Sukses

5 Kondisi Ini Bisa Diatasi dengan Akupunktur

Tahukah Anda, ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa diatasi dengan akupunktur?

Klikdokter.com, Jakarta Akupunktur merupakan salah satu jenis pengobatan tradisional Tiongkok yang sudah dikenal berabad-abad. Terapi ini dipercaya bisa merangsang saraf, otot, serta jaringan ikat. Pengaplikasiannya pun sudah mendunia kerap disertakan dalam berbagai terapi medis. Ada beberapa kondisi medis yang dipercaya bisa diatasi dengan bantuan akupunktur. Apa saja?

Akupunktur melibatkan penusukan jarum yang tipis ke dalam kulit pada berbagai titik strategis di kulit, dan metode ini sudah banyak diteliti dan terbukti baik untuk berbagai kondisi medis.

Dilansir dari Best Health Magazine, praktisi akupunktur tradisional mengatakan bahwa jarum khususnya bekerja dengan saluran energi alami Anda untuk menenangkan atau member energi pada berbagai bagian tubuh, dan membantu tubuh menyembuhkan dirinya. Penelitian modern pun mengonfirmasi bahwa penyaluran energi benar-benar bekerja dan sejalan dengan sistem saraf tubuh.

Jadi, kondisi apa saja yang bisa diatasi dengan akupunktur?

1. Nyeri tubuh

Akupunktur diketahui dapat meredakan tekanan di leher, nyeri di punggung, serta sakit kepala. Teknik ini juga sering digunakan untuk meredakan rasa sakit dan meningkatkan mobilitas pasca cedera atau kecelakaan.

“Akupunktur dapat menggiring hormon kortisol untuk menghampiri ke titik nyeri, yang dapat membantu memobilisasi sendi, menciptakan gerak, sekaligus membantu menenangkan otot,” kata Gayle Hulme, pemilik Lakeview Physiotherapy & Acupuncture di Kanada.

Kadang, jarum ditusukkan ke tempat rasa sakit untuk membantu merelaksasi otot atau memperbaiki otot yang lemah. Para praktisi juga bisa mencari area tubuh lain berkontribusi terhadap timbulnya rasa nyeri, misalnya tekanan pada kaki atau posisi bahu yang tidak pas.

2. Alergi

Alergi terjadi akibat reaksi sistem imun yang berlebihan saat terpapar zat tertentu dari luar tubuh. Gejala yang bisa diredakan antara lain meler dan mata sembap. Menurut sebuah percobaan tahun 2008 pada 5.000 orang di Jerman, mereka yang memiliki alergi rinitis dan mendapatkan terapi akupunktur lebih bisa mengontrol kekambuhan gejala dibanding mereka yang tidak menjalani akupunktur.

3. Gangguan pencernaan

Efek menenangkan dari akupunktur, beserta kemampuannya untuk “membangkitkan” bagian tubuh yang tak bekerja dengan baik dan mengobati peradangan, membuatnya sesuai untuk mengatasi masalah pencernaan. Beberapa orang yang memiliki masalah pencernaan seperti irritable bowel syndrome (IBS), sakit perut, atau konstipasi sering mengandalkan akupunktur sebagai terapi pendamping.

Selain itu, akupunktur yang dikombinasikan dengan latihan fisioterapi juga dapat membantu masalah pada panggul seperti inkontinensia urine (tak mampu menahan buang air kecil). Jarum tidak akan ditusukkan ke area pinggang, tapi pada titik yang mendukung penguatan otot dasar panggul.

4. Kesehatan mental

Perawatan akupunktur bisa memberikan ketenangan dari segi emosi dan mental. Itulah mengapa, terapi ini disebut ampuh meredam stres dan jadi pilihan menarik untuk mengatasi masalah seperti insomnia. Bahkan, akupunktur dapat membantu banyak masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecanduan terhadap zat adiktif.

5. Kesuburan

Semakin banyak dokter kesuburan yang merekomendasikan akupunktur sebagai terapi utama maupun terapi alternatif untuk mendukung efektivitas inseminasi buatan (IUI) atau in-vitro fertilization (IVF).

“Akupunktur baik untuk kesuburan yang bekerja dengan cara menyeimbangkan ulang hormon, sirkulasi, dan metabolisme,” kata Linda Xu, akupunkturis dari Total Wellness Center di Toronto, Kanada. Umumnya jarum tak hanya ditusukkan ke area perut, tapi juga kaki, lutut, kepala, dan tangan. Akupunktur juga banyak diandalkan pria yang punya masalah dengan sperma dan berdampak pada kesuburannya.

Jika Anda mengalami kondisi di atas, mungkin bisa mempertimbangkan teknik akupunktur untuk menangani keluhan yang Anda rasakan. Ingat, pilihlah tempat akupunktur yang aman, dengan praktisi yang tersertifikasi, atau berdasarkan rekomendasi dokter. Untuk Anda yang memiliki keluhan di leher, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu untuk menentukan jenis terapi yang paling aman.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar