Sukses

Kiat Mencegah Balita Tersedak Saat Makan

Hati-hati, balita rentan tersedak saat makan. Berikut ini adalah kiat untuk mencegahnya.

Klikdokter.com, Jakarta Anak di bawah usia 5 tahun atau balita rentan mengalami tersedak saat makan. Sebab, di usia ini anak sedang gemar bereksplorasi dan memasukkan benda apapun ke dalam mulutnya.

Bahkan, bayi berusia lebih kecil seperti 6 atau 7 bulan yang baru mulai makan pun, senang memasukkan makanan atau berbagai benda ke dalam mulutnya. Akibatnya, balita rentan mengalami tersedak, terutama saat waktu makan tiba. Oleh karena itu, lakukan kiat yang tepat untuk mencegah balita Anda tersedak saat makan.

Tips mencegah si Kecil tersedak saat makan

Tersedak merupakan penyebab cedera bahkan kematian tersering pada balita. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh tersumbatnya saluran napas balita yang berukuran kecil oleh makanan dan benda tertentu.

Selain itu, balita juga masih belajar untuk mengunyah, menelan makanan dan belum mampu melakukan refleks batuk untuk mengeluarkan sumbatan tersebut. Karena tersedak dapat berakibat fatal bagi balita, Anda perlu melakukan upaya pencegahan berikut ini:

  1. Kenalkan si Kecil dengan makanan padat secara perlahan

Mengenalkan balita dengan makanan padat sebelum mampu menelan dengan baik rentan membuatnya tersedak. Oleh sebab itu, saat bayi mulai diberikan MPASI atau makanan pendamping ASI, lakukan secara bertahap mulai dari makanan dengan konsistensi  cair, halus, hingga yang lebih padat. Misalnya Anda dapat mulai dengan memberikan susu formula, buah-buahan yang dihaluskan, bubur susu kemudian nasi tim yang disaring.

  1. Hindari memberikan makanan yang “berisiko tinggi”

Jangan memberi si Kecil makanan yang dipotong kecil-kecil seperti daging cincang, potongan keju atau anggur. Karena makanan tersebut bisa berisiko membuat bayi tersedak, kecuali jika Anda memotongnya ke dalam ukuran sangat kecil.

Selain itu, hindari memberinya makanan padat dan keras seperti biji-bijian, kacang, permen atau berondong jagung. Tak hanya itu, makanan yang lunak namun sulit dikunyah balita juga perlu diperhatikan, seperti selai kacang, marshmallow atau permen karet.

  1. Awasi saat balita makan

Saat balita mulai beranjak besar, jangan lantas Anda memperbolehkan ia main atau berjalan-jalan atau berlarian saat makan. Pastikan si Kecil duduk saat makan. Ingatkan juga agar ia mengunyah dan menelan makanannya sebelum mulai berbicara.

  1. Perhatikan mainannya

Untuk membuat anak tertarik untuk makan, Anda tentu sering memberikan mainan atau benda-benda untuk dimainkan. Tapi hati-hati, jangan biarkan anak bermain dengan benda kecil seperti kelereng, bola atau mainan yang mengandung partikel kecil lainnya, karena rentan dimasukkan ke dalam mulut.

  1. Waktu yang tepat

Mengenalkan si Kecil pada makanan padat sebelum waktunya dapat meningkatkan risiko bayi tersedak. Jadi, tunggulah hingga buah hati Anda setidaknya berusia 6 bulan untuk diberikan makanan padat.

Makanan merupakan penyebab tersering balita tersedak saat makan. Jadi, berikan si Kecil menu makanan yang sesuai dengan kemampuannya dalam menelan makanan. Anda juga sebaiknya menjauhkan si Kecil dari benda-benda berukuran kecil yang juga rentan ia masukkan ke dalam mulut.

Tak hanya soal makanan, berbagai kondisi medis tertentu seperti gangguan menelan, gangguan neuromuskular, gangguan tumbuh kembang anak maupun cedera otak juga dapat meningkatkan risiko anak tersedak. Jadi, periksakan si Kecil dengan segera bila ia mengalami berbagai gangguan tersebut.

Balita memang rentan tersedak saat makan dan dapat berakibat fatal bagi dirinya. Untuk itu, sebagai orang tua, penting bagi Anda untuk mengawasi si Kecil dan melakukan kiat - kiat di atas sebagai upaya pencegahan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar