Sukses

Antisipasi Rabies, Lakukan 5 Hal Ini pada Kucing dan Anjing Anda

Anda memelihara kucing atau anjing? Lakukan antisipasi di bawah ini agar tak terjangkiti virus rabies.

Klikdokter.com, Jakarta Rabies menjadi momok di kota besar, termasuk Jakarta. Sampai-sampai Gubernur Anies Baswedan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta berniat merazia anjing dan kucing terkait pengamanan hewan penular rabies. Namun, rencana ini belakangan ditunda. Meski ditunda, Anda yang memelihara anjing atau kucing tetap harus melakukan langkah pencegahan supaya hewan peliharaan Anda tak terjangkit rabies.

Mengenal penyakit rabies

Rabies adalah penyakit yang menyerang sistem saraf pusat (otak). Menurut dr. Nitish Basant Adnani BMedSc, MSc dari KlikDokter, rabies merupakan infeksi virus berbahaya yang dapat ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, biasanya lewat gigitan. Jika manusia tergigit hewan yang terinfeksi rabies, dia harus mendapatkan serum antirabies (SAR) dan vaksin antirabies (VAR).

Data tahun 2016 mengungkap bahwa rabies masih menjadi masalah di Indonesia. Itu terlihat dari data bahwa hanya 10 provinsi yang tercatat bebas rabies. Itu artinya, ada 24 provinsi yang pada 2016 masih rentan terjangkiti rabies.

Binatang yang terdeteksi sering menyebarkan rabies adalah anjing, kucing, musang, dan monyet. Tak hanya melalui gigitan, virus rabies bisa berpindah ke manusia melalui jilatan pada kulit manusia yang terluka, cakaran, serta cairan dari selaput lendir seperti mulut, hidung, mata, anus, dan kemaluan hewan yang terinfeksi.

Gejala hewan peliharaan terjangkit rabies

Hewan yang berpeluang menularkan penyakit rabies tentu perlu mendapat perhatian khusus. Akan tetapi sebelum cara mengantisipasinya, Anda harus tahu dulu tanda-tanda hewan yang sakit rabies.

Hewan yang terinfeksi rabies dapat menunjukkan perubahan perilaku yang ekstrem, seperti gelisah atau ketakutan, dan keduanya dapat diperparah dengan menyerang objek bergerak. Hewan yang biasanya ramah menjadi mudah tersinggung, sementara hewan yang biasanya bersemangat dapat menjadi lebih jinak.

Contohnya, seekor anjing dapat menggigit atau menyerang binatang lain, manusia, dan bahkan benda mati. Hewan-hewan ini bisa juga terus-menerus menjilat, menggigit, dan mengunyah apapun yang ada di hadapan mereka.

Ketika virus berkembang, hewan yang terinfeksi dapat menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan, cahaya, dan suara. Mereka mungkin makan hal-hal yang tidak biasa dan bersembunyi di tempat gelap.

Kelumpuhan otot-otot tenggorokan dan rahang juga bisa terjadi, serta menghasilkan busa yang biasanya muncul di mulut. Tanda-tanda klasik rabies lainnya meliputi hilangnya nafsu makan, lemah, kejang, dan kematian mendadak.

1 dari 2 halaman

Pencegahan agar hewan tidak tertular virus rabies

Tindakan yang tepat agar virus rabies tidak menjangkiti hewan peliharaan, Anda bisa melakukan beberapa cara pencegahan di bawah ini.

1. Berikan vaksin kepada hewan peliharaan

Hal yang paling utama dan wajib hukumnya adalah memberikan vaksin kepada hewan peliharaan Anda. Vaksinasi hewan peliharaan Anda tidak hanya melindunginya dari virus rabies, tetapi juga melindungi Anda ketika tergigit hewan peliharaan sendiri. Selain itu, lakukan pemeriksaan rutin dengan dokter hewan tentang kesehatan hewan peliharaan dan jadwal vaksin berikutnya.

2. Jangan sampai hewan peliharaan "bergaul" dengan hewan liar

Menghindari kontak dengan hewan liar juga diperlukan sebagai bentuk pencegahan. Anda dapat mengurangi kemungkinan penularan rabies dengan membawa anjing atau kucing Anda menggunakan tali pengikat, dan mengawasinya saat dia berada di luar ruangan.

3. Jaga kebersihan kandang

Ini juga penting. Jika Anda menaruh hewan peliharaan Anda di dalam kandang, perhatikan kebersihannya. Ini dilakukan agar hewan peliharaan selalu bersih dan tidak rentan terhadap rabies.

4. Memandikan hewan lebih sering

Memandikan hewan peliharaan satu paket dengan menjaga kebersihan kandang. Jika hewan peliharaan selalu bersih dengan cara dimandikan, itu bisa memperkecil peluang peliharaan Anda terjangkiti rabies.

5. Jangan biarkan peliharaan memakan bangkai hewan lain

Jangan biarkan hewan peliharaan Anda memakan bangkai. Pasalnya, bangkai mengandung banyak kotoran dan jenis segala macam penyakit yang bisa saja menjadi pencetus rabies. Anda harus memperhatikan benar apa yang dimakan hewan peliharaan Anda supaya kesehatannya terjaga.

Indonesia memang belum bersih dari virus rabies. Untuk itu, proteksi hewan peliharaan Anda dengan melakukan vaksinasi serta menjaga kebersihan hewan dan kandangnya. Hewan peliharaan yang sehat tentu akan memberikan dampak baik pada kualitas hidup Anda dan keluarga.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar