Sukses

Sakit Kepala Usai Tertawa, Apa Penyebabnya?

Sakit kepala setelah tertawa terbahak-bahak? Ini dia penjelasan medis soal penyebabnya.

Klikdokter.com, Jakarta Berkumpul bersama para sahabat pasti menjadi kegiatan favorit yang bisa sangat menghibur. Apalagi setelah tidak bertemu selama beberapa waktu.  Ada banyak cerita lucu yang dibagikan saat bertemu sahabat lama. Tapi, tak lama kemudian, kok tiba-tiba Anda mengalami sakit kepala setelah tertawa?

Dalam dunia medis, hal yang Anda alami itu disebut dengan cough headache atau sakit kepala karena batuk. Ada dua jenis cough headache, yakni primer dan sekunder. Keduanya sama-sama dipicu oleh tekanan tiba-tiba di perut dan dada.

Dilansir Healthline, sakit kepala primer biasanya tidak serius, dan banyak dialami pria dan orang di atas 40 tahun. Hingga kini penyebab utamanya masih belum diketahui. Umumnya sakit kepala primer tertawa berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit, terasa seperti ditusuk, dan dirasakan pada dua sisi kepala. Sementara sakit kepala sekunder harus Anda lebih waspadai.

Tentang sakit kepala sekunder

Gejala sakit kepala sekunder bisa sama seperti sakit kepala primer. Tetapi biasanya juga diikuti oleh sejumlah gejala seperti durasi sakit kepala yang lebih lama, kehilangan keseimbangan, pusing dan pingsan.

Sakit kepala sekunder dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius, seperti:

  • Malformasi chiari: suatu kondisi kelainan struktural pada saluran penghubung antara tulang tengkorak dan otak. Dapat terbentuk sebelum kelahiran selama perkembangan janin, tetapi bisa juga terjadi di kemudian hari sebagai akibat dari cedera, infeksi, atau penyakit.
  • Tumor otak: massa sel abnormal yang ditemukan di atau dekat otak. Bisa jinak atau ganas.
  • Aneurisma otak: tonjolan atau kelemahan pembuluh darah di otak. Tonjolan ini bisa pecah sehingga bisa mengancam nyawa.
  • Perubahan tekanan pada cairan serebrospinal. Peningkatan atau penurunan tekanan dapat menyebabkan sakit kepala.

Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami gejala sakit kepala sekunder, sakit kepala terasa sangat nyeri, penglihatan kabur, dan sering mengalami sakit kepala setelah tertawa.

Jika dokter mencurigai adanya sakit kepala sekunder, Anda akan diminta untuk melakukan tes pencitraan untuk melihat kondisi otak. Tes ini meliputi magnetic resonance imaging (MRI) dan computerized tomography scan (CT)

Waspadai tertawa yang tidak terkontrol

Dalam dunia medis, ada istilah pathological laughter (tertawa patologis) yang disebut juga dengan pseudobulbar affect. Ini merupakan kondisi ketika orang tiba-tiba tertawa secara tidak terkontrol, dan pada waktu yang salah. Respons tawa ini bukan disebabkan oleh kebahagiaan, melainkan ada beberapa masalah saraf.

Dikutip dari National Geographic, ada kisah tentang seorang pria berusia 58 tahun yang tertawa tak berkesudahan saat sedang bermain bersama keluarganya. Ia tidak mengindahkan hal tersebut sampai akhirnya meninggal, karena ternyata ia mengidap stroke. Selain stroke, tertawa patologis telah lama dihubungkan dengan penyakit sklerosis ganda, tumor otak, Alzheimer, dan penyakit Wilson.

Jadi jika Anda mengalami sakit kepala setelah tertawa, perhatikan durasi dan frekuensinya. Jika keluhan tersebut datang terlalu sering, nyeri kepala sulit hilang dan disertai dengan gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, hingga penurunan kesadaran, berarti Anda perlu memeriksakan kondisi tersebut ke dokter spesialis saraf. Kemungkinan dokter akan merekomendasikan Anda untuk melakukan pemeriksaan MRI atau CT scan untuk mendeteksi adanya gangguan di otak.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar