Sukses

Apa Penyebab Nyeri Saat Haid?

Nyeri saat haid bisa sangat mengganggu. Mari cari tahu penyebabnya agar bisa lebih waspada.

Klikdokter.com, Jakarta Nyeri haid, atau istilah medisnya disebut dengan dismenorea, sering terjadi pada wanita muda. Biasanya, nyeri haid mencapai puncaknya 24 jam setelah darah haid keluar dan berlangsung hingga 2-3 hari setiap bulan. Tingkat nyeri haid berbeda-beda pada tiap wanita, ada yang ringan dan tidak mengganggu hingga kondisi yang berat.

Selain nyeri pada daerah perut bawah, terkadang nyeri haid juga disertai dengan gejala premenstrual syndrome (PMS). Misalnya, perut yang terasa penuh gas, mual,  nyeri pinggang, badan pegal-pegal, bahkan sakit kepala.

Terdapat dua jenis dismenorea, yaitu primer dan sekunder. Dismenorea primer disebabkan oleh peningkatan senyawa prostaglandin. Seiring berjalannya waktu haid, kadar prostaglandin di rahim akan berkurang sehingga nyeri yang dihasilkan pun juga berkurang. Biasanya dismenorea primer muncul di awal haid pertama, dan akan membaik seiring bertambahnya usia.

Sedangkan dismenorea sekunder adalah nyeri haid yang disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem reproduksi wanita. Umumnya wanita yang mengalami dismenorea sekunder akan merasakan nyeri haid yang lebih berat dibanding biasanya. Ada beberapa gangguan sistem reproduksi yang biasanya memicu nyeri haid berlebih, seperti:

  • Endometriosis

Endometriosis cukup sering menjadi penyebab nyeri haid. Berdasarkan prevalensinya, sekitar 6-10% wanita mengalami endometriosis dan rata-rata didiagnosis pada usia 27 tahun.

Gejala yang muncul pada endometriosis dapat bervariasi. Beberapa gejala yang muncul, antara lain nyeri hebat saat haid, banyak darah haid yang keluar hingga harus berganti pembalut, mudah lelah, diare, konstipasi, dan nyeri saat BAB.

  • Adenomiosis

Adenomiosis adalah pertumbuhan jaringan rahim ke dalam dinding otot rahim. Keadaan ini dapat menyebabkan pembesaran rahim dan nyeri pada saat haid berlangsung.

Gejala yang muncul pada adenomiosis adalah perdarahan haid yang berlebih atau lebih lama dari biasanya, yang disertai dengan nyeri pada panggul dan perut yang berlebih. Tidak jarang kondisi ini menyebabkan seorang wanita mengalami anemia sehingga butuh penanganan lebih lanjut.

  • Fibroid

Fibroid adalah tumor jinak yang tumbuh pada otot rahim. Kondisi ini tidak menunjukkan gejala yang spesifik, namun pada beberapa wanita dapat menyebabkan perdarahan yang berkepanjangan, nyeri di sekitar panggul, hingga masalah pencernaan seperti mual dan muntah.

Kurang lebih 70% wanita terdiagnosis fibroid pada usia 45 tahun, dan banyak menyerang wanita yang memiliki BMI tinggi. Selain itu, riwayat melahirkan dan kebiasaan merokok juga bisa menjadi faktor risiko terjadinya fibroid.

Untuk menangani nyeri haid, Anda dapat meletakkan kompres hangat di bagian perut bawah selama 10-15 menit sembari memijat perut dengan jari tangan. Anda bisa mengonsumsi obat antinyeri seperti asam mefenamat atau parasetamol bila nyeri tidak kunjung berkurang dengan kompres hangat.

Jika Anda mengalami nyeri haid berkepanjangan dan tidak membaik meski sudah mengonsumsi obat, segeralah berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk mencari penyebabnya. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan dimulai dari wawancara medis, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang berupa USG untuk melihat keadaan organ reproduksi Anda.

Demikian penjelasan singkat mengenai penyebab nyeri saat haid. Jangan lupa untuk rutin berolahraga untuk membantu mengurangi rasa nyeri saat haid datang.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar