Sukses

Stetoskop Dokter Diduga Rentan Jadi Sarang Bakteri

Stetoskop yang biasa digunakan dokter diduga mudah dijadikan sarang beragam bakteri. Ini cara mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Stetoskop telah menjadi salah satu simbol profesi kesehatan. Namun, alat yang digunakan untuk mendengar detak jantung pasien ini diduga tidak sesteril yang Anda kira. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di Infection Control & Hospital Epidemiology pada Desember 2018, stetoskop menyimpan beragam bakteri yang berpotensi berbahaya.

Dilansir Health.com dan sumber lainnya, para peneliti menguji 40 stetoskop yang digunakan di unit gawat darurat rumah sakit University of Pennsylviania. Mereka menemukan bahwa semua stetoskop telah terkontaminasi berbagai jenis bakteri. Namun, studi tersebut tidak dapat memastikan apakah stetoskop-stetoskop tersebut pernah membuat pasien sakit.

Lebih dari separuh stetoskop yang diuji mengandung Staphylococcus aureus, kuman yang dapat menyebabkan infeksi stafilokokus yang serius. Ada pula bakteri berbahaya seperti Pseudomonas dan Acinetobacter, meski dalam jumlah kecil.

Para peneliti juga melihat apakah mensterilkan stetoskop dengan disinfektan akan membuat perubahan. Hasilnya, membersihkan stetoskop menggunakan tisu hidrogen peroksida, penyeka alkohol, dan tisu pemutih dapat mengurangi jumlah bakteri tetapi tidak sepenuhnya menghilangkannya.

Dr. Ronald Collman, MD, salah satu peneliti studi dan profesor kedokteran di University of Pennsylvania Perelman School of Medicine, mengatakan bahwa Anda tak perlu panik dengan studi tersebut. Juga bukan alasan bagi Anda untuk menghindari dokter atau rumah sakit. “Ini merupakan pengingat yang baik bagi praktisi kesehatan maupun pasien bahwa disinfektasi yang baik sangat penting, dan harus digalakkan di setiap fasilitas kesehatan.”

Ia juga menambahkan bahwa ketika pasien rumah sakit memiliki infeksi menular, merupakan praktik yang umum bagi dokter untuk menggunakan stetoskop sekali pakai. “Kami tahu itu adalah cara yang baik untuk mencegah penyebaran penyakit,” katanya.

Pasien juga tidak perlu malu untuk bertanya apakah stetoskop yang digunakan dokter sudah dibersihkan atau belum. Menurut Collman, penting bagi pasien untuk proaktif dalam upaya menjaga kesehatan. Dengan mengingatkan dokter Anda atau staf kesehatan lainnya mengenai higienitas yang baik, Anda juga turut membantu mencegah infeksi.

1 dari 2 halaman

Sarang bakteri lainnya di rumah sakit

Di samping stetoskop, ada lagi benda-benda lain di rumah sakit yang dapat menjadi sarang bakteri. Dikutip dari Reader’s Digest, ini lima objek yang harus Anda waspadai:

  • Gorden pembatas kamar

Betapa tidak, gorden pembatas ini tak hanya disentuh oleh dokter dan suster, tetapi juga pasien dan para tamu. Pastilah banyak bakteri senang bersemayam di sana. Penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Infection Control menemukan adanya kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus pada gorden pembatas kamar di sebuah rumah sakit.

  • Rel tempat tidur

Jangan pernah menyentuh rel tempat tidur di rumah sakit! Peneliti menemukan bahwa bakteri pemicu diare Clostridium difficile dapat hidup di area ini selama berbulan-bulan. Supaya aman, Anda dapat meminta staf kesehatan rumah sakit untuk rutin membersihkannya. 

  • Tombol lift

Kebersihan tombol lift di rumah sakit sering dilalaikan, padahal bisa menjadi area kolonisasi bakteri yang potensia. Buktinya, sebuah penelitian yang dimuat di Antimicrobial Resistance & Infection Control menemukan adanya bakteri penyebab diare E. coli serta bakteri penyebab pneumonia dan meningitis Acinobacter pada tombol lift.

  • Kursi pengunjung

Sebelum Anda duduk di kursi pengunjung, ambillah tisu antibakteri untuk membersihkannya. Para peneliti menemukan bahwa bakteri Enterococci penyebab infeksi luka yang susah sembuh atau infeksi saluran kemih, senang menggerayangi titik ini.

  • Keran air

Keran air di kamar mandi rumah sakit juga harus diwaspadai. Pasalnya, menurut peneliti, keran air ini dapat terkontaminasi bakteri penyebab penyakit. Anda bisa mencoba menggunakan tisu untuk mematikan keran setelah mencuci tangan, atau mengaplikasikan hand sanitizer berbasis alkohol setelah mencuci tangan.

Sekarang, Anda sudah tahu bahwa stetoskop bukan satu-satunya benda di rumah sakit yang bisa menjadi sarang bakteri. Gorden pembatas kamar, rel tempat tidur pasien, bahkan kursi pengunjung juga bisa menyembunyikan beragam jenis bakteri. Oleh karena itu, saat Anda di rumah sakit, praktik mencuci tangan tidak boleh dilupakan karena menurut WHO, kebiasaan ini dapat mengurangi jumlah kuman di tangan serta menghindarkan Anda dari berbagai penyakit infeksi.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar