Sukses

Stroke, Penyebab Meninggalnya Pakar Medsos Nukman Luthfie

Pakar medsos Nukman Luthfie meninggal dunia akibat stroke. Kenali seluk-beluk stroke untuk mencegahnya sejak dini.

Klikdokter.com, Jakarta Pakar media sosial Nukman Luthfie meninggal dunia pada Sabtu (12/1) malam di Yogyakarta akibat stroke. Ia meninggal pada serangan stroke kedua yang menimpanya. Pria kelahiran Semarang ini meninggal di usia 54 tahun.

Seperti melansir dari Liputan6.com, kabar meninggalnya Nukman dikonfirmasi langsung oleh sang adik, Lazuardi Nurdin. Melalui pesan singkat, Lazuardi mengabarkan berita duka itu. "Iya, mas Nukman mengembuskan napas terakhirnya hari ini pada jam 22.00 WIB," tulis Lazuardi.

Sebelum meninggal, Nukman diketahui mendapat serangan stroke dan dirawat di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta sekitar satu minggu. "Ini serangan stroke kedua, beberapa tahun lalu beliau sempat mengalami serangan pertama," kata Lazuardi.

Nukman dikenal sebagai pakar media sosial yang kritis. Ini semua berawal karena ia aktif sejak 2003 sebagai konsultan di dunia digital lewat Virtual Consulting. Ia sering muncul di berbagai media massa untuk dimintai pendapat soal fenomena media sosial dan internet di Indonesia.

Kenali jenis-jenis stroke

Stroke bisa dibilang sebagai salah satu ancaman mematikan paling tinggi di Indonesia. Berdasarkan riset data kesehatan (Riskesdas) 2018, prevalensi penderita stroke naik sekitar 3 persen dibanding tahun 2013, yakni menjadi 10,9 persen.

Stroke dibedakan menjadi dua jenis, yaitu stroke perdarahan (hemoragik) dan stroke penyumbatan (iskemik).

  1. Stroke perdarahan (hemoragik)

Stroke perdarahan adalah kondisi ketika aliran darah ke sel otak berkurang secara mendadak. Hal ini terjadi akibat pecahnya pembuluh darah otak. Jenis stroke ini dapat menyebabkan penekanan pada struktur otak, sehingga memperberat kondisi saraf pusat.

Penyebab stroke hemoragik adalah tekanan darah tinggi, aneurisma, atau kelainan pembuluh darah otak bawaan. Stroke pendarahan dapat dideteksi sejak dini dengan pemeriksaan medis rutin. Tindakan medis tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah dan CT scan bila ditemukan keluhan sakit kepala atau pusing  pada pasien.

  1. Stroke penyumbatan (iskemik)

Stroke penyumbatan merupakan jenis stroke yang paling banyak terjadi (80 persen kasus stroke). Dapat diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah otak secara mendadak.

Secara umum, penyumbatan pembuluh darah tersebut disebabkan oleh dua mekanisme yang berbeda. Pertama disebabkan oleh adanya plak pada pembuluh darah. Kedua adalah akibat adanya emboli, yaitu lepasnya zat asing dari bagian tubuh lain dan dibawa oleh aliran darah ke bagian tubuh tertentu.

1 dari 2 halaman

Apa saja penyebab stroke?

Faktor risiko stroke memiliki kemiripan dengan penyakit jantung. Karena pada dasarnya, keduanya sama-sama penyakit yang memengaruhi pembuluh darah. Berikut adalah penyebab stroke yang paling umum:

  • Kelebihan berat badan hingga obesitas.
  • Tidak aktif secara fisik atau jarang berolahraga.
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
  • Perokok berat maupun perokok pasif.
  • Memiliki kadar kolesterol tinggi.
  • Menderita diabetes, terutama dengan kadar gula yang tidak terkontrol.
  • Menderita beberapa penyakit lain, seperti obstructive sleep apnea dan penyakit jantung.

Selain itu, ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa diubah, seperti memiliki riwayat keluarga yang mengalami stroke atau penyakit jantung. Di sisi lain, pria memang lebih rentan mengalami stroke.

Kiat mencegah stroke yang perlu Anda tahu

Semua penyakit bisa dicegah, sama halnya dengan stroke. Menurut dr. Vito Damay Sp.JP M.Kes FIHA FICA dari KlikDokter, deteksi dini dan pemeriksaan medis secara rutin harus dilakukan untuk mencegah penyakit ini.

Menurut American Heart Association, seseorang yang sudah berusia 20 tahun sebaiknya melakukan ini untuk membantu mencegah stroke:

  • Memeriksa tekanan darah.
  • Memeriksa kolesterol lengkap saat puasa (LDL, HDL dan trigliserida).
  • Memeriksa kadar gula darah.
  • Mengukur lingkar pinggang.
  • Melakukan pemeriksaan fisik.
  • Rekam jantung standar (EKG).

Stroke yang dialami oleh pakar medsos Nukman Luthfie merupakan penyakit yang dapat dicegah. Anda dapat menghindarinya dengan mengetahui faktor risikonya, melakukan pola hidup sehat, dan tentunya kedisiplinan dalam menjalankan itu semua. Memeriksakan kesehatan (medical checkup) secara rutin juga penting, karena dapat mendeteksi adanya gangguan kesehatan sehingga turut membantu mencegah stroke.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar