Sukses

Cegah Penyakit Mematikan dengan Konsumsi Ini

Beberapa jenis penyakit mematikan rentan menyerang. Waspadalah. Cegah dengan konsumsi ini!

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa waktu silam Badan Kesehatan Dunia (WHO) sempat merilis daftar penyakit mematikan. Disebutkan bahwa beberapa penyakit yang masuk ke dalam kategori tersebut adalah penyakit jantung iskemik, stroke, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), infeksi saluran napas bawah, dan penyakit otak adalah keadaan mematikan

WHO melakukan publikasi tersebut agar penduduk dunia waspada serta mampu melindungi diri dari segala potensi bahaya dan faktor risikonya. Dengan demikian, angka kematian di seluruh negara akibat penyakit mematikan tersebut dapat ditekan.

“Dari tahun ke tahun, stroke dan serangan jantung saling bertukar posisi menduduki peringkat satu sebagai penyebab kematian di seluruh belahan dunia. Dua penyakit tersebut memang selalu menjadi momok bagi dunia kesehatan dan sulit sekali dikalahkan,” ujar dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

Pentingnya serat untuk cegah penyakit berbahaya

Nah, sebagai manusia yang tak ingin mengalami penyakit mematikan tersebut, Anda harus waspada dan berusaha mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat sejak saat ini. Anda pun perlu meningkatkan konsumsi makanan yang disinyalir mampu menangkal segala penyakit mematikan. Makanan apa yang dimaksud? Serat!

Dilansir dari TIME, penelitian yang dipublikasikan lewat The Lancet menunjukkan betapa bermanfaatnya serat untuk mencegah penyakit mematikan. Disebutkan bahwa orang yang makan lebih banyak serat mampu menurunkan risiko penyakit jantung, strok, diabetes tipe 2, kanker usus besar, serta risiko kematian dini karena penyakit lainnya sebesar 15 hingga 30 persen. Untuk setiap tambahan 8 gram serat yang dikonsumsi, risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker usus besar turun 5 sampai 27 persen.

Masyarakat Indonesia kurang konsumsi serat

Sayang, apa yang diungkapkan oleh penelitian tersebut rupanya belum sepenuhnya dapat diterapkan oleh masyarakat Indonesia. Hal ini karena Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan mengungkap bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih kurang mengonsumsi serat yang bisa didapat dari berbagai jenis sayur maupun buah-buahan.

“Sebesar 93,5 persen penduduk di atas usia 10 tahun kurang makan sayur dan buah. Hal ini tak dapat disepelekan. Kurangnya konsumsi serat dapat menyebabkan sembelit dan meningkatkan risiko kanker usus besar,” tutur dr. Resthie Rachmanta dari KlikDokter, merujuk pada data dari Riskesdas tahun 2013.

Jika Anda termasuk orang yang jarang mengonsumsi sayur atau buah, mulai saat ini sebaiknya ubahlah kebiasaan tersebut. Anda harus mulai mengisi sebagian besar piring makan dengan sayur, buah-buahan, biji-bijian maupun kacang-kacangan. Sebuah pedoman diet terbaru merekomendasikan agar wanita makan 25 gram serat sehari, sedangkan pria 38 gram sehari.

Selain itu, jangan lupa juga untuk mengombinasikan pola makan kaya serat dengan penerapan gaya hidup sehat, yaitu berolahraga secara rutin dan teratur, cukup istirahat, kelola stres dengan baik, jauhi rokok dan alkohol. Dengan itu semua, kesehatan Anda selalu terjaga dan Anda pun dapat terhindar dari beragam penyakit mematikan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar