Sukses

Sebelum Konsumsi Mengkudu, Ini Hal yang Perlu Anda Tahu

Tertarik menjadikan mengkudu sebagai obat? Perhatikan dulu beberapa hal ini sebelum Anda mengonsumsinya.

Klikdokter.com, Jakarta Bicara soal daftar “herbal dewa” yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit, mengkudu tak mungkin luput dari daftar tersebut. Meski efektivitasnya belum sepenuhnya terbukti, masyarakat Asia sudah mempercayakan mengkudu sebagai obat sakit perut, batuk, diabetes, demam, hingga radang sendi. Bahkan, tak cuma buahnya yang dijadikan obat, daun, bunga, batang, dan kulit kayunya pun diolah.

Tak salah memang bila Anda jadi tertarik untuk mencoba buah tersebut. Tapi, sebelum mencobanya, ada baiknya Anda mengetahui beberapa hal di bawah ini terlebih dahulu.

  • Mengkudu mengandung antioksidan tinggi

Sama seperti manggis dan aneka beri, mengkudu merupakan sumber vitamin, mineral, dan antioksidan yang sangat tinggi. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal efek buruk radikal bebas yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit kronis. Karena antioksidan itulah, ketika Anda memiliki luka di tubuh, mengkudu juga bisa mempercepat proses penyembuhan luka.

  • Mengkudu bisa meredakan gejala kanker, tetapi tidak bisa menyembuhkannya

Dilansir WebMD, mengonsumsi 6-8 gram mengkudu setiap hari dapat mengatasi lemas dan meredakan rasa nyeri pada penderita kanker stadium lanjut. Bahkan, rasa mual sehabis melakukan operasi atau kemoterapi pun bisa diatasi dengan mengonsumsi mengkudu. Kendati demikian, mengkudu tidak bisa mengurangi ukuran ataupun menghentikan penyebaran sel tumor di dalam tubuh seseorang.

  • Mengkudu bisa menstabilkan tekanan darah

Meski kemampuan mengkudu untuk mengatasi sel kanker masih diragukan, meminum 100 ml jus mengkudu setiap hari selama satu bulan dapat mengurangi tekanan darah pada penderita hipertensi. Kendati demikian, jika Anda sebelumnya adalah penderita hipertensi yang juga memiliki komplikasi terhadap organ dalam lainnya, sebaiknya tanyakan dulu kepada dokter soal dosis yang lebih tepat.

  • Mengkudu tidak boleh dikonsumsi oleh penderita penyakit ginjal dan hati

Walaupun bisa menstabilkan tekanan darah, bagi Anda yang sebelumnya sudah memiliki masalah pada organ ginjal dan hati, sebaiknya buang keinginan Anda untuk mengonsumsi buah mengkudu. Sebab, mengkudu mengandung banyak kalium dan dapat menyebabkan hiperkalemia (peningkatan kadar potasium yang berbahaya).

Tak cuma itu, ada pula kasus hepatitis dan gagal hati yang terjadi pada orang yang tidak cocok dengan mengkudu. Jika Anda menggunakan obat pengencer darah ataupun permasalahan darah lainnya, Anda juga wajib menghindari mengkudu.

  • Mengkudu sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil

Bicara soal buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan saat hamil, mungkin yang pertama kali terbersit oleh Anda adalah nanas muda. Namun rupanya, tak cuma nanas muda, mengkudu sebaiknya juga tidak dikonsumsi berlebihan oleh ibu hamil, apalagi tanpa pengawasan dari dokter. Secara historis, mengkudu telah digunakan untuk mengaborsi janin.

Sementara itu, menurut dr. Fiona Amelia MPH dari KlikDokter, ibu hamil sebenarnya tetap diperbolehkan makan nanas yang matang asalkan tidak lebih dari 7 buah per hari. Sedangkan untuk buah mengkudu, belum ada anjuran yang pas untuk ibu hamil. Maka dari itu, jika Anda tertarik mengonsumsi buah mengkudu saat hamil, sebaiknya tanyakan dulu kepada dokter.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi buah mengkudu. Meski kandungan antioksidannya tinggi, tidak semua orang bisa merasakan dampak positif dari mengkudu. Khususnya bagi orang-orang yang sudah memiliki komplikasi ginjal, hati, dan ibu hamil. Jadi, harap berhati-hati, ya, sebelum membeli obat herbal mengkudu ataupun jus buah mengkudu di pasaran.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar