segera bersiap-siap, misalnya dengan membuang barang-barang tidak terpakai yang menumpuk.
  • Warga yang tempat tinggalnya di-fogging perlu membuka semua pintu, agar asap bisa sampai ke dalam rumah.
  • Warga perlu menerapkan Gerakan 4M plus, yang terdiri dari: menguras dan menutup wadah air serta bak mandi, mengubur barang bekas yang dapat menampung air, memantau wadah air yang dapat menjadi sarang nyamuk, menggunakan obat nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, menaburkan abate, dan menghindari gigitan nyamuk.

Fogging memang bukan strategi utama dalam menghalau penyakit demam berdarah, Namun, tindakan ini dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk mencegah wabah dari penyakit tersebut. Sebagai warga, Anda juga dituntut untuk berperan dalam menyukseskan upaya pemerintah memberantas penyakit demam berdarah dari Indonesia.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar