Sukses

Alergi Sinar Matahari, Ini yang Harus Anda Lakukan

Kulit gatal dan kemerahan setelah terkena sinar matahari? Bisa jadi Anda alergi sinar matahari! Lakukanlah ini untuk mengatasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Ada orang yang alergi kacang, seafood, debu, atau kosmetik tertentu, tapi ada juga yang alergi terhadap sinar matahari! Tentunya ini bisa mengganggu, mengingat iklim Indonesia yang tropis membuat penderitanya mau tak mau harus berinteraksi dengan sinar matahari sepanjang tahun. Gejala umumnya adalah gatal-gatal, kulit memerah, biduran, mengelupas, juga bisa disertai nyeri. Jika Anda punya alergi sinar matahari, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menanganinya.

Alergi sinar matahari terkait dengan polymorphous light eruption (PLE) atau paparan cahaya polimorf yang memaparkan cahanya ke kulit manusia. Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, orang-orang yang memiliki riwayat keluarga akan alergi sinar matahari juga berisiko mengalami hal yang sama.

“Selain itu, ras kulit putih atau kaukasia umumnya lebih rentan terkena alergi sinar matahari. Bahkan, orang yang kerap kali terpapar bahan kimia, seperti parfum, disinfektan, lalu anak-anak yang mengonsumsi antibiotik, terutama tetrasiklin dan golongan sulfa, antinyeri ketoprofen, serta antijamur griseofulvin juga memiliki kepekaan kulit yang lebih tinggi terhadap sinar matahari,” tutur dr. Karin.

Kendati demikian, bukan berarti orang-orang yang tidak disebutkan di atas bisa terhindar dari alergi matahari. Sebab pada dasarnya, banyak orang yang sudah memiliki penyakit kulit sebelumnya, seperti dermatitis, yang memiliki risiko memiliki alergi sinar matahari.

Pencegahan dan pengobatan alergi sinar matahari

Jika Anda termasuk orang-orang yang memiliki alergi terhadap sinar matahari, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menanganinya. Dilansir dari laman resmi Harvard, Anda bisa:

  • Mengaplikasikan kompres dingin dengan waslap yang dingin dan lembap ke area ruam. Anda juga bisa menyemprotkan air dingin ke area tersebut.
  • Untuk meringankan gatal, Anda bisa mengonsumsi obat antihistamin (obat alergi) atau mengoleskan krim atau gel yang mengandung kortikosteroid.
  • Anda juga menggunakan gel aloe vera, spray, atau bedak cair yang mengandung kalamin untuk meringankan iritasi.
  • Jika gejala tidak kunjung membaik dan justru bertambah parah, misalnya ruam melebar sampai ke area yang tertutup pakaian, sebaiknya segera periksakan kondisi tersebut ke dokter. Ini penting agar dokter bisa memberikan dosis obat alergi yang tepat ataupun terapi kulit yang lebih efektif.
  • Hindari pula sinar matahari selama beberapa hari sampai gejala alergi tersebut menghilang dengan sendirinya. Lalu, pastikan juga penderita alergi selalu mengenakan baju lengan panjang, celana panjang, topi, dan sepatu tertutup untuk melindungi kulit dari sinar matahari,” dr. Karin menambahkan.
  • Sebelum Anda keluar dari rumah, gunakan tabir surya yang mengandung SPF minimal 30.
  • Batasi waktu Anda di luar rumah saat matahari sedang terik-teriknya, yakni pukul 10 pagi hingga 3 sore.
  • Kenakan kacamata hitam dengan perlindungan ultraviolet.
  • Waspadailah beberapa produk perawatan kulit yang justru bisa memperparah kondisi alergi Anda. Bila perlu, hentikan dulu penggunaan losion dengan pewangi ataupun produk-produk lainnya yang mengandung alkohol.

Pada beberapa kasus, alergi sinar matahari bisa sampai menyebabkan pembengkakan di sekitar mata atau bibir. Bahkan, jika sudah kronis, penderitanya bisa sampai kesulitan bernapas dan menelan. Jika sudah begini, segera cari bantuan medis karena ini bisa berujung pada reaksi anafilaksis yang dapat mengancam nyawa. Ingat, setiap orang bisa terkena alergi matahari.

Jika Anda mengidap alergi sinar matahari, lakukan langkah-langkah di atas. Abaikan cibiran orang lain yang menganggap usaha Anda untuk melindungi diri dari sinar matahari sebagai aksi manja dan tak ingin kulit hitam.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar