Sukses

Bayi Kuning, Berapa Kali Harus Mendapat ASI dalam Sehari?

ASI bisa membantu bayi yang kuning. Lalu, berapa kali ASI diberikan setiap harinya untuk bayi kuning?

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu yang sering menyebabkan kekhawatiran pada orang tua adalah ketika melihat bayi yang baru lahir terlihat kuning. Padahal, hal tersebut sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Bayi kuning bisa terjadi karena kekurangan air susu ibu (ASI). Terkait hal ini, berapa kali bayi yang kuning mendapat ASI dalam sehari?

Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, bayi kuning biasa disebut ikterus atau jaundice dalam dunia kedokteran. Ini terjadi karena penumpukan bilirubin di dalam darah.

"Bilirubin adalah suatu pigmen berwarna kuning kecokelatan hasil pemecahan sel darah merah. Ini dinamakan bilirubin indirek yang larut dalam lemak dan akan dibawa oleh albumin ke liver (atau lever). Nantinya, di dalam liver, bilirubin dikonjugasi menjadi enzim direk yang larut dalam air dan akan dibawa ke dalam usus melalui saluran empedu. Pada akhirnya, bilirubin di usus tersebut akan berakhir dalam tinja," ujar dr. Andika.

Hanya saja, pada bayi yang baru lahir, liver atau organ hati belum bekerja sempurna, sehingga butuh waktu untuk mengeluarkan bilirubin tersebut. Akibatnya, bilirubin menumpuk dalam darah dan menyebabkan warna kuning pada permukaan kulit bayi.

Perbedaan ikterus fisiologis dan patologis

Sebelumnya, Anda juga harus tahu jenis ikterus dan perbedaannya. Selama ini dikenal ada ikterus fisiologi (normal) atau patologis (abnormal).

  • Ikterus fisiologis:

Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, bayi dikatakan mengalami ikterus fisioliogis jika muncul pada usia 2-3 hari dan hilang pada hari ke-7 dan kadar bilirubin total tidak lebih dari  5mg/dL.

Ini biasanya terjadi karena dua hal. Pertama, adanya peningkatan produksi bilirubin di dalam tubuh karena usia sel darah merah yang relatif lebih pendek dan konsentrasi Hb yang tinggi pada bayi baru lahir menurun pada awal kehidupan.

Kondisi kedua, diakibatkan ekskresi bilirubin menurun. Ini biasanya disebabkan oleh sistem organ hati pada bayi belum bekerja secara sempurna.

  • Ikterus patologis:

Ini berkaitan erat dengan bayi yang terlahir prematur. Bayi akan berwarna kuning pada awal kehidupan dan menetap hingga lebih dari tujuh hari. Lalu, bayi juga akan mengalami kenaikan bilirubin sebanyak lebih dari 5mg/dL per harinya. Contoh keadaan ikterus patologis adalah ketika mengalami infeksi berat atau sepsis, atresia bilier (saluran empedu tidak terbentuk sempurna), dan infeksi TORCH.

Menangani ikterus lewat ASI

Salah satu cara agar bilirubin di tubuh bayi terpecah adalah dengan “memaksa” bayi untuk mengeluarkannya lewat tinja. Ini bisa dilakukan dengan cara memberikan ASI sesering mungkin. Lalu, berapa kali dalam sehari sebaiknya pemberian ASI bagi bayi yang kuning?

Menurut dr. Andika, pada kondisi ikterus, pemberian ASI sesering mungkin dianjurkan mulai dari 8 sampai 12 kali per hari. Dengan begitu, bayi akan memiliki frekuensi buang air besar lebih sering.

ASI sangat diperlukan oleh bayi yang kuning. Ini karena kandungan protein dari susu ASI juga berfungsi melapisi mukosa usus (selaput lendir) dan menurunkan penyerapan kembali bilirubin yang tidak terkonjugasi.

Namun, jika pada kasus yang cukup berat, kasus ikterus bisa diatasi dengan fototerapi atau terapi sinar. Paparan sinar dari fototerapi bisa memecah bilirubin dalam tubuh bayi. Prosedur ini harus dilakukan lewat pemantauan dokter anak.

Kondisi bayi kuning tidak perlu terlalu Anda khawatirkan. Bila ASI Anda memadai, Anda perlu memberikannya seperti yang disarankan di atas, yakni 8-12 kali setiap harinya. Jika kondisi tak kunjung membaik, segera bawa bayi Anda ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

[HNS/ RVS]

1 Komentar