Sukses

Kiat Merawat Penderita Demam Berdarah di Rumah

Merawat penderita demam berdarah di rumah tidak selalu mudah. Ini karena Anda harus mengawasi kondisi penderitanya setiap saat. Supaya tidak salah, cek caranya ini!

Banjir yang melanda Jabodetabek sejak Rabu (1/1) lalu tentunya membuat sejumlah masyarakat terhenti aktivitasnya. Apalagi, Anda sibuk untuk membersihkan rumah bekas kebanjiran. Namun, sebaiknya tetap berhati-hati terhadap bakteri dan virus yang mungkin ada di sekitaran bekas banjir, terutama Demam Berdarah (DBD). Kira-kira apa yang harus dilakukan bila ada anggota keluarga terkena DBD harus dirawat di rumah.

Banjir pada awal 2020 ini memang membuat sekitar 30 ribuan orang harus mengungsi dari tempat tinggalnya. Menurut Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG),  curah hujan yang terjadi pada Rabu (1/1) lalu adalah yang tertinggi selama 24 tahun terakhir, yakni sekitar 377 mm/hari.

Tentunya, masalah kesehatan harus diperhatikan selama banjir berlangsung hingga surut. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungannya untuk mengantisipasi serangan wabah penyakit, seperti diare, DBD, tifus, dan lainnya.

Apabila ada anggota keluarga yang sudah terserang DBD, tetaplah tenang. Merawat orang yang sedang DBD memang tidak selalu mudah, terlebih tidak ada metode khusus yang dapat menyembuhkan demam berdarah. Pengobatan hanya bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah infeksi semakin parah. Namun, biasanya dokter akan menyarankan penderita untuk minum banyak air untuk mencegah dehidrasi

Artikel Lainnya: Waspada, Ini Cara Cegah Terinfeksi Bakteri Saat Banjir

1 dari 3 halaman

Cara Merawat Penderita Demam Berdarah di Rumah

Merawat penderita demam berdarah di rumah, berarti Anda harus siap mengeceknya setiap beberapa waktu. Ini karena penderitanya bisa mendapatkan serangan demam naik-turun. Bahkan, ada yang sangat tinggi sekali suhunya sehingag bisa membahayakan kesehatan. Berikut kiat-kiat yang dapat Anda terapkan dalam merawat penderita demam berdarah di rumah. Terutama untuk penderita DBD dengan demam.

  • Tirah baring atau bed rest. Usahakan penderita demam berdarah bisa beristirahat di tempat tidur sebanyak mungkin.
  • Atasi suhu tubuh yang tinggi (di atas 38 derajat Celsius). Berikan asetaminofen atau parasetamol tiap 6 jam jika perlu. Hindari memberikan obat penurun panas seperti ibuprofen, aspirin, atau obat lain yang mengandung aspirin. Hal ini dikarenakan aspirin dapat meningkatkan risiko perdarahan pada mereka yang mengalami demam berdarah.
  • Kompres tubuh penderita dengan air suam-suam kuku (lukewarm) jika suhu badan tetap tinggi. Gunakan kain yang telah dibasahi dan letakan di leher bagian belakang, sela ketiak, dan pangkal paha agar suhu lebih cepat turun. Hindari air dingin karena dapat membuat penderita menggigil, atau membuat tubuh seolah mengalami kedinginan, yang justru akan menyebabkan kenaikan suhu.

Artikel Lainnya: Banjir Jakarta, Waspadai 8 Penyakit Ini

  • Berikanlah penderita banyak cairan dan perhatikan tanda-tanda dehidrasi. Dehidrasi bisa terjadi saat penderita demam, muntah, atau tidak minum untuk mencukupi kebutuhannya. Segera bawa anggota keluarga ke klinik atau unit gawat darurat jika terlihat tanda-tanda berikut ini.
    • Jumlah air seni berkurang.
    • Sedikit atau tidak ada air mata ketika menangis.
    • Mulut, lidah, atau bibir kering.
    • Mata terlihat cekung.
    • Lesu, atau justru sangat gelisah dan bingung.
    • Hitungan detak jantung atau nadi yang cepat, yakni >100x/menit.
    • Ujung jari tangan dan kaki yang dingin atau lembap.
    • Terdapat cekungan mengarah ke dalam pada kepala bayi.
2 dari 3 halaman

Pada penderita DBD dengan demam yang sudah mereda:

Anda juga harus amati tanda-tanda peringatan yang berbahaya. Fase kritis demam berdarah justru terjadi saat demam menurun. Perhatikan hal ini pada hari ketiga hingga ketujuh sejak gejala demam berdarah muncul. Segera kembali ke fasilitas kesehatan jika terdapat satu atau lebih gejala berikut ini.

  • Nyeri perut yang hebat atau muntah terus-menerus.
  • Titik-titik atau bercak kemerahan pada kulit.
  • Perdarahan dari hidung atau gusi.
  • Muntah darah atau adanya darah pada feses.
  • Kulit yang pucat, dingin, atau terasa lembap.Kesulitan bernapas.

Cegah penyebaran demam berdarah di dalam rumah Anda dengan menerapkan gerakan 4M plus sebagai berikut:

  • Menguras dan menutup rapat tempat penampungan air.
  • Mengubur barang bekas yang dapat menampung air.
  • Memantau wadah air yang dapat menjadi sarang nyamuk.
  • Menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat antinyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, memasang kasa antinyamuk, menaburkan bubuk larvasida ke dalam tempat penampungan air, dan sebagainya.

Demam berdarah merupakan suatu infeksi yang akan sembuh dengan sendirinya, jika tanda dan gejalanya diperhatikan dengan baik dan kebutuhan cairan bagi penderita tercukupi. Untuk mengantisipasi terjadinya komplikasi, bawalah penderita ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan apakah gejalanya ringan atau malah berbahaya. Dengan demikian, Anda tahu langkah apa selanjutnya yang harus dilakukan untuk merawat penderita demam berdarah di rumah.

Jika masih ada pertanyaan mengenai DBD bisa langsung klik tanya dokter. Dokter kami segera menjawab pertanyaan Anda.

[RS/ RVS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar