Sukses

Aris Idol Ditangkap Polisi karena Kepemilikan Sabu

Kasus narkoba kembali menjerat oknum artis. Kini Aris Idol ditangkap polisi akibat kepemilikan narkotika jenis sabu.

Klikdokter.com, Jakarta Dunia hiburan Tanah Air kini tengah tercoreng oleh banyaknya kasus narkoba yang menjerat para artis. Selasa kemarin (15/1), juara kompetisi menyanyi Indonesian Idol di salah satu stasiun televisi swasta, Aris Idol, ditangkap polisi. Aris ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjung Priok atas penyalahgunaan narkotika jenis sabu di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

Diduga, Aris melakukan pesta barang haram itu di sebuah apartemen bersama beberapa rekannya. Pria bernama lengkap Januarisman itu memang pernah menarik perhatian publik dengan kisah perjuangan hidupnya yang keras. Sebelum menjadi peserta Indonesian Idol, Aris pernah menjadi pengamen jalanan di Jakarta.

Dilansir dari berbagai sumber, kerasnya persaingan antar penyanyi di Indonesia dan sepinya tawaran pekerjaan kemungkinan besar menjadi pemicu terjerumusnya Aris Idol menggunakan sabu.

Lalu benarkah narkoba jenis sabu bisa “meringankan” beban pikiran seseorang hingga tak sedikit orang di luar sana yang memanfaatkannya?

Sabu, zat bersifat adiktif

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, sabu adalah jenis narkoba golongan metamfetamin. Narkoba berbentuk serbuk kristal putih itu termasuk ke dalam psikotropika golongan II.

“Pada awalnya, sabu dibuat pada akhir abad 20 untuk membantu mengatasi gangguan pada penderita hiperaktif. Namun, seiring perkembangan zaman, sabu justru kerap kali disalahgunakan,” tutur dr. Dyah Novita.

Apalagi, sabu ini bersifat adiktif. Sekali seseorang mencobanya, bisa dipastikan dia akan kecanduan dan berujung pada ketergantungan.

Sebagian pelaku hiburan Tanah Air yang terjerat kasus narkoba jenis sabu kemungkinan besar mencari efek semangat dan percaya diri dari barang haram tersebut. Metamfetamin memang dapat meningkatkan pasokan energi di dalam tubuh dengan cara mengaktifkan atau meningkatkan kadar hormon dopamin.

Tak cuma itu, pada tahap tertentu, sabu bisa menimbulkan efek samping berupa rasa senang berlebihan. Ketika hidup sedang dilanda banyak masalah, sulit memang untuk merasa bahagia. Bahkan, tak jarang orang tersebut akan mengalami kecemasan yang membuatnya merasa insecure dan minder. Penggunaan sabu pun dijadikan jalan pintas untuk memberikan sensasi happy dan percaya diri saat harus berhadapan dengan orang lain.

Efek buruk sabu

Namun yang perlu diketahui, efek tersebut hanya berlangsung selama 20-90 menit setelah penggunaan. Sisanya, efek “menyenangkan” itu akan berubah menjadi gejala-gejala yang merugikan. Seperti, pemakainya akan berhalusinasi, tidak nafsu makan, tekanan darah meningkat, bahkan bila dikonsumsi secara berlebihan bisa menghilangkan nyawa juga. Jadi, efek penghilang stresnya tidak sepadan dengan dampak lanjutan yang dihasilkan barang haram tersebut.

Selain itu, sabu juga dipercaya memengaruhi beberapa sel yang terlibat dalam sistem imunitas tubuh, seperti sel natural killer (NK), sel dendritic, monosit, makrofag, dan granulosit. Artinya, siapa saja yang mengonsumsinya akan mengalami penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh.

“Lebih dari itu, metamfetamin menghambat proses fagositosis atau mencerna zat asing dalam tubuh dan mendeteksi zat asing yang jika dibiarkan berlarut-larut akan membuat tubuh rentan terkena infeksi kuman,” tutur dr. Andika Widyatama dari Klikdokter.

Berkaca dari kasus Aris Idol yang ditangkap polisi akibat penyalahgunaan narkoba jenis sabu, sebaiknya hilangkan stres serta tingkatkan kepercayaan diri Anda dengan cara yang positif. Misalnya, giat beribadah, melakukan hobi yang bermanfaat, membangun relasi yang baik dengan orang lain, serta dekatkan hubungan dengan anggota keluarga. Jika Anda merasa punya gangguan kepercayaan diri, stres, dan depresi berkonsultasilah pada psikolog atau psikiater.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar