Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ini Alasannya Wanita Perlu Kencing Setelah Hubungan Seks

Ini Alasannya Wanita Perlu Kencing Setelah Hubungan Seks

Buang air kecil alias kencing adalah kegiatan yang sebaiknya dilakukan oleh wanita usai hubungan seks. Ini alasan medisnya!

Klikdokter.com, Jakarta Melakukan hubungan seks dengan pasangan yang sudah sah secara hukum dan agama adalah hal menyenangkan lagi menyehatkan. Pasalnya, menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, aktivitas tersebut terbukti dapat membakar lemak, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga tekanan darah tetap stabil, menurunkan risiko depresi, serta memperkecil risiko penyakit jantung.

Kendati sangat bermanfaat, hubungan seks tetap perlu dilakukan dengan aturan yang tepat. Ya, banyak hal yang wajib Anda perhatikan dan praktikkan agar hubungan seks yang dilakukan bermanfaat bagi kesehatan.

Di antara sekian peraturan, salah satu hal yang mungkin sering luput dari perhatian adalah anjuran bahwa wanita perlu buang air kecil alias kencing setelah berhubungan seksual. Hal ini berkaitan dengan risiko terjadinya infeksi bakteri.

Melansir insider, Professor of Obstetrics and Gynecology di New York University, Dr. Frederick Naftolin mengatakan bahwa mereka yang memiliki vagina (wanita) memiliki risiko yang lebih tinggi terkena infeksi. Ini karena jarak vagina dengan uretra dan anus sangatlah dekat.

“Sebelum, saat, atau sesudah berhubungan, tubuh yang terangsang akan merespons dengan mengeluarkan ‘cairan pelumas’ di sekitar kemaluan. Cairan tersebut dapat dijadikan oleh bakteri sebagai ‘jembatan’ untuk masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi,” katanya.

“Atas dasar itu, sangat penting bagi wanita untuk buang air kecil setelah melakukan hubungan seksual. Dengan demikian, bakteri apa pun dapat tersiram keluar sebelum dapat masuk dan menginfeksi kandung kemih,” lanjut Dr. Naftolin.

Namun, jika wanita enggan buang air kecil atau kencing setelah berhubungan seks, maka dirinya berisiko tinggi untuk terkena infeksi saluran kemih. Keadaan ini terjadi khususnya ketika bakteri E. Coli berhasil menjadikan lendir yang keluar saat terangsang sebagai jembatan untuk masuk ke dalam saluran kemih.

Berdasarkan penjelasan dr. Fiona Amelia dari KlikDokter, infeksi saluran kemih (ISK) menyebabkan keluhan sering buang air kecil, nyeri, dan urine keluar sedikit-sedikit atau berasa seperti tidak tuntas.

“ISK juga bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. Meski begitu penyakit ini tidak menular,” ungkap dr. Fiona.

Lebih lanjut, dr. Fiona mengatakan bahwa infeksi saluran kemih yang terjadi akibat infeksi bakteri terbagi menjadi dua macam, yaitu:

  1. Infeksi saluran kemih atas

Pada kasus ISK atas, gejalanya meliputi demam, menggigil, nyeri perut dan pinggang, serta terkadang terasa ingin muntah.

“Radang atau infeksi terdapat pada ginjal,” tutur dr. Fiona.

  1. Infeksi saluran kemih bawah

Gejala pada kasus ISK bawah adalah sakit perut di bagian bawah (di atas tulang kemaluan), terasa sakit saat buang air kecil, dan anyang-anyangan.

“Radang pada kasus ISK bawah terjadi di kandung kemih atau saluran kemih. Jika infeksi terjadi secara berkelanjutan, pasien bisa mengalami demam,” ungkap dr. Fiona.

Mengetahui adanya fakta medis ini, bagi para wanita sebaiknya tidak enggan untuk segera buang air kecil atau kencing setelah melakukan hubungan seks. Dengan demikian, risiko terjadinya infeksi saluran kemih bisa ditekan sekecil-kecilnya dan kehidupan seksual Anda akan terus sehat setiap saat.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar