Sukses

Makanan Ini Bisa Melawan Rasa Sakit

Banyak yang tidak tahu bahwa terdapat makanan yang dapat meredakan nyeri. Oleh karena itu, tak perlu buru-buru minum analgesik dan coba konsumsi makanan pereda nyeri berikut ini.

Semua orang pasti pernah merasakan rasa sakit, entah itu pusing, nyeri sendi, kram, nyeri ulu hati, dan lain-lain. Tak sedikit yang mengandalkan analgesik untuk meredakan rasa nyeri tersebut. Padahal, ada beberapa makanan pereda nyeri yang dapat dengan mudah Anda peroleh di rumah.

1 dari 2 halaman

Makanan untuk Atasi Nyeri

Karena terbiasa mengusir rasa sakit dengan mengonsumsi obat pereda nyeri, sebagian orang malah menjadi ketagihan dengan cara tersebut.

Sebenarnya, ada cara untuk mengatasi rasa sakit secara alami, lho! Sebelum minum analgesik, Anda dapat mengonsumsi beberapa jenis makanan dengan kandungan yang bisa meredakan rasa nyeri. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang dapat digunakan sebagai pereda nyeri:

1. Jahe

Jahe terkenal karena sifat antimual dan dapat menenangkan perut. Jahe juga bisa melawan rasa sakit, termasuk nyeri akibat radang sendi dan kram perut menstruasi.

Sebuah penelitian menemukan bahwa kapsul jahe bekerja sebaik obat anti-inflamasi yang dijual bebas di pasaran seperti ibuprofen untuk meredakan nyeri haid.

Artikel Lainnya: Minum Analgesik Terlalu Sering Picu Gangguan Telinga?

Karena makanan pereda nyeri satu ini punya sifat anti-inflamasi yang kuat, maka dapat membantu meringankan sejumlah kondisi yang terkait dengan penyakit peradangan.

Salah satu peradangan yang dapat diatasi oleh jahe adalah artritis reumatoid. Peradangan kronis pada sendi ini umum terjadi pada orang-orang antara usia 40 dan 60 tahun.

2. Bluberi

Buah kecil yang banyak kandungan air ini dapat mengatasi rasa sakit secara alami. Bluberi memiliki banyak fitonutrien yang dapat melawan peradangan dan mengurangi rasa sakit.

Buah-buahan lain dengan antioksidan dan polifenol seperti stroberi dan jeruk juga memiliki efek menenangkan yang serupa.

3. Biji Labu

Biji labu adalah sumber magnesium yang luar biasa. Kandungan mineralnya dapat menjadi pereda nyeri migrain. Selain itu, biji labu dapat membantu mencegah dan mengobati osteoporosis. Namun, anti nyeri ini tak bisa meredakan kram kaki yang terjadi pada malam hari.

Untuk mendapatkan lebih banyak magnesium, Anda bisa menambahkan kacang almon dan mede, sayuran berdaun hijau gelap (seperti bayam dan kangkung), kacang-kacangan, dan kacang lentil ke dalam makanan Anda.

4. Ikan Salmon

Kaya dengan asam lemak omega-3, salmon bagus untuk anti-inflamasi. Jenis ikan yang sering dijadikan sushi ini dianggap sehat untuk jantung dan dapat meringankan nyeri sendi bagi Anda penderita artritis reumatoid. Ikan lainnya yang juga bagus, yaitu tuna, sarden, dan makerel.

Artikel Lainnya: Cara Atasi Sakit Kepala Tanpa Obat

5. Kunyit

Senyawa dalam kunyit dapat memengaruhi beberapa proses dalam tubuh Anda, termasuk peradangan.

Penelitian pada penderita reumatoid artritis dan osteoartritis yang menggunakan suplemen kurkumin menemukan, penderita dapat berjalan lebih baik dan tanpa mengalami efek samping dari penggunaan obat yang mengandung kunyit tersebut.

6. Jus Ceri

Kandungan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi dalam ceri membuat makanan ini termasuk ke dalam makanan pereda nyeri yang dapat Anda konsumsi.

Dalam sebuah penelitian, pelari yang minum jus alami buah ceri 7 hari sebelum perlombaan dan pada hari perlombaan (12 ons, dua kali sehari) memiliki masalah nyeri otot yang jauh lebih sedikit daripada kelompok yang meneguk minuman dengan rasa yang sama, tapi bukan jus alami.

7. Virgin Olive Oil

Virgin olive oil mengandung senyawa yang disebut oleocanthal. Kerja senyawa tersebut mirip ibuprofen yang baik sebagai pereda nyeri dan mengurangi peradangan.

Di sisi lain, minyak ini juga mengandung lubricin yang membuat persendian bergerak dengan lancar dan melindungi tulang rawan dari kerusakan.

Agar memperoleh manfaat dari virgin olive oil secara optimal, hindari memasaknya dengan suhu tinggi.

Artikel Lainnya: Penyebab Nyeri Kronis dan Cara Mengatasinya

8. Cabai

Kapsaisin, zat yang memberi rasa panas pada cabai ternyata terkenal karena khasiatnya sebagai pereda nyeri dan kram. Rasa pedas dari cabai juga dapat “menipu” otak Anda untuk melepaskan endorfin yang membantu menghalangi sinyal rasa sakit.

Beberapa penelitian awal bahkan menunjukkan bahwa makan paprika pedas daripada menggunakan krim pereda nyeri dapat mengurangi dan mencegah peradangan dalam tubuh.

9. Daun Mint

Daun mint dapat digunakan sebagai makanan pereda nyeri. Minyak peppermint dapat meredakan kram yang menyakitkan atau meredakan kembung yang merupakan ciri khas sindrom iritasi usus.

Penelitian awal menemukan, teh mint Brasil yang dibuat dari tanaman Hyptnis crenata memiliki efek yang sama dengan obat penghilang rasa sakit.

10. Kopi

Kopi memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi, meskipun tergantung dari jenis kopinya. Selain kopi, kafein juga terdapat dalam teh, cokelat, dan minuman bersoda.

Berbagai penelitian menemukan, kafein dapat mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan efek obat penghilang rasa sakit. Bahkan, sudah banyak obat pereda nyeri di pasaran yang mengandung kafein.

Meskipun penelitian mengatakan kafein dapat membantu meredakan nyeri, sumber kafein tidak baik jika dikonsumsi berlebihan. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis yang tepat.

Jika Anda tengah mengalami nyeri dan kebetulan di rumah punya satu atau beberapa makanan pereda nyeri yang telah disebutkan, cobalah untuk mengonsumsinya terlebih dahulu ketimbang buru-buru minum obat. Namun ingat, mengonsumsinya pun tidak boleh secara berlebihan karena ada beberapa efek samping yang dapat timbul.

Apabila setelah beristirahat rasa sakit tak hilang, Anda bisa mencoba mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran. Namun bila makin parah, lebih baik segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[WA/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar