Sukses

Ibu Hamil Begadang Saat Tahun Baru? Ini Risikonya!

Bukan cuma pusing karena kurang tidur, ibu hamil yang begadang saat malam Tahun Baru bisa mengalami beberapa gangguan kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Malam pergantian tahun sudah dalam hitungan jam! Dalam menyambut Tahun Baru, beberapa orang kerap merayakan dengan tradisi begadang dan merayakan bersama orang terdekat. Namun, bagi ibu hamil - yang umumnya memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah - begadang dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan. Jika kebiasaan itu diteruskan bukan tak mungkin hal tersebut mengganggu kesehatan ibu hamil dan bayi yang tengah dikandungnya. Lantas, apa saja risiko begadang bagi ibu hamil?

  • Stres pada ibu hamil 

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, kehilangan waktu tidur secara terus-menerus bisa menyebabkan stres pada ibu hamil. Nah, ketika ibu hamil stres, hal tersebut dapat menyebabkan tekanan darah meningkat signifikan. Bukan tak mungkin, jika hal tersebut dibiarkan, bisa berujung pada stroke.

  • Kepala pusing 

Menurut dr. Muhammad Anwar Irzan dari KlikDokter, pusing bisa menghampiri siapa saja yang sering kekurangan waktu tidur, tak terkecuali ibu hamil. “Gejala pusing yang sering dikeluhkan oleh orang begadang biasanya dibarengi dengan jantung berdebar, mual, dan kepala terasa seperti melayang,” tuturnya.

Ibu hamil kerap sering dihadapkan dengan gejala mual yang cukup menyulitkan. Oleh karena itu, begadang hanya akan memperburuk gejala mual yang sebelumnya sudah dialami. Lagi pula, ketika kepala pusing dan tubuh terasa seperti melayang akibat hormon kortisol (berkaitan dengan tekanan darah dan metabolisme) terganggu, juga meningkatkan risiko ibu hamilterjatuh.

  • Daya tahan tubuh semakin menurun 

Bahkan bagi orang yang tidak hamil, sering begadang bisa membuat tubuh jadi lebih mudah lelah dan jatuh sakit. Efek tersebut bisa lebih buruk ketika seorang ibu hamil begadang. Sistem kekebalan tubuh yang rendah selama hamil akan lebih turun usai begadang. Akibatnya, ibu hamil rentan terserang berbagai penyakit dari yang ringan hingga ke berat.

Berat badan bayi rendah dan kelahiran prematurSementara itu, dr. Karunia Ramadhan mengatakan kepada KlikDokter bahwa ada penelitian dari University of Pittsburgh Medical Center yang mengatakan, sering begadang saat hamil sangat memengaruhi kondisi bayi ketika dilahirkan.

“Kurangnya kualitas dan kuantitas waktu tidur menyebabkan kurangnya regenerasi dan pertumbuhan sel-sel tubuh pada ibu hamil. Secara otomatis, membuat janin yang dikandungnya juga kurang berkembang,” tuturnya. Dengan demikian, hal tersebut meningkatkan risiko bayi terlahir dengan berat badan yang rendah atau prematur.

  • Pre-eklamsia

Ibu hamil yang waktu tidurnya kurang dari 6 jam, terutama pada trimester pertama kehamilan, berisiko mengalami peningkatan tekanan darah sistolik 4 mmHg lebih tinggi ketimbang ibu hamil yang waktu tidurnya cukup.

“Kondisi seperti itu bisa membuat si ibu sembilan kali lebih mungkin terkena pre-eklamsia. Jika sudah terkena gangguan ini, risiko selanjutnya adalah kejang pada ibu atau eklamsia. Ini berpotensi menyebabkan kematian pada ibu dan janinnya,” dr. Karunia menekankan.

Demi menghindari beberapa risiko kesehatan di atas, sebaiknya ibu hamil tidak begadang hanya untuk bersenang-senang, misalnya demi merayakan Tahun Baru. Aktivitas begadang rentan membuat kesehatan ibu dan janin bisa terganggu. Kalaupun terpaksa harus tidur larut malam, cukupilah waktu tidur harian dengan tidur siang selama beberapa waktu, sehingga waktu tidur tetap terpenuhi selama 6-8 jam. Dengan begitu, kondisi ibu hamil dan bayi yang dikandung akan tetap fit sampai waktu persalinan tiba.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar