Sukses

Penyebab Vernix Caseosa pada Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir selalu dipenuhi lapisan tebal berwarna putih. Apa penyebab lapisan ini ada pada bayi?

Bayi baru lahir biasanya memiliki lapisan tebal berwarna putih serupa keju yang menutupi kulitnya. Lapisan pelindung pada bayi ini dikenal sebagai vernix caseosa.

Jadi, sangat wajar apabila bayi baru lahir dipenuhi lapisan tebal tersebut. Nah, sebenarnya apa penyebab vernix pada bayi? Lalu, adakah fungsi vernix caseosa pada kulit bayi tersebut?

 

1 dari 3 halaman

Penyebab Vernix Caseosa pada Bayi Baru Lahir

Vernix caseosa adalah lapisan yang terbentuk sejak bayi dalam kandungan dan bisa tetap bertahan hingga bayi lahir. Lapisan vernix umumnya berkembang pada kulit sekitar usia kehamilan 20 minggu.

Penyebab adanya vernix pada bayi diawali dari lapisan kulit sementara yang terbentuk saat bayi berada dalam kandungan. Lapisan luar kulit sementara tersebut dikenal dengan periderm. Lapisan ini akan mengelupas dan digantikan dengan stratum korneum, seperti yang umumnya terjadi pada manusia.

Periderm yang mengelupas akan bercampur dengan lemak dari kelenjar sebasea, sehingga membentuk vernix caseosa.

Bayi dengan berat rendah dan bayi yang lahir sebelum waktunya (misalnya lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu dan berat kurang dari 1.000 gram) sering kali memiliki stratum korneum yang belum matang serta belum kompeten. Hal ini membuat bayi lahir tanpa lapisan vernix.

Artikel Lainnya: Kondisi Kulit Bayi Baru Lahir dan Artinya bagi Kesehatan

Kandungan vernix caseosa sebagian besar adalah air (81%). Sisanya adalah 9% lemak dan 10% protein.

Lapisan ini terbentuk mulai dari kepala hingga bagian bawah tubuh mengikuti pematangan lapisan kulit, serta akan melapisi kulit bayi hingga lahir.

2 dari 3 halaman

Fungsi Vernix Caseosa pada Bayi

Vernix caseosa umum ditemui pada bayi baru lahir. Jadi, meski tampak seperti lapisan tebal yang menyelubungi kulit, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan. Lapisan vernix tak hanya sebatas lapisan kulit saja. Lapisan ini menyimpan banyak manfaat untuk bayi.

Beberapa fungsi vernix caseosa yang jarang diketahui, antara lain:

1. Sebagai Lapisan Pelindung

Vernix caseaosa bertugas memberikan perlindungan pada bayi, terutama semasa transisi dari dalam kandungan hingga kehidupan di luar kandungan.

Kandungan antioksidan semakin menambah fungsi vernix caseosa, terutama setelah bayi melewati proses persalinan dengan tingkat stes oksidatif yang tinggi. Lapisan ini akan membantu melindungi bayi dari infeksi bakteri, serta memiliki sifat antiradang.

Artikel Lainnya: Begini 5 Cara Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

2. Membantu Perkembangan Saluran Cerna

Vernix caseosa dapat tercampur dalam air ketuban, sehingga dapat tertelan oleh bayi dalam kandungan. Hal ini ternyata memiliki manfaat untuk perkembangan saluran pencernaan bayi.

3. Membantu Pertumbuhan Kulit di Dalam Kandungan

Fungsi vernix caseosa adalah sebagai proteksi bagi kulit bayi saat bayi dikelilingi oleh air ketuban dalam kandungan. Lapisan ini memberi kesempatan bagi pertumbuhan kulit bayi dalam kondisi basah.

Bila disederhanakan, jika berenang atau terpapar air dalam waktu lama, kulit Anda akan berkerut, bukan? Nah, kondisi serupa dialami bayi saat dalam kandungan. Berkat lapisan ini, bayi dapat bertahan selama 9 bulan dalam kondisi basah, tanpa alami kulit yang berkerut.

Selanjutnya, fungsi vernix caseosa juga didapat saat proses persalinan tiba. Lapisan ini bisa membantu mengurangi gesekan bagian tubuh bayi semasa persalinan.

4. Mengatur Suhu Tubuh

Semasa dalam kandungan, suhu tubuh bayi akan diatur mengikuti suhu tubuh ibunya. Sementara setelah lahir, bayi memiliki vernix caseosa yang dapat membantu dalam pengaturan suhu tubuh.

Artikel Lainnya: Bayi Baru Lahir, Perlukah Dimandikan?

Jadi, penyebab adanya vernix pada bayi baru lahir adalah karena bayi perlu mengatur tubuh secara mandiri. Oleh karena itu, ada anjuran untuk menunda memandikan bayi. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk membiarkan lapisan vernix caseosa pada kulit bayi setelah lahir.

5. Membantu Proses Adaptasi Kulit Bayi

Bayi akan mengalami beberapa perubahan pada kulitnya setelah lahir, seperti:

  • Berkurangnya hidrasi pada permukaan kulit.
  • Penurunan pH kulit. Perlu diketahui, pH yang lebih asam dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri patogen.
  • Dehidrasi dan pengelupasan stratum korneum yang menyebabkan kulit menjadi kering.

Fungsi vernix caseosa dapat membantu melembapkan kulit bayi, serta memfasilitasi proses perubahan pH kulit bayi.

6. Keperluan Diagnosis Medis

Lapisan vernix hanya ditemukan pada manusia. Saat ini, adanya lapisan ini dapat dimanfaatkan juga untuk keperluan diagnostik serta prognostik, misalnya pada beberapa kondisi berikut:

  • Emboli air ketuban setelah persalinan dapat dikonfirmasi dengan adanya lapisan vernixdalam darah arteri pulmoner.
  • Analisis vernix dapat dimanfaatkan untuk menentukan kematangan janin serta estimasi berat badan janin, sehingga membantu pertimbangan induksi persalinan.
  • Adanya lapisan ini dalam urine wanita melahirkan dapat menjadi tanda adanya ruptur rahim.

Meskipun memiliki tampilan tak menarik, bahkan cenderung menakutkan, fungsi vernix caseosa tidak bisa Anda sepelekan. Vernix pada bayi baru lahir merupakan hal yang normal dan tak perlu Anda risaukan lagi.

Penyebab adanya vernix pada bayi sesungguhnya membantu selama dalam masa kandungan, saat proses persalinan, sampai ketika bayi terlahir ke dunia. Masih ingin tahu informasi lainnya? Yuk, unduh aplikasi KlikDokter sekarang!

[WA]

1 Komentar

  • Yeyen Areska Mangli

    alhamdulillah tryta baik fungsi y,kata org kampung nyebut y pelem kbykn tidur siang wkt hamil heheheeee...org kampung y kampungan!!! 😁😁😁😁😁