Sukses

Thalassophobia, Fobia Laut yang Perlu Anda Tahu

Tak berani nyebur ke kolam dalam atau laut karena fobia atau takut “dimakan” monster bawah air? Coba kenali fakta thalassophobia ini.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar orang rasanya akan langsung nyemplung begitu melihat kolam atau laut biru di depan mereka. Tapi, jangan coba-coba ajak penderita thalassophobia, ya. Itu karena penderita thalassophobia akan menolak masuk atau berada di dalam kolam, laut, danau, dan sebagainya karena takut akan 'sesuatu' di dalam sana. Terlebih jika sumber airnya dalam, imajinasi penderita thalassophobia akan semakin 'liar' dengan membayangkan adanya makhluk laut bahkan monsterdi dalam air. Mereka pun akan memilih untuk menjauhi area perairan dalam itu.

Apa itu thalassophobia?

Dilansir dari Betterhelp.com, kata “thalassophobia” berasal dari bahasa Yunani yang artinya takut laut. Mereka yang menderita thalassophobia memiliki ketakutan yang tidak rasional, seperti takut akan kedalaman air yang sangat luas dan takut terhadap 'makhluk' yang berada di dalamnya. Meski artinya adalah takut laut, rasa takut tersebut rupanya tidak hanya berlaku untuk laut, melainkan semua perairan yang luas dan dalam.

Satu aspek yang sangat menakutkan dari lautan bagi mereka adalah karena semakin dalam laut maka akan semakin gelap, dan akan semakin 'terisap' ke dalamnya. Laut merupakan perairan yang sangat luas. Banyak yang tidak diketahui soal laut dan segala isinya, terutama penghuninya.

Nah, penderita thalassophobia akan selalu ketakutan terhadap fakta bahwa mereka tidak tahu apa yang berada di dalam laut. Ketika berada di laut, kepala mereka akan diisi oleh beragam pikiran. Misalnya, “Saya berada jauh dari daratan, maka saya tidak aman!” atau “Saya tidak tahu apa saja yang ada di bawah laut. Maka, itu pasti berbahaya!”.

1 dari 2 halaman

Mengapa seseorang bisa mengalami thalassophobia?

Hal yang menarik dari fobia ini adalah rupanya banyak yang tidak menyadari bahwa mereka menderita thalassophobia. Tak sedikit dari Anda yang menjadi gugup hanya karena melihat gambar laut dan membayangkan apa yang berpotensi berada di dalam sana.

Beberapa dari Anda juga mungkin takut melihat gambar hiu yang berenang tepat di bawah permukaan laut. Bahkan, penderita thalassophobia juga akan merinding saat melihat gambar seorang anak di atas rakit yang berada di atas perairan tenang. Jadi, jika Anda selalu merasa khawatir ketika melihat perairan yang luas dan dalam, kemungkinan Anda memang menderita thalassophobia.

Ada beberapa alasan di balik penyebab thalassophobia. Akan tetapi, faktor genetiklah yang biasanya paling berperan dalam memicu terjadinya fobia laut tersebut. Jadi, bila ayah atau ibu Anda memiliki ketakutan terhadap laut, risiko Anda untuk mengalami thalassophobia juga semakin besar.

Selain faktor genetik, faktor trauma semasa kecil juga bisa memicu hadirnya thalassophobia. Seseorang yang pernah tenggelam hingga hampir meninggal, mungkin akan bergidik ngeri ketika hanya mendengar ajakan pergi ke laut.

Tidak ada tes formal untuk mengetahui apakah seseorang itu menderita thalassophobia atau tidak dari kacamata medis. Namun, seorang psikiater dapat merekomendasikan Anda untuk melakukan tes neurologis agar dapat menganalisis otak Anda dan menentukan jenis fobianya.

Sayangnya, tidak ada cara spesifik untuk mencegah seseorang mengalami fobia, termasuk thalassophobia. Bila thalassophobia makin menjadi-jadi dan tidak Anda konsultasikan kepada psikiater tepercaya, fobia tersebut bisa berujung pada gangguan kecemasan, stres berat, dan depresi klinis. Lagi pula, fobia ini bisa disembuhkan dengan beberapa jenis terapi, kok.

Dikutip dari Betterhelp.com, dua cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi thalassophobia, antara lain terapi pemrograman neurolinguistik serta terapi perilaku kognitif.

Fobia laut ini termasuk jenis yang cukup cepat untuk disembuhkan, yakni hanya dengan hitungan bulan. Namun, itu tergantung tingkat keparahannya. Bila telanjur kronis, bukan tak mungkin terapi yang dijalankan menjadi 1 hingga 2 tahun. Tapi yang jelas, selama masih dalam proses terapi penyembuhan, jangan biarkan pasien bertemu dengan perairan dalam dan luas dulu sampai benar-benar sembuh dan merasa siap.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar