Sukses

4 Tantangan yang Akan Anda Hadapi di Pernikahan Kedua

Pernikahan kedua bisa memberikan tantangan tersendiri bagi mereka yang memutuskan untuk menjalaninya. Berikut adalah pemaparannya.

Klikdokter.com, Jakarta Kabar kebebasan Basuki Tjahaja Purnama atau yang selama ini dikenal dengan Ahok tinggal menunggu hitungan hari. Mantan orang nomor 1 di DKI Jakarta itu diberitakan akan keluar dari penjara pada hari Kamis, 24 Januari 2019. Kebebasan Ahok ini tentu saja menuai sukacita dari keluarga dan para pendukungnya. Namun yang menarik perhatian adalah rencana pernikahannya. Pernikahan kedua tersebut rencananya akan dilangsungkan pada tgl 15 Februari 2019 mendatang seperti yang dilansir dari liputan6.com.

Ahok yang meminta disebut BTP setelah bebas dari penjara tersebut disebut akan menikahi seorang Polwan bernama Bripda Puput Nastiti Devi, mantan pengawal Veronica Tan. Meski berita ini masih simpang siur kebenarannya, namun pernikahan kedua memang bisa memberikan tantangan tersendiri bagi mereka yang menjalaninya.

Berbagai tantangan yang dihadapi

Menikah lagi untuk kedua kalinya membutuhkan 'keberanian' yang luar biasa. Apapun alasan perceraian Anda sebelumnya, lembaran kehidupan baru di pernikahan kedua bisa memberikan berbagai tantangan sebagai berikut:

1. Berusaha move on

Sebelum Anda menjalin hubungan yang baru dan memutuskan untuk menikah lagi untuk kedua kalinya, tanyakan pada diri sendiri apakah Anda sudah betu-betull move on atau merelakan pernikahan sebelumnya.

Pastikan bahwa pasangan Anda bukanlah sekadar 'pelarian' karena belum melupakan mantan pasangan sebelumnya. Apapun alasan perceraian Anda sebelumnya, baik itu kematian pasangan atau hubungan yang tak lagi harmonis, sah-sah saja jika Anda memiliki masa 'berkabung' sebelum melanjutkan hubungan yang baru.

Cobalah untuk berdamai dan memaafkan diri sendiri. Seperti dilansir oleh Journal of Social and Clinical Pyschology, meski sulit, namun proses memaafkan diri sendiri dan masa lalu, akan memudahkan Anda untuk kembali membuka lembaran baru.

2. Mengambil pelajaran dari masa lalu

Pada dasarnya, di balik kesalahan dan pengalaman hidup yang Anda lewati, akan ada hal yang dapat Anda pelajari.

Semisal dahulu Anda sering bertengkar dengan mantan pasangan akibat kebiasaan buruk, kini cobalah untuk menelaah, jika memang kebiasaan Anda dapat merugikan diri sendiri serta orang lain, cobalah untuk diubah.

3. Membesarkan anak

Seperti dilansir pada jurnal The Linacre Quarterly pada tahun 2014, disebutkan bahwa anak akan mengalami 'perjuangan psikis' dalam 1-2 tahun pertama setelah orang tua bercerai.

Anak akan mengalami stres, marah, kecewa dan tidak bisa menerima perpisahan kedua orang tuanya. Perceraian tentu saja akan menyebabkan dampak emosional bagi seluruh keluarga, namun bagi anak-anak, situasi ini dapat berubah menjadi mengerikan, membingungkan dan menimbulkan rasa frustasi.

Untuk itu, Anda perlu membicarakan secara detail dengan mantan pasangan sekaligus pasangan baru Anda, mengenai pembagian hak asuh anak. 

4. Hubungan dengan mantan pasangan

Meski sudah bercerai dan hubungan Anda termasuk baik dengan mantan pasangan, belum tentu mantan pasangan akan sudah mengikhlaskan Anda menikah lagi untuk kedua kalinya, apalagi jika kasusnya melibatkan anak.

Mantan pasangan bisa saja tidak rela jika anak-anaknya diasuh oleh bapak atau ibu baru, yang belum dikenalnya. Untuk itu, bicarakan baik-baik dengan mantan pasangan mengenai hal ini. Pastikan bahwa hubungan anak-anak dengan dirinya tidak akan terpengaruh meski Anda sudah menikah lagi. 

Hingga kini kebenaran berita pernikahan kedua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih simpang siur. Namun, jika memang Anda berencana atau tengah mempersiapkan pernikahan kedua, pertimbangkan baik-baik dan siapkan segala sesuatu untuk menghadapi berbagai tantangan di atas.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar