Sukses

Olahraga Menjelang Haid, Bolehkah?

Menjelang haid tiba, wanita umumnya akan merasakan berbagai keluhan. Di saat seperti ini, apakah mereka tetap boleh olahraga?

Klikdokter.com, Jakarta Ketika merasa kembung dan kram menjelang haid, sebagian besar wanita tidak akan termotivasi untuk melakukan banyak hal. Namun, tak sedikit pula wanita yang masih tegar menghadapi gejala-gejala tersebut, bahkan ada yang tetap memaksakan diri untuk tetap melakukan olahraga kesukaannya. Apakah Anda salah satu yang seperti ini?

Faktanya, berolahraga menjelang haid tidak dilarang dari segi medis. Penelitian membuktikan bahwa tubuh wanita masih mampu menangani beban kerja yang sama seperti sebelumnya. Sebab, fluktuasi hormonal yang terjadi menjelang haid tidak memengaruhi ketahanan tubuh. Karenanya, saat hormon Anda sedang bergejolak, performa tidak akan terpengaruh.

Kendati begitu, Anda tetap dianjurkan untuk tidak melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Hal ini harus benar-benar diperhatikan, apalagi jika Anda sedang berada di fase luteal. Fase ini terjadi saat ovum mulai bergerak dari saluran indung telur menuju rahim, yang dimulai dari hari ovulasi (hari ke-14) siklus haid dan diakhiri pada hari pertama haid.

Saat fase luteal tubuh wanita akan menggunakan lemak sebagai sumber utama energi tubuh dan akan menahan lebih banyak air. Ini adalah bagian dari gejala pre-menstrual syndrome atau sindroma pra haid. Keadaan demikian dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, apalagi jika Anda memaksakan diri untuk melakukan olahraga intensitas tinggi.

Jenis olahraga yang tepat

Hormon estrogen dan progesteron wanita berada pada kadar tertinggi saat fase luteal. Keadaan ini akan membuat Anda merasakan beberapa keluhan, seperti:

  • Sering merasa emosi yang berlebihan, seperti menangis tanpa sebab.
  • Kurang toleran terhadap suhu tinggi, dikarenakan progesteron tinggi yang menghambat respons berkeringat sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk melepaskan panas (kalor) dari tubuh.
  • Badan lemas dikarenakan metabolisme yang berubah dan mengunakan lemak sebagai sumber energi utama. Lemak lebih lama untuk dilepaskan sebagai energi.
  • Kembung akibat peningkatan estrogen yang menyebabkan ginjal mengembalikan air ke seluruh tubuh. Anda akan mengalami pembengkakan pada lengan, tungkai, perut, bokong, dan paha. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan sebanyak 1–3 kilogram dan akan menurun saat haid.

Lantas, jenis olahraga apa yang tepat untuk dilakukan menjelang haid? Jawabannya: olahraga untuk membakar lemak tubuh, seperti joging, bersepeda di medan yang datar, renang yang santai, serta aktivitas aerobik intensitas rendah hingga menengah lainnya. Penelitian menyebut, fase luteal merupakan waktu terbaik untuk memangkas kadar lemak di dalam tubuh.

Selain pembakaran lemak yang optimal, olahraga yang dilakukan pada fase luteal juga akan meningkatkan hormon endorfin dan serotonin. Hal itu akan membuat Anda merasakan kesenangan, sehingga gejala PMS menjelang haid akan berkurang. Tak cuma itu, Anda juga akan lebih mudah untuk tertidur, karena keluhan keringat berlebih di malam hari (hot flush) tidak akan terjadi.

Jadi, apakah Anda tertarik untuk coba melakukan olahraga menjelang haid? Apabila ya, pastikan Anda memilih jenis olahraga yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan. Lakukan kebiasaan baik secara berkelanjutan, agar manfaat sehatnya bisa terus Anda rasakan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar