Sukses

Wanita Punya Banyak Rambut Halus, Rentan Kena Penyakit Kesuburan?

Anda para wanita yang punya banyak rambut halus di tubuh, waspadalah! Bisa jadi itu menandakan adanya risiko penyakit kesuburan.

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda termasuk wanita “berbulu” alias wanita yang sekujur tubuhnya ditumbuhi oleh banyak rambut-rambut halus? Jika iya, mungkin Anda perlu berhati-hati. Sebab, kabar yang beredar tak hanya soal libido yang tinggi. Namun, disebutkan juga bahwa rambut halus menandakan adanya masalah kesuburan. Penyakit kesuburan yang dimaksud adalah sindrom ovarium polikistik dan bisa memperlambat proses kehamilan.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, benar adanya bahwa pertumbuhan bulu-bulu halus di area dagu, mulut, dan bawah pusar bisa menjadi pertanda adanya kondisi polycystic ovarian syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik.

“PCOS adalah kelainan hormonal yang memiliki beberapa gejala khas, yaitu adanya kista pada indung telur atau ovarium penderitanya. Keadaan ini diderita oleh 5-10 persen wanita dan kerap menjadi penyebab gangguan kesuburan.” jelas dr. Nadia.

Bahkan, menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, setidaknya 1 dari 10 wanita berusia 15-44 tahun di dunia mengalami sindrom ini dan sebanyak 70 persennya, tidak menyadari sama sekali terkena PCOS.

Penyebab PCOS dan gejalanya

Pertumbuhan rambut halus yang berlebih di sekujur tubuh, khususnya pada wajah (kumis dan janggut tipis), disebut dengan hirsutisme. Kondisi tersebut sebenarnya dipicu oleh kadar hormon pria (androgen) yang meningkat pada seorang wanita.

Ironisnya, meski rambut pada bagian yang tak semestinya itu tumbuh subur, tetapi pada orang yang terkena sindrom ovarium polikistik justru mengalami kerontokan rambut kepala yang relatif parah. Sehingga, hal tersebut akan sangat menurunkan kepercayaan diri wanita yang menderitanya.

Sementara itu, dr. Dyan mengatakan, sebenarnya cukup sulit menentukan mengapa seseorang bisa memiliki hormon yang tidak seimbang dan berdampak pada munculnya bulu serta sindrom tersebut. Tapi yang jelas, risiko penyakit kesuburan tersebut dapat meningkat karena faktor keturunan dan adanya peradangan di dalam tubuh.

Gejala dari sindrom ovarium polikistik pun tidak hanya sebatas pertumbuhan bulu saja. Munculnya jerawat yang banyak di wajah dan tubuh, kesulitan menurunkan berat badan, serta kulit cenderung menggelap – walau Anda jarang panas-panasan – juga bisa menjadi gejala PCOS.

Kemudian, coba Anda ingat-ingat lagi, apakah selama ini haid Anda lancar? Atau jangan-jangan, selama ini siklus haid Anda kacau, tetapi Anda mengabaikannya? Padahal, selain karena stres, siklus haid yang berantakan juga bisa disebabkan oleh tumbuhnya kista atau kantung berisi cairan di dalam sel telur.

“Kista yang muncul akan menghambat pematangan sel telur. Akibatnya, sel telur tidak pernah matang serta tidak dilepaskan ke salurannya.” tutur dr. Dyan. Dan itulah mengapa, selain haid yang tidak teratur, penderita PCOS akan kesulitan untuk mendapatkan momongan.

Waspadalah dengan rambut halus di sekujur tubuh

Jadi, daripada Anda selalu membuat janji ke tempat waxing untuk menyingkirkan bulu-bulu yang mengganggu penampilan, cobalah membuat janji dengan dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatan reproduksi Anda.

Bagi Anda para wanita yang punya banyak bulu dari wajah hingga kaki – serta mengalami siklus haid yang kacau – lebih waspadalah dengan kondisi Anda. Pasalnya, selain bisa menyulitkan Anda untuk memiliki keturunan, PCOS juga bisa memicu timbulnya penyakit kardiovaskular di kemudian hari.

Meski demikian, Anda tak perlu cemas. Meskipun sindrom ini sulit dicegah, bukan berarti penyakit kesuburan ini tidak bisa diatasi. “Dengan deteksi dini dan penanganan medis yang tepat, sindrom ovarium polikistik dapat diatasi,” dr. Dyan menekankan.

Sindrom PCOS pada wanita yang menyerang kesuburan dan ditandai dengan banyaknya rambut halus di tubuh, pada dasarnya bisa dicegah. Selain dengan melakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter, Anda dapat melakukan upaya pencegahan dengan menjaga berat badan ideal, membatasi asupan karbohidrat, dan berolahraga secara teratur.

[NP/ RVS]

1 Komentar