Sukses

Kiat Memilih Mainan Sesuai Usia Anak

Memilih mainan untuk anak tak boleh asal pilih, melainkan harus sesuai dengan usia anak. Simak berbagai tipsnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Bermain merupakan aktivitas yang selalu diminati anak di setiap tahapan pertumbuhannya. Sebagai orang tua, Anda perlu tahu cara memilih mainan sesuai dengan usia anak. Bukan hanya soal keamanan, tapi mainan juga bisa menunjang tumbuh kembang anak secara optimal, baik secara fisik, mental, dan sosial.

Saat Anda menemani anak bermain, perhatikan apa saja mainan atau aktivitas apa yang ia sukai saat bermain. Misalnya, warna apa yang ia sukai, bentuknya, dan lain-lain. Dengan melihat cara anak bermain serta responsnya terhadap mainan yang diberikan,  Anda bisa menilai tipe mainan apa yang disukai dan melihat kemampuannya dalam bermain dan mengeksplorasi mainan tersebut.

Ketika memasuki toko mainan, banyak orang tua yang kebingungan saat harus memilih mainan untuk anak. Ada yang yang akhirnya asal pilih, ada pula yang “mencontek” orang tua lain. Ingat, mainan yang baik harus dapat mendorong tumbuh kembangnya. Berikut ini tips memilih mainan sesuai usia anak:

  • Usia 0-12 bulan

Pada usia ini, umumnya anak akan menyukai sesuatu yang halus seperti boneka hewan atau karekter, mainan yang bisa dimainkan saat beraktivitas di air, mainan yang mengeluarkan suara, serta mainan yang berwarna cerah atau berwarna mencolok.

  • Usia 1-2 tahun

Anak berusia 1-2 tahun sudah semakin aktif dan mungkin sudah bisa atau lancar berjalan. Pada usia ini, Anda disarankan untuk memilih mainan yang bisa dimanipulasi. Misalnya mainan yang perlu disusun, ditarik, ditekan, maupun diputar. Contohnya adalah mainan balok susun, puzzle 2-4 bagian, ataupun mainan yang memiliki roda.

  • Usia 2-5 tahun

Pada rentang usia ini, anak sudah diajak bermain peran (role-playing), misalnya bermain menjadi penjual dan pembeli atau main rumah-rumahan. Tak hanya itu, pada usia ini anak juga suka dengan kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas fisik seperti berlari, melompat, memanjat, lempar tangkap, hingga menjaga keseimbangan tubuh.

Anda dapat mengajarkan anak main sepeda, bermain lempar tangkap bola, mainan konstruksi (mainan yang bisa disusun atau dipasang ulang), menyusun puzzle yang lebih rumit, atau beraktivitas bebas di taman, kebun binatang, atau area permainan dan pengetahuan anak-anak lainnya.

Pada usia ini pula Anda dapat mulai memperkenalkan kartun atau karakter yang berada lewat tayangan di buku, TV, atau film. Namun, jangan lupa untuk memilih konten yang punya nilai edukasi seperti bernyanyi, menari, belajar berhitung atau alphabet, dan lain-lain.

  • Usia 5 tahun ke atas

Setelah usia 5 tahun, biasanya anak sudah masuk sekolah. Ia akan cenderung lebih suka bermain di luar rumah bersama dengan teman-teman sebayanya. Permainan yang cocok untuk usia ini adalah yang punya aturan tertentu, seperti role-playing menjadi polisi atau pencuri atau petak umpet.

Selain itu, pada usia ini Anda dapat memperkenalkan mereka kepada alam (misalnya berkemah atau outbound anak), bermain kartu, permainan papan (board game, contohnya adalah monopoli, ular tangga, pictionary, dan lain-lain), mainan dengan remote control, dan permainan lompat tali.

Anda juga bisa memperkenalkan anak dengan alat musik seperti gitar, piano, harmonika, drum, atau alat musik lainnya.

Selain memilih mainan yang sesuai dengan usia anak, hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah faktor keamanan mainan. Misalnya cari tahu material mainan, ukurannya (jangan yang terlalu kecil untuk mencegah risiko tersedak), dan bentuknya (hindari mainan yang tajam). Meskipun Anda sudah memilih mainan yang tepat, tapi jangan lupa untuk sebisa mungkin mendampingi dan mengawasi mereka saat bermain, ya!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar