Sukses

8 Efek pada Kesehatan Jika Anda Sering Makan Daging

Makan daging boleh saja, asal jangan berlebihan. Ketahui dampaknya bagi tubuh Anda bila terlalu sering mengonsumsi daging.

Klikdokter.com, Jakarta Mengonsumsi daging tentu sangat baik bagi tubuh Anda karena daging merupakan sumber protein hewani yang baik bagi tubuh. Hanya saja, terlalu sering makan daging bisa berefek pada kesehatan tubuh Anda.

Selain biasanya mengandung protein, daging penting dikonsumsi karena ada beberapa zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin B, zink, dan zat besi. Namun, segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak akan baik, termasuk mengonsumsi daging. Hal ini seperti yang dipaparkan oleh dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter.

"Meski protein dari daging sangat bermanfaat untuk tubuh, terlalu banyak mengonsumsi daging atau makanan berprotein tinggi memiliki dampak negatif bagi kesehatan, mulai dari gejala yang ringan hingga yang serius dan mengancam nyawa," ujarnya.

Beberapa efek terlalu banyak makan daging yang dimaksud oleh dr. Karin diantaranya:

1. Sering mengantuk

Protein memang dikenal dapat membuat Anda berenergi dalam jangka waktu yang lebih lama. Namun, protein lambat dicerna oleh tubuh. Menurut Caroline Passerrello, MS, RDN, LDN, juru bicara American Academy of Nutrition and Dietetics, karena otak Anda hanya dapat menggunakan glukosa untuk energi, pasokan energinya dapat tertinggal ketika protein lambat dicerna.

"Protein butuh sedikit lebih lama untuk sampai ke otak Anda. Terlalu banyak makan daging akan membuat Anda sulit fokus,” kata Passerrello. Hasilnya, Anda akan mudah mengantuk akibat kelelahan.

2. Memperburuk penampilan rambut dan kulit Anda

Jika Anda terlalu banyak makan daging, ada kemungkinan besar Anda tidak mengonsumsi kelompok makanan lainnya. Vitamin C jarang ditemukan dalam produk hewani. Jadi, jika Anda makan daging terlalu sering, Anda bisa kekurangan hal tersebut.

Sementara, vitamin C berperan dalam membentuk kolagen, yakni protein yang memberi struktur pada kulit, rambut, kuku, tulang, dan banyak lagi. "Jika Anda kekurangan vitamin C, Anda mungkin melihat perubahan dalam tubuh Anda," kata Jenna Braddock, MSH, RD, CSSD, LDN, pendiri MakeHealthyEasy.com.

“Kulit bisa kasar dan bergelombang. Anda mungkin melihat beberapa helai rambut yang tumbuh kurang menarik,” katanya.

Passerrello menambahkan bahwa beberapa kliennya membicarakan tentang betapa kulit mereka terlihat lebih baik setelah mereka mengurangi produk hewani untuk memberikan ruang bagi pola makan nabati yang lebih banyak. Braddock merekomendasikan makan sayuran hijau gelap setiap hari.

3. Mudah sakit

Kulit bukan satu-satunya tanda Anda kekurangan vitamin C. Jika Anda merasa mudah terserang flu, artinya Anda kekurangan vitamin C juga. Ubah kebiasaan makan Anda dengan mengontrol asupan daging dan menggantinya dengan vitamin C.

Orang yang sering mengalaminya adalah pelaku diet ketosis. Menurut Braddock, orang yang menjalani diet ketosis atau diet keto biasanya tidak makan banyak buah. Padahal, buah adalah sumber vitamin C terbaik.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

4. Sembelit

Daging hampir tidak memiliki serat, seperti yang biasanya Anda dapatkan dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Menurut Braddock, saat Anda mengalami sembelit dan buang air besar yang menyakitkan, tandanya Anda kekurangan serat. Daripada terlalu sering makan daging, lebih baik imbangi dengan karbohidrat sehat seperti gandum utuh atau buah-buahan dan sayuran.

"Buah-buahan dan sayuran adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan serat karena Anda juga mendapatkan nutrisi yang sangat bagus," kata Braddock.

5. Gangguan pada organ hati

Manfaat serat lainnya adalah membantu menjaga tubuh Anda dari penyerapan kolesterol yang seharusnya dapat melindungi jantung Anda. Jika yang sering Anda konsumsi adalah daging merah dan daging olahan, Anda bisa mendapatkan kerugian.

Jenis daging merah tinggi lemak jenuh, yang menurut penelitian dapat meningkatkan kolesterol jahat dan risiko penyakit jantung. Selain itu, jenis daging merah ternyata tidak baik bagi hati Anda. The American Heart Association merekomendasikan agar Anda membatasi asupan lemak jenuh 5 hingga 6 persen dari total kalori, atau 13 kalori dalam diet 2.000 kalori.

6. Berat badan meningkat

Kandungan protein dalam daging sangat tinggi dan biasanya bagus untuk membangun otot dalam tubuh. Hanya saja, efek samping dari makan daging berlebihan bisa membuat berat badan Anda meningkat.

"Jika Anda makan lebih banyak protein daripada yang dibutuhkan tubuh, Anda tidak menyimpannya sebagai protein, namun Anda menyimpannya sebagai lemak," kata Braddock.

7. Gangguan ginjal

Protein berlebih dapat memengaruhi ginjal Anda. Menurut dr. Karin, asupan daging yang berlebih dapat memperberat kerja ginjal, karena ginjal akan berusaha untuk mengeluarkan nitrogen dari dalam tubuh melalui urine. Makin banyak daging yang Anda konsumsi, maka makin berat pula kerja ginjal Anda.

"Terlebih jika fungsi ginjal seseorang sudah mengalami penurunan, maka daging akan menyebabkan gangguan ginjal bertambah berat. Karena itulah, mereka yang memiliki gangguan ginjal derajat tertentu dianjurkan dokter untuk membatasi daging," ujar dr. Karin.

8. Tubuh Anda harus lebih keras dalam berjuang melawan peradangan

Satu penelitian menyebutkan bahwa lemak jenuh dalam daging dapat meningkatkan peradangan di tubuh. Ditambah lagi, daging mengandung sangat sedikit kandungan antioksidan untuk melawan peradangan.

Demikianlah efek ketika Anda terlalu banyak makan daging. Bukannya Anda tak boleh makan daging, tapi batasi asupannya dan kombinasikan dengan sayuran dan buah-buahan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar