Sukses

Cara Alami Tingkatkan Dopamin untuk Perkuat Daya Ingat

Untuk memperkuat daya ingat, hormon dopamin punya peran penting. Ini cara alami untuk meningkatkan hormon tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Dopamin merupakan suatu neurotransmiter yang diproduksi oleh otak. Fungsinya banyak, mulai dari pergerakan, rasa senang, perilaku kognitif, konsentrasi, kemampuan belajar, dan mood. Bersama dengan neurotransmiter serotonin (5-HT), dopamin berperan penting dalam memodulasi transmisi sinaptik dalam sistem saraf pusat. Kurangnya dopamin dalam otak ditandai dengan kehilangan sel saraf, sehingga daya ingat menurun. Untuk mencegahnya, ada beberapa cara mudah dan alami untuk meningkatkan hormon dopamin demi memperkuat daya ingat.

Kadar dopamin dalam otak, khususnya di dalam korteks prefrontal, dapat membantu meningkatkan fungsi daya ingat. Ketika dopamin dilepaskan dalam jumlah besar di dalam otak, kondisi tersebut akan mempertahankan daya ingat. Namun, bila terjadi gangguan keseimbangan kadar dopamin, meski hanya sedikit, dapat terjadi gangguan daya ingat.

Kadar dopamin biasanya diatur dengan baik dalam sistem saraf. Namun, ada beberapa cara mudah dan alami yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kadar dopamin demi menjaga fungsi daya ingat. Apa saja?

  1. Cukup tidur

Jika Anda kurang tidur, sensitivitas dopamin di otak berkurang. Akibatnya, akan timbul perasaan kantuk berlebihan. Tidur yang teratur dan berkualitas akan membantu otak mengatur pelepasan dopamin dalam tubuh. Artinya, dengan kadar dopamin yang seimbang, Anda akan merasa lebih waspada dan berfungsi secara maksimal pada siang hari.

  1. Mencukupi kebutuhan protein

Dopamin secara alami diproduksi oleh asam amino tirosin dan fenilalanin yang dapat diperoleh dari sumber makanan tinggi protein seperti daging, telur, susu, kacang kedelai, dan lain-lain. Beberapa studi menunjukkan bahwa bertambahnya kadar tirosin dan fenilalanin dalam pola makan dapat meningkatkan kadar dopamin di otak, yang dapat mendorong kemampuan berpikir secara mendalam dan perbaikan memori.

  1. Olahraga secara teratur

Berbagai jenis olahraga seperti aerobik dan yoga dapat meningkatkan kadar dopamin yang dapat dirasakan 10 menit setelah berolahraga. Jika olahraga dilakukan secara rutin, minimal 3 bulan, dopamin akan secara signifikan meningkat.

  1. Mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak

Makanan tinggi lemak—terutama lemak jenuh—banyak ditemukan pada makanan seperti mentega, produk susu, atau minyak kelapa dikatakan dapat menyebabkan kerusakan pada sinyal dopamin di otak.

  1. Konsumsi probiotik

Selama beberapa tahun belakangan, banyak ilmuwan yang telah menemukan kaitan antara usus dan otak. Bahkan, tak sedikit yang melabeli usus sebagai “otak kedua”, karena di dalamnya banyak terdapat sel saraf yang memproduksi banyak molekul persinyalan neurotransmiter, termasuk dopamin.

Beberapa spesies bakteri yang hidup di usus juga diketahui mampu memproduksi dopamin. Oleh karena itu, untuk meningkatkan bakteri yang baik di usus, pemberian probiotik dapat memperbanyak jumlahnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kadar dopamin. Meski demikian, kaitan antara hal ini perlu diteliti lebih lanjut.

  1. Konsumsi suplemen

Vitamin dan mineral diperlukan untuk membentuk dopamin. Vitamin dan mineral ini meliputi zat besi, niasin, folat, dan vitamin B6. Suplementasi akan membantu tubuh dalam memproduksi dopamin. Sebelum membeli, sebaiknya konsultasikan hal ini dengan dokter Anda.

  1. Mendengarkan musik

Mendengarkan musik bisa jadi cara asyik untuk menstimulasi pelepasan dopamin di otak. Beberapa studi pencitraan otak menemukan bahwa mendengarkan musik dapat meningkatkan aktivitas dan area kesenangan di otak, yang tinggi akan reseptor dopamin.

Ada pula studi skala kecil yang mendalami efek musik pada dopamin. Hasilnya, terdapat 9 persen peningkatan kadar dopamin ketika orang-orang mendengarkan musik instrumental yang bikin mereka merinding terpana.

Itulah tujuh cara untuk meningkatkan hormon dopamin demi memperkuat daya ingat. Jika tidak dijaga dari sekarang, menurunnya daya ingat bisa sebabkan demensia atau penyakit Alzheimer, yang merupakan kondisi penurunan fungsi kognitif seperti daya ingat, daya pikir, kemampuan berbahasa, dan orientasi.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar