Sukses

Ada Ketombe di Kulit Kepala Bayi? Awas Cradle Cap!

Mendapati adanya ketombe di kulit kepala bayi? Bisa jadi si Kecil mengalami cradle cap. Kenali gejala dan tandanya!

Klikdokter.com, Jakarta Tahukah Anda bahwa bayi juga dapat mengalami ketombe? Serpihan putih yang muncul di kulit kepala tersebut dapat menimbun dan menyebabkan kerak. Dalam medis, ketombe pada kulit kepala bayi dikenal dengan sebutan cradle cap.

Kemunculan cradle cap masih belum diketahui pasti hingga saat ini. Satu hal yang jelas, keluhan tersebut tidak berhubungan dengan kebersihan atau higienitas seorang bayi. Dengan kata lain, meski si Kecil sudah dimandikan dan diberikan perawatan kulit kepala yang sesuai secara rutin, cradle cap tetap bisa terbentuk.

Kendati demikian, beberapa ahli menduga bahwa cradle cap memiliki kaitan dengan hormon ibu yang memengaruhi produksi kelenjar minyak bayi saat dilahirkan. Selain itu, cradle cap juga mungkin terjadi akibat infeksi jamur atau bakteri yang menyerang kulit bayi di bagian tubuh tertentu. Ya, tidak hanya pada kulit kepala, cradle cap juga dapat terjadi di sekitar telinga, mata, hidung, maupun area genitalnya.

Mendeteksi cradle cap

Bila dilihat secara kasat mata, cradle cap sebenarnya lebih mirip kerak yang tersusun atas lembaran tipis menyerupai ketombe, berwarna putih atau kekuningan. Kerak tersebut umumnya keras, sulit dilepaskan dan memang tidak dianjurkan untuk dilepas paksa.

Pelepasan kerak secara paksa dapat menimbulkan iritasi pada kulit bayi yang masih sangat sensitif. Bukan tidak mungkin, di kemudian hari bahkan timbul infeksi yang ditandai dengan pembentukan nanah di area tersebut.

Berita baiknya, cradle cap pada bayi umumnya tidak mengganggu, tidak gatal, tidak menyebabkan bayi rewel, dan tidak berbahaya. Akan tetapi, sebagai orang tua, tentu ada perasaan kasihan atau tidak nyaman ketika melihat sang buah hati mengalami kerak pada kulit kepalanya.

Namun, Anda tidak perlu cemas berlebihan. Kerak di kulit kepala bayi bisa diatasi dengan cara mudah dan murah. Anda hanya perlu memberikan minyak atau baby oil pada kerak tersebut, lalu biarkan selama beberapa saat. Setelah itu, bilas kepala bayi menggunakan sampo khusus bayi yang lembut sambil diusap ringan guna meluruhkan kerak yang menempel. Ingat, hanya usap kepala bayi dengan usapan yang ringan. Jangan pernah memaksa melepas kerak dengan menggosoknya keras-keras.

Setelah semuanya dilakukan, Anda dapat menyisir kepala bayi menggunakan sisir berbulu lembut yang dibuat khusus untuk bayi. Tindakan ini berfungsi merontokkan sisa kerak, sehingga kulit kepala bayi benar-benar bersih setelahnya.

Nah, untuk mencegah cradle cap agar tidak terulang kembali, biasakan untuk membersihkan kepala bayi dengan sampo yang lembut setidaknya 2–3 hari sekali. Dengan demikian, ketombe di kepalanya bisa bersih dan tidak sampai menumpuk membentuk kerak. Jika tindakan ini tidak efektif, Anda tak perlu gundah. Kecenderungan terbentuknya cradle cap perlahan akan berkurang dan hilang seiring dengan bertambahnya usia bayi.

Timbulnya tumpukan kerak ketombe pada bayi atau cradle cap memang bisa membuat orang tua resah. Namun, cradle cap tidak berbahaya dan dapat dihilangkan dengan langkah mudah. Seiring dengan pertambahan usia si Kecil, tumpukan kerak yang mengganggu itu pun akan berkurang secara perlahan hingga nantinya benar-benar hilang dan tak muncul lagi.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar