Sukses

Muncul Urat Merah di Mata? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anda cukup tidur dan mata tidak terkena debu tapi muncul urat merah di mata? Kenali penyebab dan cara mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Saat bercermin, ada satu hal lain bagi wanita yang bisa menurunkan kepercayaan diri selain rambut yang sulit diatur ataupun jerawat di wajah, yakni urat merah di mata yang membuat penampilan terlihat lelah. Biasanya, mata yang memerah kerap kali muncul saat musim panas karena keringnya udara dan frekuensi polusi yang lebih tinggi. Padahal, sekarang, kan, sedang musim hujan?! Lalu apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab garis merah pada mata

Dilansir dari American Academy of Ophthalmology, benar memang mata bisa terlihat 'kotor' akibat garis-garis merah yang muncul di bagian putih bola mata alias sklera. Bahkan, garis-garis merah tersebut bisa menimbulkan rasa gatal dan berair, dan sukses bikin Anda tak nyaman! Penyebabnya, pembuluh darah kecil di bawah permukaan mata melebar atau meradang oleh beragam faktor. Dilansir dari Healthline, faktor yang dimaksud, yakni:

  • Serbuk sari (biasanya saat pagi dan sore hari)
  • Jamur akibat lingkungan yang lembap
  • Bulu hewan atau alas tidur yang tidak bersih
  • Bakteri konjungtivitis
  • Virus
  • Tekanan darah tinggi atau efek samping meminum obat pengencer darah

Kapan harus periksa ke dokter spesialis mata?

Umumnya gangguan mata merah ini tidak perlu dikhawatirkan, karena bisa hilang dengan sendirinya dengan pengobatan rumahan. Namun, pada beberapa kasus kondisi ini memerlukan diagnosis medis dan obat dari dokter. Jika Anda mengalami tanda-tanda di bawah ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis mata.

  • Mata mengeluarkan lendir yang berwarna (menandakan adanya infeksi serius)
  • Mata terasa nyeri
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
  • Pandangan kabur
  • Mengalami demam dan tubuh ikut terasa nyeri
  • Meski sudah melakukan terapi rumahan selama seminggu, mata yang merah tak kunjung membaik

Cara rumahan mengatasi urat merah pada mata

Jika mata merah yang Anda alami tidak disertai gejala serius seperti yang disebutkan di atas, Anda bisa mencoba melakukan pengobatan rumahan, seperti:

  • Menggunakan artificial tears yang dijual bebas untuk meredakan mata kering.
  • Menggunakan obat tetes mata antihistamin yang dijual bebas.
  • Mengaplikasikan kompres hangat pada mata yang tertutup. Diamkan selama 10 menit. Rasa hangat akan melancarkan aliran darah ke mata serta meningkatkan produksi minyak pada kelopak mata, sehingga mata tidak terlampau kering dan mudah iritasi.
  • Jika kompres hangat tidak memberikan efek yang signifikan, ganti dengan kompres dingin. Kompres dingin dapat meredakan pembengkakan dan mengurangi rasa gatal akibat iritasi.
  • Hindari lingkungan berpolusi. Jika terpaksa harus berada di lingkungan yang berpolusi, gunakan kacamata sebagai perlindungan.
  • Cuci tangan dan keringkan dengan baik sebelum menyentuh mata.
  • Jika permasalahan mata merah timbul setelah Anda menggunakan lensa kontak, sebaiknya gunakan kacamata saja atau konsultasikan kepada dokter untuk memilih lensa kontak yang lebih cocok.
  • Konsumsi makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, seperti ikan salmon, biji-bijian, dan kacang-kacangan untuk meredakan peradangan.

Selain itu, jika Anda banyak menghabiskan waktu di depan layar laptop atau televisi, terapkan metode 20-20-20, yaitu pejamkan mata tiap 20 menit atau pemandangan lain yang cukup jauh (20 meter) selama 20 detik. Dengan begitu, ketegangan mata pun akan berkurang dan akan meminimalkan urat-urat merah muncul akibat mata yang tegang. Khusus wanita, saat mata sedang merah, hindari mengaplikasi riasan mata karena itu hanya akan memperparah gejala.

Dengan mengetahui penyebab munculnya urat merah di mata, ini dapat membantu menentukan cara mengatasinya. Jika pengobatan rumahan sudah dilakukan tetapi gejala tak kunjung membaik, jangan enggan periksa ke dokter spesialis mata, ya!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar