Sukses

Berkenalan dengan Tren Diet Nordic

Tren diet terbaru mulai bermunculan. Salah satunya adalah diet Nordic. Yuk, kenalan dengan diet ini lebih jauh!

Klikdokter.com, Jakarta Baru-baru ini dunia diperkenalkan dengan diet Nordic. Jenis diet ini digadang-gadang sebagai diet yang paling sehat di dunia. Apa itu diet Nordic?

Mendengar kata “Nordic”, mungkin yang terbayang dalam benak Anda adalah bangsa Viking yang berasal dari Eropa Utara. Ya, diet ini adalah hasil adaptasi dari pola makan masyarakat negara-negara di Eropa Utara seperti Denmark, Finlandia, Eslandia, Norwegia, dan Swedia.

Pola makan negara-negara tersebut dianggap sebagai yang paling sehat. Anggapan ini semakin kuat setelah didapati data bahwa angka obesitas dan penyakit tidak menular lainnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan Amerika Serikat.

Bukan diet instan

Jika Anda mengharapkan bisa turun berat badan dalam waktu yang cepat dengan diet Nordic, mungkin ini bukan diet yang tepat untuk Anda. Diet Nordic tidak menjual janji turun berat badan dan mendapatkan tubuh ideal dalam waktu yang singkat. Pola diet ini menitikberatkan pada pola makan sehat yang berdampak jangka panjang dan dilakukan secara berkesinambungan.

Tujuan dari diet Nordic adalah agar pelakunya dapat menerapkan gaya hidup sehat dan menurunkan risiko penyakit tidak menular, dengan mengonsumsi makanan berbasis tumbuhan yang kaya protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat. Diet Nordic juga menekankan untuk mengurangi makanan yang mengandung pengawet, dan memperbanyak makanan organik serta makanan yang dimasak sendiri di rumah (ketimbang membeli atau makan di restoran).

Dalam menjalani diet Nordic, Anda juga tidak perlu repot-repot mengurangi ataupun menghitung berapa asupan kalori yang masuk.

Beberapa jenis makanan yang dapat dipilih untuk menerapkan diet Nordic, antara lain nasi merah, nasi cokelat, roti gandum, pasta gandum, dan oat. Perbanyak konsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Gerakan mengonsumsi ikan yang digalakkan di Indonesia pun sejalan dengan diet Nordic ini.

Diet Nordic juga mengimbau Anda untuk mengurangi konsumsi makanan olahan, makanan yang mengandung pengawet, serta makanan yang mengandung tinggi gula dan garam.

Mirip diet Mediterania

Sebenarnya, diet Nordic agak mirip dengan diet Mediterania, diet yang berasal dari Yunani dan sekitarnya yang telah dikenal manfaatnya untuk kesehatan jantung. Kesamaan dari dua diet ini terletak dari konsumsi ikan, buah, sayur, dan karbohidrat kompleks. Selain itu, dua diet ini juga menekankan pentingnya pengurangan konsumsi daging merah, produk susu, gula, dan makanan olahan.

Lalu, di mana letak perbedaannya? Jika diet Mediterania menekankan konsumsi lemak sehat seperti minyak zaitun, diet Nordic menggunakan minyak kanola. Meskipun jenisnya berbeda, dua jenis minyak tersebut sama-sama baik untuk kesehatan jantung karena dapat menurunkan LDL (kolesterol 'jahat') dan meningkatkan HDL (kolesterol 'baik').

Perbedaan kedua minyak tersebut hanya terletak pada titik didih, kandungan lemak jenuh, dan antioksidannya. Minyak zaitun memiliki antioksidan dan lemak jenuh yang lebih tinggi, namun tidak tahan pemanasan tinggi sehingga hanya dianjurkan untuk salad atau menumis. Sementara itu, minyak kanola memiliki antioksidan dan lemak jenuh yang lebih rendah namun tahan pemanasan tinggi, sehingga dapat digunakan untuk menggoreng dan memanggang.

Jadi, diet Nordic bukan bertujuan untuk menurunkan berat badan secara drastis, tetapi lebih untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang, terutama untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Karena itu, dengan menerapkan diet Nordic, risiko penyakit seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi dapat berkurang.

Oya, diet Nordic juga dapat meningkatkan kemungkinan seorang wanita untuk dapat hamil. Selain itu, diet Nordic pun lebih ramah terhadap bumi, karena pola makan berbasis tumbuhan ini tidak mengeluarkan emisi sebesar diet yang kaya akan daging dan unggas. Bagaimana, Anda tertarik untuk mencoba diet Nordic?

[RS/ RVS]

1 Komentar