Sukses

5 Makanan Olahan Sehat Rekomendasi Ahli Diet

Menurut ahli gizi, tidak semua makanan olahan buruk bagi kesehatan. Ada banyak yang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi secara tepat.

Klikdokter.com, Jakarta Makanan olahan adalah makanan yang telah melewati proses tertentu, seperti pengeringan, pengalengan, pemanasan, dan pembekuan. Makanan ini memang dapat membuat hidup Anda terasa lebih praktis dan mudah. Dengan membeli makanan yang biasanya dikemas dalam bentuk kaleng atau plastik ini, Anda tidak butuh waktu lama untuk menyajikan makanan.

“Makanan olahan memang dapat menghemat waktu Anda di dapur. Namun, jenis makanan ini jika dikonsumsi secara rutin, tentu akan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi tubuh Anda,” ujar dr. Muhammad Anwar Irzan dari KlikDokter.

Namun begitu, menurut ahli gizi, tidak semua makanan olahan buruk bagi kesehatan. Ada beberapa makanan olahan yang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi secara tepat. Dilansir dari Prevention, berikut lima makanan olahan sehat rekomendasi ahli diet.

  1. Biji chia

Biji chia mengandung asam lemak omega-3 dan kalsium nabati tinggi, dua nutrisi penting yang kerap diabaikan masyarakat. Satu ons makanan ini mengandung serat hingga 11 gram.

Sebuah studi pada 2019 yang dipublikasikan dalam jurnal Lancet mengonfirmasi bahwa makan 25-29 gram serat setiap hari bisa membuat Anda panjang umur. Tambahkan biji chia pada smoothie, yogurt, semangkuk oatmeal , atau membuat puding biji chia untuk camilan sehat saat senggang.

  1. Kacang kaleng

Kacang kaleng sering kali diisi dengan garam untuk membantu mengawetkan. Meski begitu, Anda bisa mengurangi kadar garam dengan membilas kacang menggunakan air sebelum dikonsumsi. Upaya tersebut dapat mengurangi kadar natrium dalam kaleng hingga 40 persen.

Saat lapar melanda di malam hari, camilan sehat seperti kacang kaleng dapat menjadi penyelamat. Kacang buncis dalam kaleng misalnya, merupakan penyuplai kandungan potein nabati sekaligus sumber serat yang baik.

  1. Bubuk matcha

Orang-orang menambahkan bubuk matcha ke smoothie, kue, oat, dan makanan lainnya untuk alasan yang baik. Matcha adalah teh bubuk yang dibuat dengan cara menggiling daun teh hijau.

Teh hijau memiliki manfaat untuk fokus dan daya ingat. Akan tetapi, bubuk teh hijau matcha bisa lebih berkhasiat. Sebuah tinjauan terhadap 49 uji coba dari jurnal Current Pharmaceutical Design menunjukkan bahwa kandungan L-theanine dan kafein dalam matcha mampu meningkatkan suasana hati, kinerja kognitif, dan ketajaman daya pikir.

  1. Susu cokelat

Banyak ahli gizi merekomendasikan susu cokelat untuk diminum setelah berolahraga karena memiliki rasio karbohidrat dan protein yang sempurna. Tak hanya buat anak-anak, susu cokelat juga penting dikonsumsi orang dewasa.

Rasio 3: 1 karbohidrat terhadap protein dalam susu cokelat telah dipelajari secara luas dan ditemukan untuk membantu otot-otot yang lelah pulih dan mencegah nyeri otot. Ketimbang konsumsi minuman berenergi usai berolahraga, kenapa tak coba susu cokelat?

  1. Olahan kedelai

Segala macam makanan dan minuman hasil olahan kedelai menjadi rekomendasi buat hampir seluruh kalangan. Kandungan protein di dalamnya, cocok sebagai alternatif makanan di segala momen. Tahu dan tempe misalnya, mudah didapatkan di Indonesia.

Bagi para vegetarian, vegan, atau bahkan mereka yang mencoba makan lebih sedikit daging, tahu adalah pilihan yang bagus dengan 9 gram protein hanya dalam 3 ons, serta kaya akan kalsium. Selain itu, teksturnya juga lembut dan terasa enak di mulut.

Beberapa makanan olahan lainnya seperti minyak zaitun, yoghurt, hingga ikan kaleng juga bisa memberikan manfaat kesehatan buat Anda. Tapi ingat, tetap dahulukan makanan alami hasil masak sendiri karena lebih sehat dan terjamin prosesnya.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar