Sukses

5 Mitos tentang Haid yang Perlu Anda Luruskan

Bukan cuma mitos seputar kehamilan yang perlu dikupas tuntas, tetapi berbagai mitos tentang haid juga patut Anda cari tahu kebenarannya.

Klikdokter.com, Jakarta Bisa dibilang, kehidupan wanita tak lepas dari beragam mitos. Mulai dari mitos seputar haid hingga mitos tentang kehamilan. Begitu banyak pernyataan dari mulut ke mulut yang kerap kali bikin Anda resah. Mau mengecek kebenarannya pun segan, karena itu semua  merupakan anjuran dari orang tua.

Tapi, bagaimanapun juga, Anda wajib mengetahui kebenaran akan mitos yang berkaitan dengan kesehatan Anda sendiri, terutama mitos tentang haid. Berikut ini ada beberapa mitos tentang haid yang perlu Anda luruskan sebelum Anda ikut-ikutan menyebarluaskannya kepada kerabat dekat.

  1. Mitos: Rasa sakit saat haid Itu tidak nyata atau hanya dilebih-lebihkan

Rata-rata orang menganggap wanita yang mengaku kesakitan karena haid hanya melebih-lebihkan kondisinya. Sisi positifnya, mungkin orang-orang ingin Anda tidak terlalu memikirkan perasaan tak nyaman akibat haid yang tengah dirasakan. Meskipun pernyataan bahwa rasa sakit saat menstruasi itu tidak nyata merupakan pernyataan yang menjengkelkan, Anda tak perlu terlalu menggubrisnya.

Dilansir dari Healthline, rasa sakit saat menstruasi memang benar adanya serta memiliki istilah medis yang disebut dismenore. Pada kenyataannya, sekitar 20 persen wanita di dunia mengalami dismenore yang cukup parah hingga mengganggu aktivitas harian mereka.

Bahkan, sebagian dari mereka harus berhenti bekerja dan meringkuk di tempat tidur sembari berharap rasa kram yang dirasakan bisa mereda. Kalaupun mereka bisa melanjutkan aktivitas seperti biasa, mereka akan cukup sulit untuk berkonsentrasi dan menjadi sangat sensitif.

  1. Mitos: Haid pasti datang tepat setiap bulan

Normalnya, setiap wanita memang mengalami haid setiap bulannya, atau umumnya 28 hari sekali. Tetapi, itu hanyalah angka rata-rata. Beberapa siklus wanita jauh lebih lama, yaitu 28 hingga 35 hari, dan bahkan ada yang lebih pendek.

Situasi seperti perjalanan jauh, fluktuasi berat badan, kondisi emosi, dan obat-obatan dapat memengaruhi siklus haid wanita. Maka, kurang tepat rasanya jika Anda langsung mematenkan bahwa haid pasti selalu muncul di tanggal atau minggu-minggu yang sama.

  1. Mitos: Darah haid adalah darah kotor

Perlu ditekankan sekali lagi bahwa darah haid bukanlah darah yang berasal dari cairan tubuh atau cara tubuh untuk membuang racun. Darah haid merupakan campuran dari jaringan rahim, selaput lendir, dan sedikit bakteri dari vagina.

Darah haid pun mengandung lebih sedikit sel darah ketimbang darah biasa. Jadi, meskipun darah haid tampak lebih kotor, bukan berarti darah haid adalah darah kotor yang dikeluarkan oleh tubuh.

  1. Mitos: Minum soda dapat memperlancar haid

Entah dari mana mitos ini berasal, tetapi meminum soda saat haid sudah dilakukan oleh banyak wanita demi mendapatkan haid yang lancar dan bebas nyeri. Padahal, menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter, air soda tidak ada hubungannya sama sekali dengan kelancaran haid.

“Kelancaran haid ditentukan oleh kondisi rahim dan hormon wanita itu sendiri. Sedangkan soda dapat memengaruhi saluran pencernaan, bukan sistem reproduksi,” tutur dr. Resthie. Jadi, minum soda tak ada hubungannya sama sekali dengan kelancaran haid.

  1. Mitos: Tidak boleh keramas saat haid

Menurut dr. Resthie, masyarakat meyakini bahwa keramas saat haid, khususnya di 3 hari pertama haid, dapat meningkatkan sel darah putih dan menimbulkan kanker. Tak cuma itu, ada pula yang mengatakan, keramas saat haid bisa bikin darah haid keluar secara tidak lancar.

Dan bahkan sebaliknya, ada juga yang mengatakan, keramas saat haid justru bikin darah haid mengalir deras dan menyebabkan bocor saat beraktivitas. Padahal, itu semua hanya mitos belaka yang sebenarnya tidak perlu diambil pusing. Anda dipersilakan untuk keramas saat haid karena keramas tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan apa pun.

“Justru, keramas saat haid akan menjaga kebersihan tubuh dan membuat Anda lebih nyaman.” jelas dr. Resthie. Jadi, jangan biarkan rambut Anda lepek berminyak hanya karena takut keramas saat ‘tamu bulanan’ hadir, ya.

Itulah berbagai mitos tentang haid yang perlu Anda luruskan. Jika Anda mendengar mitos tersebut dari kerabat dekat Anda sendiri, tak ada salahnya untuk meluruskan pernyataan tersebut supaya kerabat Anda tidak cemas berlebihan.

Kalaupun ada yang masih ragu mengenai pernyataan yang Anda berikan itu, lebih baik ajak mereka untuk mengonsultasikan keresahannya seputar haid kepada dokter. Ketimbang langsung memercayai mentah-mentah mitos haid yang belum pasti kebenarannya dan bisa merugikan diri sendiri, lebih baik tanyakan langsung kepada ahlinya, bukan?

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar