Sukses

Awas, Berat Badan Naik Lagi karena Pola Diet yang Salah

Merasa makan Anda tidak banyak, tapi berat badan malah naik? Jangan-jangan pola diet Anda yang salah!

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang ingin memiliki berat badan ideal. Selain baik dari segi estetika, memiliki berat badan ideal juga baik untuk kesehatan Anda. Kelebihan berat badan berpotensi menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit jantung dan pembuluh darah.

Tahukah Anda bahwa salah satu penyebab peningkatan berat badan adalah pola makan yang salah? Pola makan yang salah dapat menghancurkan upaya penurunan berat badan yang telah lama Anda  jalani. Apa saja pola makan yang salah yang justru dapat menyebabkan peningkatan berat badan?

1. Perhatikan makanan pencuci mulut Anda

Banyak orang menantikan makanan pencuci mulut. Namun, banyak yang tidak tahu bahwa makanan pencuci mulut dapat menyumbang jumlah kalori yang besar untuk tubuh Anda. Makanan pencuci mulut biasanya adalah makanan yang manis dan tinggi kalori. Anda dapat mencoba mengurangi asupan makanan manis Anda, dan menggantinya dengan hal lain yang lebih sehat. Misalnya, secangkir teh tawar hangat di akhir makan Anda.

2. Ketagihan camilan

Pernahkah Anda makan camilan dan lupa berapa banyak yang sudah Anda makan? Banyak orang yang mempersiapkan berbagai jenis camilan saat akan nonton atau sedang mengerjakan tugas. Camilan ini bisa berupa keripik kentang atau sebatang cokelat. Tanpa sadar, Anda sudah menghabiskan satu batang cokelat selama menonton acara favorit Anda. Jadi, perhatikanlah camilan yang Anda makan, kurangi makan camilan manis dan tinggi kalori. Gantilah camilan Anda dengan camilan yang lebih sehat seperti buah-buahan.

3. Makanan yang diolah

Gula mengandung kalori yang dapat digunakan tubuh untuk mendapatkan energi, tapi gula tidak memiliki nutrisi penting. Kalori yang berlebihan dari konsumsi gula dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Salah satu makanan yang tinggi kandungan gula adalah makanan olahan.

Makanan olahan bisa dijumpai dalam berbagai bentuk, seperti makanan kaleng. Makanan olahan dalam kaleng umumnya banyak mengandung gula dan tinggi kandungan garam. Hal ini tidak baik bagi kesehatan, khususnya bagi penderita diabetes dan tekanan darah tinggi. Kandungan garam yang tinggi pada makanan olahan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Oleh karena itu, bagi penderita tekanan darah tinggi, makanan kaleng lebih baik dihindari.

4. Minuman ringan (soft drink)

Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah rutin minum soft drink. Minuman ringan adalah minuman pilihan banyak orang di saat kumpul atau bersantai bersama teman-teman. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa konsumsi minuman ringan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kondisi kronis lainnya?

Orang yang mengonsumsi minuman manis secara teratur, hingga dua kaleng sehari atau lebih, memiliki risiko 26 persen lebih besar terkena diabetes tipe 2 daripada orang yang jarang minum minuman manis. Hal ini disebabkan tingginya kandungan gula pada minuman ini. Karena tingginya kandungan gula, minuman ringan dapat menyebabkan peningkatan berat badan jika diminum dalam jumlah banyak. Selain itu, minuman ringan juga dapat mengandung pewarna dan pengawet.

Jadi, kalau Anda bingung mengapa berat badan Anda tetap naik di tengah proses diet, evaluasi kembali makanan yang Anda konsumsi sepanjang hari. Besar kemungkinan, Anda melakukan kebiasaan dan pola diet yang salah. Oleh karena itu, mari hidup sehat dengan pola diet yang tepat.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar