Sukses

Tasya Kamila Berbagi Pengalaman Seru tentang Kehamilan Pertama

Mulai dari ngidam yang super random sampai suami yang kian protektif, Tasya Kamila membagikan kisah kehamilan pertamanya yang menarik.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika mendengar nama Tasya Kamila, mungkin yang pertama kali terbayang oleh Anda adalah sosoknya saat masih menjadi penyanyi cilik. Wajahnya yang imut-imut, suaranya yang menggemaskan, dan tingkahnya yang ceria. Ya, kesan tersebut memang sangat lekat dengan wanita kelahiran 1992 itu. Bahkan, masih ada saja masyarakat yang memanggilnya dengan sebutan “Tasya Anak Gembala” karena lagu hitsnya yang sangat membekas di hati generasi 90-an. Saat ini, Tasya yang kala bocah pernah menjadi model sebuah produk pasta gigi, sedang menikmati kehamilan pertamanya.

Dijumpai oleh KlikDokter di bilangan Jakarta Selatan bulan lalu, Tasya Kamila telah bertransformasi menjadi sosok wanita dewasa yang kian jelita. Di usianya yang kini sudah menginjak 26 tahun, istri Randi Bachtiar itu dengan terbuka membagikan kisah kehamilan pertamanya.

Saat berbincang dengan KlikDokter, usia kehamilan Tasya sudah memasuki trimester kedua, atau sekitar 4 bulan. Tasya dan Randi menikah pada 5 Agustus 2018, dan kehamilan Tasya bisa dibilang cukup cepat. Padahal, mereka sendiri tidak punya target khusus yang mengharuskan Tasya untuk cepat memiliki momongan. Meski tak punya target khusus, sedari awal pasangan muda ini memang telah memiliki dua rencana.

“Kami pasti berusaha untuk memiliki anak, walaupun kami tidak terlalu mikir harus secepat itu,” kata Tasya. Ia mengaku amat bersyukur dengan anugerah tersebut.

Jadwal aktivitas tetap padat

Saat seorang wanita mengandung, umumnya cukup banyak kekhawatiran dan perubahan yang dialami. Lantas, bagaimana dengan Tasya? Rupanya, wanita yang pernah mengenyam pendidikan master di Amerika Serikat ini mengaku santai-santai saja saat hamil. Ia tidak terlalu memikirkan banyak hal yang bisa membuatnya stres. Tasya bahkan tidak mengurangi kepadatan aktivitasnya.

“Dari sebelum menikah, jadwalku sudah penuh sampai Februari 2019. Bahkan sampai Maret. Jadi, aku nggak bisa mengurangi aktivitasku karena sudah ada kontraknya dan itu kewajiban yang mesti aku penuhi.” papar Tasya.

Pasalnya, semenjak lulus dari Universitas Indonesia dan School of International and Public Affairs di Amerika Serikat, banyak sekali kampus di negeri ini yang mengundang Tasya sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman studi dan pengalaman kegiatan sosial yang telah dilakoninya.

Hampir setiap minggu Tasya mesti ke luar kota untuk menjadi bintang tamu sebuah acara. Tasya sangat bersyukur bahwa kehamilannya sungguh tidak merepotkan. Tidak ada mual berlebih ataupun komplikasi yang mengkhawatirkan. Kalaupun ada mual, kondisi tersebut tidak datang tiap hari dan hanya berlangsung saat trimester pertama. Jadi, aktivitasnya sekarang berjalan dengan mudah tanpa gangguan berarti.

1 dari 2 halaman

Cukup tidur untuk kehamilan yang sehat

Di tengah padatnya jadwal aktivitasnya, Tasya sadar bahwa untuk mendapatkan kehamilan yang sehat ia juga perlu istirahat yang cukup. Kondisi itu selalu coba diwujudkannya.

“Aku tetap mengusahakan istirahatku cukup. Aku sudah nggak begadang. Jam 10 malam sudah coba untuk tidur. Intinya, bukan aktivitasnya yang dikurangi, melainkan istirahatnya yang diperbanyak,” Tasya menegaskan.

Selain memperbanyak waktu istirahat, Tasya juga mengaku sangat menjaga berat badannya. Meski ia tampak santai dengan jadwal pribadinya yang padat, Tasya toh kerap mengkhawatirkan berat badannya selama hamil.

“Aku nggak mau naik lebih dari 1 kg per bulan,” kata Tasya.

Ada satu perubahan menarik yang dialami oleh Tasya sejak hamil. Menurut suaminya, Tasya menjadi lebih romantis dan mudah kangen! Sedangkan di mata Tasya, suaminya kian hari kian penuh perhatian, bahkan makin protektif. Tak jarang saat Tasya belum minum susu hamil ataupun suplemen, Randi terus “meneror” Tasya untuk segera meminumnya.

Ngidam yang tak tertahankan

Sebagian orang percaya bahwa ngidam itu benar adanya. Sedangkan, sebagian lagi menganggapnya sebagai mitos. Dan Tasya termasuk orang yang sangat percaya dengan ngidam karena ia mengalaminya sendiri.

“Aduh, banyak banget ngidamnya. Kalau ada yang bilang ngidam itu mitos atau apa, beneran deh ngidam itu ada! Karena keinginannya itu sulit banget ditahan,” kata Tasya, ketika bercerita tentang ngidam yang dialaminya.

Tasya mengakui bahwa sejak sebelum menikah, ia sering mengidamkan sesuatu, terutama makanan. Dan ketika hamil, perasaan ngidam Tasya justru makin parah!

Dari sekian banyak makanan, buah-buahanlah yang paling banyak ingin dilahap Tasya. Ia mengaku, sewaktu-waktu ia bisa saja ingin makan buah delima, kemudian buah manggis, buah salak, dan bisa berubah jadi ingin makan duku.

Ia pun pernah ngidam camilan yang tidak ada di Indonesia. Karena kebetulan ada keluarga yang sedang berada di luar negeri, Tasya akhirnya minta dibelikan.

Ada satu lagi pengalaman ngidam yang lucu dari Tasya. Sebelum hamil, dirinya sangat tidak suka makanan pedas. Tapi saat hamil trimester pertama, ia menjadi sangat suka makanan pedas. Namun anehnya, begitu memasuki trimester kedua ini, hasratnya untuk makan makanan pedas pun hilang begitu saja!

Dalam perjalanan kehamilan pertamanya, Tasya Kamila bertekad untuk menjaga kandungannya selalu sehat, agar buah hatinya bisa terus sehat sampai lahir kelak. Ia dan Randi yang sama-sama belum mengetahui jenis kelamin bayi dalam kandungan berharap bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak pertama mereka. Keduanya bertekad dengan segala pengalaman, ilmu dan life skill yang mereka miliki, bisa  berguna untuk tumbuh kembang anaknya di kemudian hari.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar