Sukses

Apakah Vernix Caseosa pada Bayi Berbahaya?

Kulit bayi yang baru saja lahir tampak tertutupi oleh selaput putih kekuningan. Apakah selaput yang disebut vernix caseosa itu berbahaya?

Klikdokter.com, Jakarta Kulit bayi yang baru lahir tidak serta-merta putih bersih, melainkan tertutupi suatu selaput putih kekuningan. Selaput itu dikenal dengan sebutan vernix caseosa, yang membuat tampilan kulit bayi baru lahir cenderung berminyak dan lengket. Tak jarang, selama menjalani kehamilan, ibu mendapatkan berbagai saran untuk mengonsumsi minuman ekstrak buah tertentu demi mencegah timbulnya selaput tersebut. Apakah Anda juga demikian?

Jika ya, hal itu tidak menjadi masalah. Kendati kerap ingin dicegah, selaput putih kekuningan tersebut sebenarnya tidak berbahaya bagi kesehatan bayi yang baru lahir. Faktanya, vernix caseosa merupakan suatu substansi yang diproduksi secara normal oleh janin. Selaput ini justru memberikan perlindungan pada kulit bayi yang masih sangat rentan.

Mengenal vernix caseosa

Vernix caseosa berasal dari bahasa latin, yaitu “varnish” yang berarti pelapis, dan “caseosa” yang berarti keju. Asal penamaan ini berawal dari tampilan vernix caseosa yang kekuningan seperti keju.

Vernix caseosa mulai terbentuk pada usia kehamilan 19 minggu. Lapisan ini terdiri atas 80 persen air, sementara sisanya lemak dan protein. Vernix caseosa terbentuk dari minyak yang dihasilkan oleh kelenjar sebum kulit janin, bercampur dengan sel-sel kulit janin yang telah terlepas.

Karena salah satu komponennya adalah lemak, maka vernix caseosa tidak mudah terbasuh oleh cairan amnion. Lapisan tersebut memiliki fungsi yang sangat penting bagi kesehatan kulit janin, misalnya sebagai lubrikan (pelumas) yang dapat melindungi kulit bayi dari gesekan dan trauma mekanis. Fungsi lainnya adalah mencegah kolonisasi bakteri berbahaya di kulit janin, juga membuat kulit janin terhindar dari abrasi dan kerusakan lain akibat selalu terendam dalam cairan ketuban.

Pentingnya varnix caseosa dapat dianalogikan dengan keadaan kulit yang selalu terekspos dengan kondisi basah. Kelembapan yang berlebihan, pada kulit orang dewasa sekalipun, akan langsung menghasilkan perubahan struktur. Kulit yang sering dalam keadaan basah akan mengalami maserasi (lunak dan keriput). Keadaan ini membuat kulit mudah terserang gangguan kesehatan. Nah, dengan terproduksinya vernix caseosa, kulit bayi akan terhindar dari maserasi akibat cairan ketuban.

Bahkan, kemajuan ilmu pengetahuan mulai mempertimbangkan rekomendasi untuk menunda pembersihan vernix caseosa dari tubuh bayi yang baru lahir. Sebab, dengan meninggalkan sedikit lapisan tersebut pada bayi dapat memberikan manfaat berupa perlindungan keutuhan kulit, memfasilitasi kolonisasi kuman baik yang merupakan flora normal, dan menjadi pelembap alami untuk kulit. Hal ini menjadi penting karena kulit bayi baru lahir lebih tipis, lebih tidak berambut, serta memiliki produksi kelenjar kulit yang lebih sedikit sehingga memiliki ancaman trauma mekanis, bakteri, cuaca, serta perubahan suhu yang lebih tinggi dibandingkan saat dirinya berada di dalam rahim.

Setelah mengetahui fakta medis ini, Anda tak perlu khawatir lagi saat menemukan adanya selaput putih kekuningan di tubuh bayi yang baru lahir. Adanya selaput bernama vernix caseosa itu juga tidak menandakan adanya penyakit atau kebiasaan makanan yang salah pada ibu. Sebaliknya, lapisan ini jusstru memiliki manfaat perlindungan yang sangat besar untuk kulit bayi yang baru lahir.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar