Sukses

Bagaimana Menjelaskan Kematian Pada Anak?

Perihal kematian harus dijelaskan dengan bahasa yang sederhana dan tepat sesuai dengan perkembangan anak.

Klikdokter.com, Jakarta Kematian, terutama orang yang dekat atau dikasihi, bukanlah hal yang mudah dihadapi. Tidak gampang juga membicarakan topik ini, terlebih kepada anak. Anda sebagai orang dewasa mungkin merasa bahwa percakapan mengenai kematian terlalu berat untuk anak-anak.

Meski demikian, hal yang perlu disadari adalah kematian merupakan kejadian yang tidak terelakkan. Cepat atau lambat anak akan menghadapi kematian, baik anggota keluarganya atau orang terdekat. Ada yang harus menghadapi kematian mendadak akibat kecelakaan atau serangan penyakit tertentu, ada pula yang disebabkan oleh penyakit kronis yang sifatnya lama.

Sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk memastikan anak sadar akan hal tersebut, dan anak harus tahu bahwa tidak ada yang salah dengan membicarakan kematian. Sayangnya, banyak orang tua memilih untuk menghindari topik ini dengan anak atau mencoba menyampaikannya dalam pernyataan-pernyataan yang kurang tepat, seperti menyebut kematian sebagai “pergi untuk waktu yang lama” atau “tidur yang panjang”.

Untuk beberapa saat, kalimat tersebut mungkin dapat diterima oleh anak. Namun, ia tetap tidak mendapat gambaran jelas mengenai kematian, mengapa setiap orang akan meninggal, dan hanya akan meninggalkan kebingungan bahkan frustrasi dalam benaknya.

Untuk menolong Anda menjelaskan topik kematian kepada anak, berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda catat baik-baik sebelum memulai pembicaraan.

  • Jelaskan dengan bahasa sederhana dan jelas

Anda tetap bisa menjelaskan perihal kematian dalam bahasa sederhana tanpa mengurangi makna dan akurasinya. Saat menyampaikan sebuah berita kematian, sampaikan sejelas-jelasnya dengan sederhana, misalnya “Ibu punya kabar untuk Adik. Kakek meninggal dunia pagi tadi”. Kalimat tersebut sudah cukup untuk menyampaikan kabar duka.

Hindari menggunakan frasa “Kakek sudah tidur yang panjang” atau “Kakek pergi sangat lama dan tidak akan bertemu kita lagi”. Meskipun kedengaran benar, pernyataan tersebut sebenarnya tidak menjelaskan kematian sama sekali.

  • Beri anak waktu untuk merespons

Setelah menyampaikan kabar kematian, beri anak waktu untuk merespons kalimat Anda. Biasanya pada momen ini, anak akan terdiam dan tampak bingung. Saat ini pula, Anda harus bersiap untuk kemungkinan ia bertanya hal yang lain mengenai kematian.

  • Sampaikan fakta-fakta dasar tentang kematian

    Ada empat fakta dasar mengenai kematian yang perlu Anda sampaikan kepada anak:

    1. Kematian bersifat permanen. Seseorang yang sudah meninggal dunia tidak dapat ditemui atau dihubungi kembali. Bila Anda menjelaskan kematian sebagai kepergian yang panjang, anak masih memiliki harapan untuk bertemu dengan orang tersebut.
    1. Seluruh organ tubuh berhenti berfungsi saat meninggal. Anda dapat menyampaikan kalimat “Jantung kakek berhenti berdetak, tangannya juga tidak dapat memeluk adik lagi, karena kakek sudah meninggal”. Hal ini menjadi penjelasan sederhana mengenai apa yang terjadi pada tubuh seseorang yang meninggal.
    1. Semua makhluk hidup akan meninggal. Setiap manusia nantinya akan meninggal. Sampaikan hal ini dengan singkat kepada anak. Anda pun harus menganggukkan kepala bila ia bertanya apakah dirinya dan Anda juga akan meninggal suatu saat nanti.
    1. Beberapa kematian disebabkan oleh kondisi penyakit tertentu. Kematian dapat terjadi karena berbagai sebab, dan beberapa disebabkan oleh penyakit tertentu.

Apakah semua fakta tersebut harus dijelaskan kepada anak? Tentu tidak. Anda dapat menjelaskannya secara perlahan dan bertahap sesuai dengan kesiapan anak.

  • Bangun suasana tenang, dan bicara dengan lemah lembut

Kematian sendiri sudah menimbulkan ketegangan. Karena itu, jangan bicarakan dalam suasana yang tegang. Sedapat mungkin, bicaralah dengan tenang dan bahasa yang lemah lembut. Biarkan anak menangkap pesan Anda bahwa layaknya kelahiran, kematian pun adalah proses yang natural dalam hidup.

  • Selalu jujur

Jangan ragu untuk menyatakan ketidaktahuan Anda bila anak bertanya sesuatu yang Anda belum tahu jawabannnya. Juga bila Anda merasa sedih karena kematian seseorang, tidak ada salahnya dengan jujur memperlihatkan emosi dan kesedihan Anda. Anak akan belajar bagaimana mengekspresikan dan mengatasi rasa sedih.

Bukanlah hal yang mudah menjelaskan kematian kepada anak. Namun, berbekal informasi di atas Anda dapat memulai membicarakannya dengan sederhana dan tepat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar