Sukses

5 Bahaya Kopi bagi Ibu Hamil dan Janin

Kopi membawa manfaat bagi sebagian orang. Namun pada ibu hamil, minuman mengandung kafein ini justru membawa banyak mudarat.

Klikdokter.com, Jakarta Minum kopi di pagi hari, rasanya sudah seperti sebuah kegiatan yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. Rasa kopi yang pahit namun nikmat membuat minuman yang mengandung kafein itu sangat cocok untuk mengawali hari. Kendati begitu, kopi tak melulu mendatangkan beragam manfaat sehat. Si hitam yang satu ini juga dapat mengundang bahaya, khususnya pada ibu hamil.

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa kopi memiliki beberapa kandungan yang berpotensi menganggu kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungannya. Adapun beberapa bahaya yang sangat mungkin dialami ibu hamil yang minum kopi, yaitu:

  1. Kesehatan plasenta terancam

Dilansir dari American Pregnancy, kandungan kafein dalam kopi dapat melintas menuju plasenta. Dengan demikian, zat itu dapat tersalurkan ke tubuh janin yang ada di dalam perut ibu hamil. Bukannya bermanfaat, keadaan tersebut justru dapat mengancam keselamatan janin karena dirinya masih belum mampu memetabolisme kafein yang masuk ke dalam tubuhnya.

  1. Menghambat penyerapan zat besi

Minuman berkafein memiliki senyawa yang disebut fenol yang membuat tubuh Anda lebih sulit menyerap zat besi. Padahal, zat besi sangat dibutuhkan ibu hamil sebagai pengantar oksigen di dalam tubuh, membantu membentuk plasenta, mengurangi risiko anemia, dan memperkecil risiko perdarahan saat persalinan.

  1. Bikin anak obesitas kelak

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMJ Open menemukan fakta menarik. Asupan kafein yang berlebihan selama kehamilan berkaitan dengan pertumbuhan yang berlebihan selama tahun pertama kehidupan bayi.

Tak hanya itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kafein pada ibu hamil meningkatkan risiko anak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Hal ini terjadi beberapa tahun kemudian, khususnya saat menginjak usia 8 tahun.

Secara medis, kelebihan berat badan atau obesitas pada anak terjadi karena kafein memengaruhi perkembangan sumbu hipotalamus-hipofisis di otak, yang mengatur hormon pertumbuhan dan perkembangan. Akibatnya, pertumbuhan janin akan menurun di rahim namun terjadi peningkatan setelah lahir.

  1. Menyebabkan cacat lahir

American Pregnancy menyatakan, sejumlah penelitian pada hewan telah mendapatkan hasil bahwa kafein berpotensi menyebabkan cacat lahir, kelahiran prematur, berkurangnya kesuburan, dan gangguan reproduksi lainnya.

  1. Keguguran

Pada tahun 2008, dua studi tentang efek kafein terkait keguguran menunjukkan hasil yang berbeda secara signifikan. Penelitian oleh American Journal of Obstetrics and Gynecology membeberkan bahwa wanita yang mengonsumsi 200 miligram atau lebih kafein setiap hari memiliki kemungkinan dua kali lebih tinggi untuk mengalami keguguran dibandingkan mereka yang tidak konsumsi kafein.

Itu dia beberapa bahaya yang bisa saja terjadi jika ibu hamil minum kopi. Guna mengurangi risiko tersebut, sangat dianjurkan bagi ibu hamil untuk membatasi asupan kafein tidak lebih dari 200 miligram per hari atau benar-benar menghindarinya selama kehamilan. Anda tak ingin janin dalam kandungan mengalami hal-hal yang merugikan, bukan?

[NB/ RVS]

1 Komentar

  • Mila Soraya

    saya mau tanya, klo minum kopi cappucino atau good day atau yg lain2, boleh g, tp klo kopi hitam sy tdk prnh mnum,