Sukses

Kenali Dampak Terlalu Banyak Konsumsi Kafein

Kafein memang bermanfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi secara tepat. Namun, jika terlalu banyak, efeknya bisa sebaliknya.

Klikdokter.com, Jakarta Asupan kafein biasanya didapat dari konsumsi kopi, teh, minuman bersoda, atau minuman berenergi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan fungsi kognitif dan memperbaiki mood yang buruk. Kafein memang bermanfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi secara tepat. Namun, dengan menjamurnya kedai kopi lokal yang menyajikan kopi enak dengan harga terjangkau, tak sedikit orang yang masih jam 2 siang sudah menyeruput kopi. Akibatnya, tanpa disadari sudah mengonsumsi kopi secara berlebihan.

Jik sudah demikian, asupan kafein ke dalam tubuh juga bertambah. Lalu, apa saja  dampak terlalu banyak mengonsumsi kafein?

“Kafein merupakan substansi yang dapat merangsang sistem saraf pusat, sehingga dalam jumlah besar dapat menimbulkan gangguan pada tubuh, misalnya gangguan irama jantung. Kadar kafein yang mematikan menurut penelitian adalah sekitar 5-10 gram bagi seorang dewasa sehat,” kata dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter.

Sebagai ilustrasi, segelas kopi hitam yang biasa Anda beli dari coffee shop biasanya memiliki kandungan kafein sekitar 200-300 mg. Dengan jumlah ini, Anda perlu meminum 15-30 gelas kopi tersebut dalam waktu singkat untuk mencapai dosis berbahaya dari kafein.

Dampak terlalu banyak mengonsumsi kafein

Kebanyakan orang dewasa tidak merasakan efek keracunan kafein jika yang dikonsumsi kurang dari 250 mg (sekitar 2,5 cangkir kopi) per hari. Anda bisa merasakan dampaknya jika mengonsumsi di luar batas rekomendasi, yaitu 400 mg per hari. Sifat stimulan kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. Kafein yang terlalu banyak dapat menyebabkan “kegelisahan akibat kafein”, yaitu perasaan gelisah dan khawatir. Jika dikonsumsi lebih banyak lagi, bisa-bisa Anda jadi cepat tersinggung, kurang tidur, memicu kecemasan, dan menyebabkan diare.

Dilansir dari Very Well Fit, Efek samping lainnya yang mungkin terjadi antara lain:

  • Sakit kepala
  • Kecemasan dan rasa gugup
  • Sering buang air kecil
  • Tak mampu menahan buang air kecil (inkontinensia)
  • Sakit perut
  • Jantung berdebar cepat
  • Kejang otot.

Kafein bersifat diuretik. Jadi, jika terlalu banyak konsumsi minuman berkafein, Anda bisa terancam dehidrasi. Meski demikian, para peneliti menemukan bahwa tubuh akan beradaptasi dengan asupan kafein, sehingga minum minuman berkafein tidak akan meningkatkan kebutuhan Anda untuk minum air.

Waspada juga dengan produk seperti pil atau bubuk kafein yang menjanjikan dorongan energi instan. Produk-produk seperti ini dapat menyumbang dosis kafein yang besar dalam waktu singkat. Orang-orang dengan kondisi medis tertentu bisa lebih rentan terhadap efek negatif terlalu banyak kafein.

1 dari 2 halaman

Jumlah kafein yang aman dikonsumsi

Pertama-tama, Anda perlu tahu apakah Anda punya sensitivitas terhadap kafein atau tidak. Obat-obatan yang Anda konsumsi juga patut dipertimbangkan. Kafein dapat memengaruhi penyerapan obat-obatan dan berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Rekomendasi jumlah kafein yang dianjurkan adalah:

  • Bagi populasi umum

Menurut dr. Astrid, kadar aman untuk orang dewasa yang sehat adalah sekitar 400 mg per hari. Sedangkan American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar anak usia 12-18 tahun tidak mengonsumsi lebih dari 100 mg kafein per hari.

  • Bagi wanita hamil atau ibu menyusui

Wanita hamil atau ibu menyusui sebaiknya membatasi, atau bahkan berhenti mengonsumsi kafein. Sebab, ini bisa jadi masalah untuk janin atau bayi karena metabolismenya belum sempurna. Terdapat bukti bahwa konsumsi kafein saat hamil dapat menyebabkan masalah pada bayi lahir. American College of Obstreticians dan Gynecologists merekomendasikan jumlah moderat kafein saat kehamilan—yaitu kurang dari 200 mg per hari.

  • Bagi anak-anak

Food Standards Australia New Zealand menyatakan, saat ini belum terdapat panduan berbasis kesehatan untuk kafein. Namun, mereka menyimpulkan dari 2.000 literatur bahwa terdapat bukti meningkatnya derajat kecemasan pada anak yang mengonsumsi kafein dengan dosis di atas 3 mg per kilogram berat badan per hari. Untuk anak yang berusia 5-12 tahun, mereka ditemukan mengalami peningkatan kecemasan pada dosis kafein 95 mg per hari. Jumlah tersebut setara dengan dua kaleng minuman bersoda atau melebihi sedikit dari satu cangkir kopi instan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga tak punya panduan jumlah konsumsi kafein untuk anak. Namun, banyak negara yang sepakat bahwa anak-anak berusia 4-6 tahun sebaiknya tak mengonsumsi kafein lebih dari 45 mg per hari (kira-kira 350 ml minuman bersoda).

Kafein memang bisa membawa berbagai manfaat baik jika dikonsumsi dalam porsi yang sesuai. Namun, akan ada dampak buruk untuk tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Untuk mencegahnya, kurangi dan batasi konsumsi kafein, yaitu tak lebih dari 400 mg per hari pada orang dewasa sehat. Jika Anda punya kondisi medis atau mengonsumsi obat-obatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai jumlah aman konsumsi kafein.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar