Sukses

4 Manfaat Sunat bagi Bayi Laki-laki

Secara medis, sunat bagi bayi laki-laki terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu pertanyaan umum yang biasanya akan ditanyakan dokter setelah bayi laki-laki Anda lahir adalah, apakah Anda berencana untuk menyunatnya. Dalam ilmu kesehatan, sunat yang dalam bahasa medis disebut sirkumsisi adalah prosedur pilihan. Artinya, orang tua dapat memilih apakah anaknya harus disunat atau tidak. Prosedur sunat dapat dilakukan sebelum ibu dan bayi meninggalkan rumah sakit, atau 2 hingga 3 hari setelah kelahiran.

Dikutip dari WebMD, praktik sunat sudah dilakukan sejak zaman Mesir kuno. Praktik ini diyakini dapat membantu laki-laki menjaga area kelaminnya tetap bersih. Sementara di zaman ini, penyunatan dilakukan terutama karena anjuran agama atau budaya. Di Amerika Serikat, misalnya, sekitar 55 persen bayi baru lahir disunat segera setelah lahir. Sisanya menjalani sunat beberapa lama setelah lahir, sedangkan beberapa yang lain memilih tidak disunat.

Jika Anda mempertimbangkan untuk menyunat bayi laki-laki Anda, beberapa hal di bawah ini perlu Anda ketahui.

Sunat pada bayi

Menurut dr. Reza Fahlevi dari Klikdokter, sunat merupakan tindakan pemotongan kulit penis bagian depan, yang menutupi kepala penis.

“Sunat pada bayi laki-laki yang baru lahir dapat dilakukan sebelum atau beberapa hari setelah ibu dan bayi meninggalkan rumah sakit,” dia menjelaskan.

Sunat pada bayi, menurut dr. Reza, hanya dapat dilakukan jika bayi dalam kondisi sehat. Jika bayi memiliki kondisi medis tertentu, sunat dapat ditunda. Kondisi medis tertentu misalnya dapat berupa kelahiran prematur, bayi terlahir dengan masalah pada penisnya, atau memiliki gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia.

Secara medis, sunat memang terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan. Tidak hanya manfaat jangka pendek saja, sunat pun turut memberikan manfaat jangka panjang. Dikutip dari Everydayhealth berikut ini adalah manfaat sunat pada anak laki-laki.

  1. Mengurangi risiko kanker prostat

Penelitian yang diterbitkan di BJU International menemukan bahwa sunat memiliki efek perlindungan dari kanker prostat, terutama di kalangan pria kulit hitam yang berisiko lebih tinggi. Studi ini menemukan bahwa pria yang disunat ketika mereka berusia lebih dari 35 tahun menurunkan risiko kanker prostat hingga 45 persen. Untuk pria yang disunat dalam 1 tahun kelahiran, risiko kanker prostat menurun hingga 14 persen. Temuan ini penting, terutama untuk populasi yang berisiko tinggi terkena kanker prostat.

  1. Turunkan risiko tertular HIV

Tiga penelitian menemukan bahwa sunat memiliki efek perlindungan terhadap HIV. Studi yang dilakukan di Kenya, Afrika Selatan, dan Uganda mengungkapkan bahwa sunat menurunkan risiko pria terinfeksi HIV hingga 60 persen.

  1. Kondisi medis yang lebih baik

Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Mayo Clinic Proceedings, terungkap bahwa setengah dari jumlah pria yang tidak disunat akan mengalami kondisi medis yang buruk yang disebabkan oleh kulit khatan selama hidup mereka.

  1. Risiko infeksi yang lebih rendah

Beberapa penelitian menemukan bahwa anak laki-laki yang tidak disunat lebih mungkin mengalami infeksi saluran kemih daripada yang disunat. Menurut sebuah studi pada 2012 yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal, risiko infeksi anak yang disunat 88 persen lebih rendah dibanding anak laki-laki yang tidak disunat.

Kebanyakan anak akan segera pulih dalam 3-7 hari setelah disunat tanpa masalah berarti. Menurut WebMD, hanya sekitar 1 persen bayi yang mengalami komplikasi setelah menjalani prosedur sunat.

Meski demikian, segera kontak dokter Anda jika beberapa hal di bawah ini terjadi pada bayi Anda usai disunat.

  • Bayi Anda tidak kencing dalam waktu 12 jam setelah sunat
  • Anda melihat darah berlebihan di popoknya
  • Kemerahan atau pembengkakan di sekitar penisnya memburuk
  • Anda melihat tanda-tanda infeksi, seperti nanah
  • Aroma berbau busuk yang berasal dari ujung penisnya
  • Cincin plastik yang digunakan saat penyunatan tak hilang setelah 2 minggu.

Namun, dengan cara sunat yang benar dan dilakukan oleh tenaga medis yang ahli serta perawatan luka bekas sunat yang baik, komplikasi dapat dihindari.

Jika Anda memutuskan bahwa bayi atau anak laki-laki Anda perlu disunat, berkonsultasilah dengan dokter mengenai waktu dan penanganan yang tepat. Seperti lazimnya semua tindakan medis, sunat pada bayi dan anak juga dapat dilakukan di rumah sakit, atau tempat praktik dokter. Baca juga artikel ini untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai manfaat sunat bagi bayi laki-laki.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar