Sukses

Usai Kehujanan, Pilih Mandi Air Hangat atau Air Dingin?

Usai kehujanan, Anda dianjurkan untuk segera mandi. Namun, mana yang lebih baik, mandi dengan air hangat atau air dingin?

Klikdokter.com, Jakarta Menurut laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan 2018/2019 diprakirakan terjadi pada bulan Januari sebanyak 150 zona musim (ZOM) dan Februari sebanyak 77 ZOM. Karena hujan akan masih menyapa paling tidak hingga dua bulan ke depan, siapa pun bisa kehujanan saat beraktivitas. Nah, jika sudah terlanjur kehujanan, Anda dianjurkan untuk segera mandi atau membersihkan diri. Namun, mana yang lebih baik, mandi dengan air hangat atau air dingin?

Menurut dr. Nabiela Viera Yovita dari KlikDokter, mandi dengan air apapun sama baiknya. Hanya saja, mandi dengan air hangat lebih baik untuk relaksasi setelah kehujanan.

"Mandi air dingin ataupun air hanya setelah kehujanan sama baiknya, khususnya agar tidak masuk angin. Kalau mandi dengan air hangat bonus ekstranya adalah efek relaksasi,” jelas dr. Nabiela. Jika setelah mandi Anda harus beraktivitas, lebih baik mandilah dengan air dingin karena membuat badan lebih segar.

Jika ingin mendapat bonus relaksasi, mandilah dengan air hangat

Dilansir dari Boldsky, Anda sebaiknya mandi dengan air hangat setelah basah kuyup kehujanan. Air hujan yang dingin dapat membuat suhu tubuh tidak stabil. Mandi air hangat juga merupakan cara yang baik untuk menyingkirkan semua kuman dan infeksi yang bisa Anda dapat setelah kehujanan. Mandi dengan sabun antiseptik juga disarankan.

Menurut Mayo Clinic, mandi air hangat bisa membuat jantung bekerja lebih cepat dan akhirnya memompa darah ke permukaan tubuh sehingga panas dapat dikeluarkan. Hal ini menyebabkan pembuluh darah berdilatasi (melebar), sehingga menurunkan resistensi aliran pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Aliran pembuluh darah ke otot juga dapat membantu relaksasi otot. Inilah kenapa mandi air hangat dapat memberikan efek relaksasi.

Jika belum ingin mandi, Anda bisa merendam kaki di dalam wadah berisi air hangat terlebih dulu, untuk menghilangkan kuman dan kotoran. Perlahan, suhu tubuh akan kembali normal.

1 dari 2 halaman

Mandi air hangat mencegah sakit kepala

Dilansir dari Liputan6.com, mandi air hangat tak hanya mengembalikan suhu tubuh, tapi juga mencegah sakit kepala. Dikutip dari situs pribadi Dr. Avinash Padhke, presiden dan mentor dari SRL Diagnostics, India, tekanan udara rendah saat hujan dan kelembapan tinggi dapat memicu sakit kepala, khususnya pada anak-anak.

Ia menganjurkan Anda untuk segera mandi air hangat dan berganti pakaian dengan pakaian yang kering. Keringkan kepala secara menyeluruh karena kepala yang basah akan membuat Anda rentan terkena flu.

Manfaat lain dari mandi air hangat antara lain:

  • Meredakan pilek. Uap dari air hangat atau panas bisa melegakan pernapasan.
  • Membuat tidur jadi nyenyak. Perubahan suhu yang terjadi saat mandi air hangat dapat membantu tidur jadi lebih nyenyak.
  • Memperbaiki sirkulasi darah. Mandi dengan air hangat bisa memperbaiki masalah otot dan nyeri sendi yang terkait dengan artritis. Mandi air hangat juga bisa membantu mengatasi cedera otot dan kelelahan pada otot.
  • Mengurangi rasa nyeri. Air hangat akan melancarkan kerja pembuluh darah dengan membuat sendi, tendon, jaringan, dan otot lebih kendur. Meski tak menyembuhkan secara total, tapi mandi air hangat bisa meredakan nyeri.

Jaga daya tahan tubuh agar tak mudah sakit

Jika Anda banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, tentunya risiko kehujanan pun meningkat. Untuk memperkecil Anda jatuh sakit usai kehujanan—selain dengan segera mandi setelah kehujanan—lakukan cara-cara yang dipaparkan dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter di bawah ini:

  1. Rajin cuci tangan dan kaki dengan sabun dan air mengalir. Ini penting untuk membersihkan kotoran yang bisa menjadi sumber kuman penyakit.
  2. Hindari menyentuh area wajah terlalu sering, apalagi dengan tangan yang belum dibersihkan. Sebagian besar virus dan kuman bisa masuk lewat hidung, mata, dan mulut.
  3. Gunakan alat pelindung seperti payung, jas hujan, atau baju lengan panjang, karena hujan mengandung banyak zat kimia dan polutan.
  4. Banyak minum air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
  5. Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin, seperti buah dan sayur.
  6. Jangan begadang, karena kurang tidur bisa bikin daya tahan tubuh menurun.

Usai kehujanan, Anda memang disarankan untuk segera mandi. Baik air dingin maupun air hangat, keduanya sama baiknya untuk membersihkan tubuh dari air hujan dan kandungan yang dibawanya. Namun, jika yang Anda cari adalah efek relaksasi, mandi air hangat lebih tepat. Satu hal yang tak kalah penting, jagalah selalu daya tahan tubuh saat musim hujan dengan tips di atas. Ingat, anggapan bahwa musim hujan disebut sebagai musim penyakit bukanlah hanya bualan semata.

[RN/ RVS]

 

0 Komentar

Belum ada komentar