Sukses

Milia, Gangguan Kulit Wajah yang Mirip Jerawat dan Beruntusan

Milia sering disamakan dengan beruntusan dan jerawat. Padahal ketiganya adalah permasalahan kulit yang berbeda.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu masalah kulit yang paling bikin pusing adalah jerawat. Bintik menonjol yang biasanya muncul di wajah itu bisa sangat mengganggu penampilan, bahkan hingga menurunkan rasa percaya diri pada sebagian orang. Namun, tahukah Anda bahwa jerawat bukanlah satu-satunya keluhan yang menyebabkan bintik menonjol di wajah? Ya, gangguan kulit lain yang bisa menyebabkan munculnya keluhan serupa adalah beruntusan, dan milia.

Lalu, apa bedanya jerawat, beruntusan, dan milia? Apakah penanganan ketiga masalah kulit wajah itu sama? Berikut ini adalah penjelasan tentang ketiga kondisi gangguan kulit pada wajah tersebut:

  • Jerawat

Ketika ada bintil yang cukup besar, berisi nanah, merah, dan letaknya bisa di bagian wajah mana saja, Anda bisa menyebutnya sebagai jerawat. Menurut dr. Citra Roseno kepada KlikDokter, jerawat biasanya muncul akibat ketidakseimbangan hormon, yang memicu produksi kelenjar minyak secara berlebihan. Konidisi ketidakseimbangan hormon ini bisa diakibatkan oleh stres, menstruasi pada wanita, pengunaan hormon suntik, hingga berupa tingginya kadar hormon androgen pada pria dan wanita.

  • Beruntusan

Apabila bintil-bintil kecil yang muncul tidak berwarna merah dan umumnya menyebar di bagian dahi atau pipi, Anda bisa menyebutnya dengan beruntusan. Kondisi ini bisa jadi akibat biang keringat di dahi atau jerawat-jerawat kecil yang muncul seperti berkelompok. Menurut dr. Fiona Amelia dari KlikDokter, jika beruntusan ini berkaitan dengan jerawat, maka kemungkinan besar kondisi ini dipicu oleh stres, faktor hormonal, bakteri di pori-pori kulit atau kelenjar minyak yang terlalu aktif.

  • Milia

Jika Anda menemukan bintil dengan ukuran lebih kecil dari beruntusan dan biasanya tersebar di bawah mata, dagu, atau ujung pipi, itu disebut dengan milia. Tidak seperti jerawat dan beruntusan yang terjadi akibat pori-pori tersumbat oleh minyak, bakteri, atau pengaruh hormonal, munculnya milia disebabkan oleh keratin atau serpihan kulit yang menumpuk dan terperangkap.

Di antara ketiganya, mungkin yang paling asing untuk Anda adalah milia. Namun, meski asing, keluhan yang satu itu nyatanya sangat sering ditemukan pada kulit wajah seseorang.

Dilansir dari Healthline, sebanyak 40–50 persen bayi yang baru lahir memiliki milia pada kulit mereka. Biasanya, tanpa diobati atau diberikan perawatan yang khusus, milia bisa bisa hilang dengan sendirinya, tetapi dalam waktu yang sangat lama.

Kendati begitu, milia tidak menimbulkan gatal, efek kemerahan, dan tidak memiliki ukuran sebesar jerawat. Jumlahnya pun biasanya tidak sebanyak beruntusan, sehingga milia sebenarnya bukan gangguan kulit yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

1 dari 2 halaman

Apakah cara mengatasi milia sama dengan jerawat?

Milia berbeda dengan jerawat atau beruntusan. Maka, cara mengatasinya pun berbeda. Misalnya, untuk mengatasi jerawat, penggunaan scrub atau peeling tidak disarankan karena bisa menimbulkan iritasi. Kemudian, pada kasus yang parah, jerawat perlu diolesi oleh obat yang memang bertujuan untuk membunuh bakteri dan mengempiskannya.

Bahkan, untuk mengatasi jerawat dan beruntusan, pola makan dan gaya hidup pun mesti diubah. Contohnya, demi meredakan jerawat atau beruntusan, Anda harus mengurangi konsumsi makanan berlemak, makanan pedas, banyak minum air putih, meminimalkan stres, mengurangi frekuensi menyentuh wajah, dan rutin membersihkan wajah.

Sedangkan pada milia, Anda tak harus sampai mengubah pola makan ataupun gaya hidup. Dikutip dari Healthline, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan milia, di antaranya:

  • Sauna

Masuk ke ruang sauna dan biarkan uap panas membuka pori-pori tubuh Anda, sehingga serpihan kulit yang terperangkap di bawahnya bisa terlepas. Setelah beberapa menit, tepuk-tepuk menggunakan handuk bersih, lalu bilas dengan air hangat untuk menghilangkan sisa serpihan kulit.

Jika tidak ada ruang sauna, Anda bisa melakukannya dengan mendekatkan wajah ke baskom yang berisi air panas dan beruap.

  • Eksfoliasi kulit

Lakukan eksfoliasi kulit untuk mengelupas keratin. Lakukan tindakan ini dengan scrub atau gel peeling maksimal dua kali seminggu. Usahakan untuk menggunakan scrub atau cairan/ gel eksfoliasi yang mengandung asam salisilat, asam sitrat, atau asam glikolat.

  • Masker madu manuka

Aplikasikan masker madu manuka yang dicampurkan dengan satu sendok makan bubuk kayu manis selama 30 menit, untuk menenangkan kulit dan menghilangkan milia.

  • Air minyak mawar

Semprotkan air yang mengandung minyak mawar secara rutin untuk mengatasi milia. Lakukanlah dua hingga tiga kali sehari, dan jangan sampai terkena mata agar tidak iritasi.

Sekali lagi, bintil yang muncul di wajah tak selamanya akibat jerawat. Keluhan yang demikian juga bisa terjadi akibat beruntusan atau milia. Jadi, jika ingin mengatasinya, Anda diwajibkan untuk benar-benar paham perbedaan ciri pada bintil yang muncul di wajah: apakah itu jerawat, beruntusan, atau milia. Jika Anda ragu atau bingung, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter spesialis kulit.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar