Sukses

Turunkan Risiko Kanker Usus dengan Rutin Konsumsi Serat

Kanker usus kian ditakuti masyarakat karena makin banyak merenggut nyawa. Turunkan risikonya dengan rutin mengonsumsi makanan kaya serat.

Klikdokter.com, Jakarta Pada hari Minggu (20/1) lalu, istri Ustaz Maulana, yaitu Nuraliyah Ibnu Hajar, meninggal dunia akibat sakit kanker usus. Meski akhirnya diketahui kalau sang istri sudah menderita kanker usus selama tujuh tahun, toh nyatanya penyakit tersebut baru terdeteksi setahun belakangan ini. Sebelumnya, pada Senin 22 Oktober 2018 lalu, model senior, Titi Qadarsih, juga meninggal dunia akibat penyakit yang sama.

Semakin banyaknya orang yang meninggal akibat kanker usus turut meningkatkan kewaspadaan masyarakat untuk mencari tahu cara pencegahannya. Ternyata, cara untuk mencegahnya cukup mudah, yakni dengan rutin mengonsumsi serat.

Konsumsi serat untuk pencernaan sehat

Pendapat tersebut dibenarkan oleh dokter bedah asal Irlandia yang bernama dr. Denis Burkitt. Pada 1971, dr. Burkitt menemukan bahwa penduduk Afrika memiliki angka kasus kanker usus yang lebih rendah ketimbang penduduk Amerika.

Rupanya kodisi itu dipengaruhi oleh faktor makanan yang dikonsumsi. Penduduk Afrika mengonsumsi lebih banyak serat ketimbang penduduk Amerika. Masyarakat Negeri Paman Sam lebih banyak dan sering mengonsumsi daging serta makanan olahan sehingga risiko untuk terkena kanker usus semakin tinggi.

Sementara itu, dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter juga menyetujui bahwa jumlah serat harian yang dikonsumsi erat kaitannya dengan risiko kanker usus di kemudian hari.

“Mereka yang sehari-hari banyak mengonsumsi serat terbukti memiliki risiko kanker usus besar yang lebih rendah, yakni 20-30 persen,” tutur dr. Karin.

Menurutnya lagi, bila Anda mengonsumsi makanan berserat secara teratur dan mencukupi kebutuhan hariannya (30-35 gram), massa feses akan lebih berat sehingga lebih mampu terdorong keluar dan buang air besar Anda menjadi lancar.

“Intinya, serat bisa mempersingkat waktu transit kotoran di usus besar. Kondisi itulah yang akhirnya bisa menurunkan risiko dari kanker usus,” dr. Karin menambahkan.

Pilih sumber serat yang tepat

Serat umumnya didapat dari sayur dan buah-buahan. Kendati demikian, Anda tak boleh melupakan biji-bijian bila sedang membicarakan soal kebutuhan serat.

Bahkan, berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam The British Medical Journal, asupan serat alami dari gandum dan biji-bijian lebih berkhasiat dalam mencegah berbagai penyakit, khususnya yang bersumber di usus.

Hal tersebut juga didukung oleh penelitian lain dari Imperial College London, Inggris. Dilaporkan, hanya dengan mengonsumsi 10 gram gandum dan biji-bijian setiap hari, risiko kanker usus turun sebanyak 10 persen.

Tak hanya itu, serat dari gandum utuh dan bijian-bijian, seperti beras merah, roti gandum, oatmeal, dan kacang-kacangan, juga mampu menurunkan risiko kanker usus sekaligus penyakit lainnya, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, obesitas, dan penyumbatan pada pembuluh darah. Jadi, bila Anda mengombinasikan serat antara gandum dan kacang-kacangan dengan buah dan sayur, maka manfaat yang didapat pasti akan jauh lebih maksimal.

Ketimbang mengisi perut dengan sarapan yang tidak sehat, seperti gorengan dan mi instan, sebaiknya buatlah semangkuk oatmeal yang dicampur dengan susu, madu, dan potongan aneka buah.

Bila Anda ingin jenis sarapan yang lebih gurih, Anda bisa memasak oatmeal seperti layaknya bubur Manado. Ya, dicampur dengan beragam jenis sayur dan potongan ikan. Selain enak dan mengenyangkan, sarapan yang kaya akan serat seperti itu pasti akan menjauhkan Anda dari kanker usus di kemudian hari.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar